kumparan
19 Juli 2018 8:58

Skytrax Awards, Ajang Penghargaan Bergengsi bagi Maskapai Penerbangan

AirAsia di SkyTrax World Airline Awards 2018 (Foto: AirAsia)
Skytrax World Airlines Awards 2018 baru selesai digelar pada Selasa (17/7) lalu di The Langhaml, London. Ada 49 titel penghargaan yang diberikan kepada maskapai-maskapai di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
Seperti Garuda Indonesia misalnya, memenangkan kategori Awak Kabin Terbaik. AirAsia dinobatkan sebagai Maskapai Bertarif Rendah Terbaik di Dunia. Sedangkan Singapore Airlines menjadi Maskapai Terbaik di Dunia.
Ya, acara penghargaan itu memang didasarkan pada hasil survei kepuasan pelanggan maskapai dari seluruh dunia. Tahun ini survei itu melibatkan 20,36 juta pelanggan dari 105 negara. Ada 335 maskapai dari berbagai negara yang masuk dalam survei.
Garuda Indonesia Meraih "The Worlds Best Cabin Crew". (Foto: Dok. Garuda Indonesia)
Ajang itu kerap disebut setara dengan Oscar dalam industri penerbangan. Saking bergengsinya, penghargaan atau rating dari Skytrax sering disematkan dalam tagline maskapai, untuk menunjukkan posisi strategisnya dalam pasar global.
Skytrax World Airline Awards pertama kali digelar pada 1999 silam. Pada penyelanggaraan tahun kedua, ajang itu sudah berhasil menarik 2,2 juta penumpang pesawat untuk berpartisipasi dalam survei. Jumlah itu meningkat lebih dari 9 kali lipat pada 2018 ini.
ADVERTISEMENT
Skytrax sendiri merupakan perusahaan konsultan asal Inggris yang berdiri pada 1989. Produknya berupa situs ulasan maskapai dan bandara, bernama Airlinequality.com.
Skytrax mengklaim bahwa proses survei dan penganugerahan dilakukan independen. Maskapai tidak diminta untuk membayar, termasuk untuk menghadiri acara penghargaannya. Seluruh biaya operasional ditanggung oleh Skytrax.
Dikutip dari situs resmi World Airline Awards, maskapai boleh saja meminta pelanggannya untuk berpartisipasi dalam survei. Namun, maskapai dilarang keras untuk menawarkan insentif dalam bentuk apapun untuk itu.
Meskipun demikian, bukan berarti hasil survei selalu bisa diterima maskapai. Pada pertengahan 2014 lalu misalnya, Etihad Airways menolak untuk masuk dalam daftar Skytrax, karena merasa ajang itu bias dan punya banyak kekurangan.
Etihad Airways. (Foto: Wikimedia Commons)
Rupanya hubungan Etihad dan Skytrax sudah membaik. Sebab, testimoni COO Etihad, Peter Baumgartner, termasuk salah satu yang dipajang di situs World Airline Awards.
ADVERTISEMENT
“Skytrax World Airline Awards mewakili benchmark global bagi keunggulan maskapai karena mereka langsung menyasar sumbernya, yakni wisatawan. Agar dapat dikenali dan disebut oleh tamu kami sebagai yang terbaik di dunia adalah persetujuan dari nilai filosofi dan inovasi kami yang unik,” papar Peter.
Bagaimana menurutmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan