Food & Travel
·
28 Oktober 2020 16:16

Penjelasan KLHK soal Foto Viral Komodo Adang Truk di Pulau Rinca

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Penjelasan KLHK soal Foto Viral Komodo Adang Truk di Pulau Rinca (14759)
Pulau Komodo, NTT Foto: Shutter stock
Belum lama ini viral di media sosial soal foto seekor komodo mengadang truk yang melintas di Taman Nasional Komodo. Foto tersebut menuai beragam komentar oleh netizen di dunia maya.
ADVERTISEMENT
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi penjelasan soal foto yang viral itu. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno, mengatakan di wilayah tersebut saat ini memang tengah dilakukan pembangunan sarana prasana penunjang pariwisata.
"Soal foto yang viral kemarin itu sudah dijelaskan karena memang di situ jalur komodo melintas. Sedangkan pengangkutan material menggunakan alat berat tidak mungkin dilakukan oleh tenaga manusia. Oleh karena itu, protokol tetapnya setiap hari dilakukan briefing untuk dipastikan tidak ada komodo yang melintas," kata Wiratno, dalam webinar yang digelar Rabu (28/10).
Penjelasan KLHK soal Foto Viral Komodo Adang Truk di Pulau Rinca (14760)
Truck yang memasuki pulau Rinca Taman Nasional Komodo, diadang biawak komodo. Foto: Dok. Istimewa
Pulau Rinca memiliki luas 20.000 hektare, sementara luas Lembah Loh Buaya adalah 500 hektare atau 2,5 persen dari luas Pulau Rinca. Estimasi populasi komodo di Pulau Rinca pada 2019 diperkirakan sebanyak 1.300 ekor, sementara populasi komodo di Lembah Loh Buaya sekitar 66 ekor.
ADVERTISEMENT
Wiratno menyebut populasi komodo di Lembah Loh Buaya selama 17 tahun terakhir relatif stabil, dengan kecenderungan sedikit peningkatan di lima tahun terakhir. Menurutnya, jumlah komodo yang sering berkeliaran di sekitar area pembangunan sarana dan prasarana di Loh Buaya diperkirakan kurang dari 15 ekor, dan komodo tersebut setiap pagi memiliki perilaku berjemur.
"Walaupun demikian, tetap kita pastikan bahwa komodo tidak boleh menjadi korban pembangunan, tidak boleh ada satupun komodo yang yang jadi korban," imnbuhnya.
Lebih lanjut, Wiratno menyatakan pengunjung di Pulau Rinca selama masa pandemi COVID-19 ini berkisar 150 orang tiap bulan atau sekitar 10-15 orang per hari.
Untuk mencegah dampak negatif dari pembangunan sarana dan prasarana di kawasan tersebut, kata Wiratno, dilaksanakan protokol pengawasan terhadap satwa komodo yang dilakukan oleh 5-10 ranger atau polisi hutan di Taman Nasional Komodo.
ADVERTISEMENT
"Oleh karena itu, kita bisa menghindari baik kecelakaan oleh pekerja maupun bagi komodonya, saya memastikan itu tidak terjadi," pungkasnya.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)