Kumparan Logo

Spanyol Bakal Luncurkan Visa Digital Nomad, Bisa Kerja sambil Liburan

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kota Madrid, Spanyol. Foto: S-F/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota Madrid, Spanyol. Foto: S-F/Shutterstock

Pandemi tak hanya mengubah gaya traveling seseorang, tetapi juga dalam urusan pekerjaan. Setelah sekian lama bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), hadir pula tren bekerja jarak jauh atau dari mana pun alias Work From Anywhere (WFA).

Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, para pekerja yang disebut digital nomad atau pengembara digital ini bisa bekerja dari mana saja dan tak terikat dengan kantor.

Ilustrasi Kota Valencia di Spanyol. Foto: Razvan Ionut Dragomirescu/Shutterstock

Menyadari tren yang kian masif, beberapa negara yang menjadi destinasi workation atau work vacation alias kerja sambil liburan berlomba-lomba memberikan kemudahan bagi para pengembara digital. Hal itu pula yang dilakukan oleh Spanyol dengan meluncurkan visa untuk para digital nomad.

Sama seperti negara lainnya, visa tersebut dapat mempermudah para pekerja yang ingin bekerja jarak jauh plus menikmati liburan mereka.

Ilustrasi digital nomad. Foto: Getty Images

Dilansir Schengen Visa Info, Negeri Matador memberi kesempatan untuk bagi warga negara Amerika Serikat serta orang-orang dari negara-negara non-Uni Eropa dengan meluncurkan visa digital nomad. Visa ini bisa digunakan untuk mereka tinggal di Spanyol sambil bekerja dari jarak jauh.

Spanyol Berencana Luncurkan Visa Digital Nomad

Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan dan bagaimana skema terkait visa digital nomad Spanyol ini. Adapun, wacana peluncuran visa digital nomad ini sudah dikeluarkan sejak Januari 2022 lalu. Hanya saja hingga sekarang, belum ada undang-undang atau informasi lengkap mengenai visa tersebut.

Kendati demikian, menurut laporan Guardian, visa tersebut nantinya akan berlaku selama satu tahun dan bisa diperpanjang hingga lima tahun.

Ilustrasi pengajuan Visa Schengen Foto: Shutter Stock

Menteri Perekonomian Spanyol, Nadia Calvino menyatakan bahwa visa digital nomad ini diharapkan dapat menarik kunjungan ke negara tersebut.

"Visa digital nomad akan menarik dan mempertahankan talenta internasional dan nasional dengan membantu pekerja jarak jauh di Spanyol,” kata Calvino.

Adapun dengan kehadiran visa ini, seseorang tidak perlu lagi menggunakan visa pekerja yang biasanya berlaku sampai lima tahun.

Ia juga mengatakan, skema ini diharapkan dapat membantu sektor ekonomi dan pariwisata Spanyol yang terdampak COVID-19.

Syarat Visa Digital Nomad di Spanyol

Otoritas Spanyol menegaskan bahwa visa tersebut ditawarkan bagi mereka yang bekerja dari negara di luar Eropa. Tak hanya itu, visa ini juga berlaku bagi mereka yang memperoleh maksimal 20 persen pendapatannya dari perusahaan Spanyol.

Para pelamar juga harus menunjukkan surat kontrak kerja mereka. Jika bekerja secara lepas atau freelance, maka pelamar harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah dipekerjakan secara rutin dari perusahaan yang ada di luar Spanyol.

Ilustrasi Kota Madrid, Spanyol. Foto: Matej Kastelic/Shutterstock

Selain persyaratan tersebut, pelamar juga harus memiliki alamat di Spanyol ataupun memiliki pendapatan yang cukup, seperti dilaporkan Guardian. Meski begitu, belum diketahui apakah pelamar perlu melampirkan surat berkelakuan baik dari pihak kepolisian.

Spanyol bukanlah negara pertama yang meluncurkan visa untuk pekerja jarak jauh. Beberapa negara Eropa lainnya seperti Estonia, Kroasia, Portugal, dan Islandia juga sudah melakukan hal serupa.

Belum lama ini, Rumania turut meluncurkan visa digital nomad. Untuk mendapatkan visa ini, para pemohon harus mengajukan permohonan visa jangka panjang di konsulat negara yang berlokasi di luar negeri.