kumparan
search-gray
Food & Travel2 Agustus 2020 15:38

Plengkung, Surga Tersembunyi Banyuwangi yang Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia

Konten Redaksi kumparan
Plengkung, Surga Tersembunyi Banyuwangi yang Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia (373283)
Pantai Plengkung, Banyuwangi Foto: Kemenparekraf
Pantai di pesisir selatan Jawa Timur memang memiliki ombak raksasa yang menjadi surga para peselancar. Salah satunya adalah Pantai Plengkung atau G-Land yang terletak di ujung Selatan Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
Pantai yang terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo itu tak pernah sepi oleh para wisatawan mancanegara. Mike dan Bill Boyum, duo peselancar asal Amerika Serikat itu menemukan surga tersembunyi di Banyuwangi ini pada tahun 1972.
Bibir pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat ombak di G-Land bergulung-gulung dan menantang adrenalin penggemar selancar. Panjang ombak pantainya bisa mencapai 2 kilometer dengan ketinggian ombak hingga 8 meter. Gelombang pasang di G-Land seringkali dapat membentuk tabung air yang hampir sempurna.
Plengkung, Surga Tersembunyi Banyuwangi yang Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia (373284)
Pantai Plengkung, Banyuwangi Foto: Kemenparekraf
Bahkan disebut pula bahwa Plengkung masuk ke dalam tujuh ombak terbaik dunia dan menempati posisi kedua setelah Hawaii, Amerika Serikat. Ombak G-Land memiliki tiga tingkatan antara lain Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves.
ADVERTISEMENT
Pantai Plengkung di mata wisatawan memiliki nama lain yakni G-Land. G-Land sendiri merujuk pada beberapa hal, salah satunya huruf G yang melekat pada G-Land mengarah pada Teluk Grajagan, tempat di mana Pantai Plengkung berada.
Di sisi lain huruf G diambil dari kata Green, yang mengarah pada letak Pantai Plengkung sebagai sebuah green forest. Selain itu huruf G juga berasal dari kata Great, berkat ombak Pantai Plengkung yang besar, panjang, dan penuh. Ada pula yang menyebut jika kata G-Land berasal dari lengkungan Pantai Plengkung yang mirip dengan huruf G.
Plengkung, Surga Tersembunyi Banyuwangi yang Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia (373285)
Pantai Plengkung, Banyuwangi Foto: Shutter stock
Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3 – 4 meter. Lalu, Speedis Waves ketinggian ombak mencapai 5 – 6 meter untuk peselancar tingkat sedang. Sementara Kong Waves, biasanya digunakan untuk peselancar tingkat professional, memiliki ketinggian ombak mencapai 6 – 8 meter.
ADVERTISEMENT
Pengunjung yang tidak bisa berselancar juga bisa melakukan berbagai aktivitas di laut seperti diving dan snorkeling. Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan oleh pengunjung ialah tracking menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki menyusuri pantai sambil menikmati pemandangan alam yang indah.
Bahkan pengunjung juga bisa mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo yang dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi. Selain itu, pengunjung bisa melihat satwa liar yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Mulai dari kera hingga rusa yang berkeliaran dengan bebas di kawasan TN Alas Purwo.
Plengkung, Surga Tersembunyi Banyuwangi yang Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia (373286)
Pantai Plengkung, Banyuwangi Foto: Kemenparekraf
Pantai Plengkung dapat diakses dengan mudah, baik menggunakan transportasi darat maupun transportasi udara. Terdapat dua jalur untuk menuju Pantai Plengkung dari Banyuwangi. Pertama, anda dapat melewati Banyuwangi-Kalipahit-Pasar Anyar kemudian Pancur.
ADVERTISEMENT
Kedua, pengunjung dapat melewati Banyuwangi Benculuk sekitar 1 jam perjalanan. Di dalam perjalanan menuju Pantai Plengkung, wisatawan akan melewati grajakan, di sana Anda dapat menyewa Speedboat untuk menuju lokasi pantai.
Gelombang ombak yang dimiliki Pantai Plengkung, membuatnya terpilih sebagai lokasi Liga Surfing Dunia (World Surf League/WSL) yang diselenggarakan Juli 2021. Sebelumnya, WSL Championship Tour akan diselenggarakan pada Juni 2020. Namun, event tersebut harus ditunda karena adanya pandemi virus corona.
Plengkung, Surga Tersembunyi Banyuwangi yang Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia (373287)
Pantai Plengkung, Banyuwangi Foto: Kemenparekraf
Untuk memulihkan destinasi wisata di Banyuwangi, Pemerintah Kota Banyuwangi telah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan yang berlaku di era adaptasi kebiasaan baru kepada seluruh para pelaku usaha pariwisata serta masyarakat.
Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, mengatakan masyarakat Banyuwangi sebagian besar telah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan teknologi serta sertifikasi protokol kesehatan di berbagai bidang usaha telah dilakukan.
ADVERTISEMENT
“Kami telah membuat aplikasi panduan kesehatan serta sertifikasi kebersihan dan kesehatan dari dinas kesehatan meliputi hotel, homestay, cafe, restoran, dan warung makan,” kata Azwar.
Plengkung, Surga Tersembunyi Banyuwangi yang Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia (373288)
Pantai Plengkung, Banyuwangi Foto: Shutter stock
Untuk mendukung kembalinya destinasi wisata di Banyuwangi, Kemenparekraf memfasilitasi penyediaan fasilitas kamar kecil di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan Kawasan Agrowisata di Tamansuruh.
Selain itu, alat penunjang kebersihan dan keamanan seperti, penyediaan tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan imbauan), dan kacamata goggle.
“Kesehatan masyarakat dan produktivitas perekonomian harus dijalankan dengan seimbang. Mengingat perubahan pola wisatawan membuat setiap destinasi wisata harus mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Azwar.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white