Food & Travel
·
15 September 2021 12:53
·
waktu baca 3 menit

Pesan Tersirat Seniman Jakarta dan Singapura dalam Mural "Under The Same Sun"

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pesan Tersirat Seniman Jakarta dan Singapura dalam Mural "Under The Same Sun" (146296)
searchPerbesar
Hasil kolaborasi seniman Indonesia dan Singapura, Under The Same Sun. Foto: dok. Singapore Tourism Board
Bila ditempuh dengan pesawat, Singapura sudah bisa kita jejaki dalam waktu 1,5 jam saja. Jarak yang dekat, banyaknya tempat makan penggugah selera, hingga spot foto instagramable kerap membuat membayangkan betapa asyiknya berlibur di Singapura.
Salah satu spot foto tersebut datang dari coretan mural yang dilukis di gang-gang kecil yang ada di Kampong Gelam, Singapura. Mulai dari lukisan orang mirip penduduk Mesir di Piedra Negra, anak perempuan yang sedang memeluk singa di ujung Jalan Pisang, perjalanan satu gelas kopi kafe di depan kedai kopi A.R.C, pemandangan masyarakat makan sate di Jalan Sungai Pinang, dan mural-mural lain yang bisa kamu nikmati satu hari penuh jika menyusuri salah satu daerah di Singapura, Kampong Gelam.
Mural di Singapura tak hanya membuat Instagram kamu aesthetic, tapi juga menyimpan masing-masing cerita pada setiap gambarnya. Di Haji Lane, misalnya. Mural yang dilukis kebanyakan mengambil inspirasi dari Amerika Tengah. Warna-warna terang pada mural tersebut seolah menggambarkan kemeriahan pernak-pernik yang ditawarkan pada deretan toko yang ada di sana.
Sayang, Singapura baru bisa dikunjungi setelah perbatasan dibuka nanti. Selama waktu tersebut, kamu tetap bisa, kok, menikmati karya seni mural tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Singapura. Sebab, ada bagian seni mural hasil kolaborasi dengan seniman ternama Singapura Zero "Under The Same Sun" yang dilukis di Jakarta bersama seniman lokal kawakan Stereoflow.
Pesan Tersirat Seniman Jakarta dan Singapura dalam Mural "Under The Same Sun" (146297)
searchPerbesar
Hasil kolaborasi seniman Indonesia dan Singapura, Under The Same Sun. Foto: dok. Singapore Tourism Board
Lewat mural Under the Same Sun, kamu seolah diajak untuk menghidupkan kembali impianmu untuk bersantai di taman-taman Singapura, mencicipi ragam kuliner khas sana, atau sekadar membayangkan kedatanganmu di bandara Changi.
Berlokasi di M Bloc Space, karya ini merupakan kolaborasi antara seniman jalanan Singapura dan Jakarta, ZERO dan Stereoflow. Uniknya, mural Under the Same Sun seolah menggambarkan situasi saat ini, yaitu mimpi-mimpi yang digantungkan semua orang berada di bawah matahari yang sama. Ya, Under the Same Sun mempunyai satu makna: meski pandemi membuat jarak terbentang luas dan kita tidak bisa mengunjungi Negeri Singa, kita semua akan melewati situasi ini bersama-sama dan bersatu di bawah matahari yang sama.
Dipenuhi dengan unsur simbolisme, Under the Same Sun juga mencerminkan keinginan banyak orang untuk kembali berwisata serta terhubung dengan keluarga dan teman setelah pandemi berakhir. Para seniman menggunakan garis dan simbol yang bertindak sebagai pintu gerbang untuk perjalanan lintas waktu dan ruang.
Pesan Tersirat Seniman Jakarta dan Singapura dalam Mural "Under The Same Sun" (146298)
searchPerbesar
Hasil kolaborasi seniman Indonesia dan Singapura, Under The Same Sun. Foto: dok. Singapore Tourism Board
Bila ZERO memilih untuk menampilkan gapura dalam karya seninya, Stereoflow memilih Marina Bay dan Gardens by the Bay sebagai bagian dari dua ikon yang berarti di Singapura. Lewat landmark yang tak asing di mata masyarakat, keduanya memproyeksikan harapan untuk kembali berlibur setelah perbatasan dibuka.
Karya seni ini juga menggambarkan gagasan sebuah perjalanan pikiran kita, penghormatan terhadap kekuatan imajinasi dan mengingatkan pengunjung akan kemampuan mereka sendiri.

Merupakan inisiasi Singapore Tourism Board

Pesan Tersirat Seniman Jakarta dan Singapura dalam Mural "Under The Same Sun" (146299)
searchPerbesar
Hasil kolaborasi seniman Indonesia dan Singapura, Under The Same Sun. Foto: dok. Singapore Tourism Board
Singapore Tourism Board (STB) menyadari, wisatawan membayangkan asyiknya berlibur di Singapura dan bisa ke sana setelah perbatasan dibuka. Karenanya, kolaborasi ini diharapkan dapat merepresentasikan imajinasi wisatawan terhadap Singapura, khususnya bagi wisatawan yang sudah rindu untuk traveling ke sana.
Mural Under the Same Sun yang ada di M Bloc Space sejatinya merupakan bagian dari proyek Hall of Fame yang ada di Kampong Gelam, Singapura. Tersebar di Bali Lane dan Ophir Road, proyek ini merupakan Hall of Fame grafiti pertama di Asia Tenggara dengan total 17 mural yang dilukis.
Nah, bila kamu ingin menikmati deretan mural lainnya yang ada di Singapura, STB telah menyiapkan teknologi Augmented Reality (AR) di M Bloc Space. Kamu bisa membenamkan diri dalam makna seni mural sekaligus berpose untuk mempercantik feed Instagram. Seru, bukan?
Yuk langsung hidupkan kembali impianmu dan bayangkan suasana Singapura lewat Under the Same Sun yang telah dilukis di Jakarta! #SingapoReimagine #VisitSingapore