Food & Travel
·
23 April 2021 16:33

Sandiaga Uno Sebut Pesisir Selatan Tak Kalah Indah dari Raja Ampat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sandiaga Uno Sebut Pesisir Selatan Tak Kalah Indah dari Raja Ampat (27268)
searchPerbesar
Foto udara Pantai Manjuto, di Kawasan Wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: Iggoy el Fitra/Antara Foto
Ditunjuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kabupaten Pesisir Selatan di Sumatera Barat (Sumbar) dinilai menyimpan potensi wisata yang sangat menjanjikan.
ADVERTISEMENT
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menilai kawasan yang terdiri dari gugusan bukit dan pantai itu pun serupa dengan Raja Ampat, Papua Barat.
"Ada dua topik utama kita di Kabupaten Pesisir Selatan, pertama adalah bagaimana KEK yang sedang dirancang bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan berbasis pariwisata," ungkap Sandiaga di Masjid Terapung, Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jumat (23/4).
"Dan ini adalah pariwisata yang menurut saya paradise of the saf, Raja Ampat-nya Sumatera, jadi kalau kita lihat tidak kalah sama Raja Ampat," jelasnya.
Sandiaga Uno Sebut Pesisir Selatan Tak Kalah Indah dari Raja Ampat (27269)
searchPerbesar
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Masjid Terapung, Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jumat (23/4). Foto: Dok. Istimewa
Oleh karena itu, Sandiaga mengatakan kunci dalam mengembangkan Kabupaten Pesisir Selatan adalah pariwisata yang berkualitas dan ramah lingkungan. Antara lain, pariwisata berbasis alam, berbasis wisata bahari, tetapi juga berbasis kebudayaan.
ADVERTISEMENT
"Bisa dilihat sendiri begitu indahnya, begitu tenangnya alam di pesisir selatan, khususnya di Pantai Carocok ini. Jadi kita akan sukseskan program KEK tadi tentunya untuk menghadirkan pariwisata berbasis nature dan culture," lanjutnya.
Sandiaga Uno Sebut Pesisir Selatan Tak Kalah Indah dari Raja Ampat (27270)
searchPerbesar
Mandeh, Sumatera Barat Foto: Kementerian Pariwisata
Selain konsep pariwisata, Sandiaga mengungkapkan pihaknya akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga swasta dalam waktu dekat.
Tujuannya untuk menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai salah satu ikon yang masuk ke dalam travel pattern bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat.
"Akan tetapi perlu dukungan-dukungan dari segi amenitas (fasilitas pendukung) dan aksesibilitas (pencapaian). Jadi kita akan memetakan beberapa usulan, seperti dibangunnya kembali program-program tourist information center, homestay yang kita akan bangun di desa wisata," papar Sandiaga Uno.
ADVERTISEMENT

Pengembangan Pariwisata di Pesisir Selatan

Bersamaan dengan pengembangan kawasan tersebut, Sandiaga juga mengingatkan konsep pariwisata lainnya, seperti pariwisata ramah muslim atau muslim friendly tourism yang juga bisa dikembangkan.
Alasannya karena konsep tersebut merupakan bagian dari kelanjutan dari layanan. Hal tersebut dibuktikan lewat Masjid Terapung di Pantai Carocok yang ia kunjungi.
Sandiaga Uno Sebut Pesisir Selatan Tak Kalah Indah dari Raja Ampat (27271)
searchPerbesar
Ilustrasi traveler wanita Muslim tengah berkunjung ke pantai Foto: Shutter Stock
Menurutnya, masjid semegah itu hadir atas permintaan wisatawan yang umumnya sulit beribadah ketika berlibur ke destinasi wisata.
"Tetapi di sini sudah ada masjid yang sangat megah, sangat cantik, ini adalah bagian daripada kelanjutan pelayanan. Mengenai layanan-layanan lain juga harus dibangun tempat-tempat tinggal dan saya usulkan di desa wisata, karena itu yang paling cepat," jelas Sandiaga.
"Nah, bisa juga mengadopsi layanan-layanan berbasis ramah muslim," tambahnya.
Sandiaga Uno Sebut Pesisir Selatan Tak Kalah Indah dari Raja Ampat (27272)
searchPerbesar
Foto udara Pantai Manjuto, di Kawasan Wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: Iggoy el Fitra/Antara Foto
Sementara terkait pembiayaan pengembangan kawasan, dijelaskan Sandiaga dapat dilakukan lewat pendekatan kemitraan antara pemerintah dan badan usaha.
ADVERTISEMENT
Bisa juga dilakukan lewat pendekatan public private partnership, sehingga amenitas yang diperlukan tidak semuanya ditanggung oleh pemerintah, tetapi juga berasal dari dana multilateral.
"Jadi konsepnya adalah kita tidak semua membebani anggaran pemerintah, karena pemerintah sekarang lagi melakukan refocusing untuk menang melawan COVID-19," papar Sandiaga.
"Jadi, harapan kita ini akan pikul bersama pendanaannya," pungkasnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020