kumparan
search-gray
Food & Travel28 Februari 2020 10:04

Staycation, Inovasi Hotel yang Jadi Tren Baru Traveler dalam Berlibur

Konten Redaksi kumparan
Staycation, Inovasi Hotel yang Jadi Tren Baru Traveler dalam Berlibur  (33859)
Ilustrasi staycation Foto: Shutter Stock
Kata staycation pastinya bukan lagi hal yang aneh atau baru di telinga kamu, kan? Rasanya, banyak sekali hotel dan resort yang menawarkan staycation sebagai pilihan baru untuk berlibur di tengah sumpek dan padatnya rutinitas di Kota Jakarta.
ADVERTISEMENT
Staycation sendiri berasal dari kata "Stay" yang berarti tinggal sementara atau menginap dan "Vacation" yang berarti liburan. Jadi, secara harfiah, staycation bisa kamu artikan sebagai liburan sementara di tempat kamu menetap.
Jadi, enggak perlu jauh-jauh ke luar kota. Dan enggak butuh banyak terlalu banyak waktu. Cukup memanfaatkan akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu. Singkat tapi berkesan. Menarik, kan?
Staycation, Inovasi Hotel yang Jadi Tren Baru Traveler dalam Berlibur  (33860)
Head of Marketing-Accommodation Traveloka, Shirley Lesmana. Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Menurut Shirley Lesmana, Head of Marketing - Accommodation Traveloka, staycation merupakan produk inovasi dari hotel yang kini semakin menggairahkan industri hospitality.
Di masa lalu, hotel hanya dianggap sebagai tempat menginap atau transit saja. Hotel-hotel premium atau yang berbintang dianggap sangat 'jauh' dan terkesan kurang worth it karena dianggap mahal padahal hanya untuk menginap.
ADVERTISEMENT
Namun, di masa kini, menginap di hotel dianggap sebagai experience economy. Istilah ini mengacu pada konsep ekonomi pengalaman yang memberikan kepuasan, gairah, dan ingatan yang berkesan.
"Akomodasi kini bukan cuma dilihat dari fungsional saja tapi juga ada faktor experience economy. Setiap akomodasi memiliki nuance atau pengalaman yang berbeda, jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Orang sekarang pertanyaanya, 'Sudah pernah menginap di hotel ini belum?' gitulah," ujarnya dalam Diskusi Traveloka Hotel Awards yang diadakan di Kantor Traveloka, Rabu (26/2).
Staycation, Inovasi Hotel yang Jadi Tren Baru Traveler dalam Berlibur  (33861)
Ilustrasi menginap di hotel mewah Foto: Shutter Stock
Apalagi bagi masyarakat yang hidup di urban life, keterbatasan waktu menjadi persoalan yang cukup menantang untuk mengambil momen berlibur. Alhasil, ketika kamu memiliki dana yang cukup untuk liburan tapi tak punya waktu, kamu bisa memanjakan diri dengan staycation.
ADVERTISEMENT
Menariknya, staycation bukan hanya ditawarkan oleh hotel-hotel berbintang, tetapi juga hotel biasa hingga yang berbujet rendah. Tak sekadar menawarkan pengalaman staycation, akomodasi juga memberikan personalisasi yang menarik sesuai dengan kategori pasar yang ditargetkan.
Misalnya menyediakan fasilitas keluarga atau spot-spot unik Instagramable. Fasilitas ini kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan traveler ketika hendak memutuskan untuk menginap di suatu hotel.
Staycation, Inovasi Hotel yang Jadi Tren Baru Traveler dalam Berlibur  (33862)
Ilustrasi relaks di kamar hotel. Foto: Pixabay
Enggak cuma saja, dengan adanya media sosial, preferensi konsumen pun kini jadi lebih beragam. Staycation bukan hanya diartikan sebagai liburan singkat di hotel, tapi juga di akomodasi lainnya, seperti vila atau apartemen.
"Semakin banyak kita memberikan opsi, konsumen jadi makin semangat untuk staycation saat berlibur dan hal ini bisa menggairahkan industri," tutur Shirley.
ADVERTISEMENT
Staycation juga seakan menjadi penanda bahwa di masa kini traveling tidak membutuhkan dana yang besar. Untuk akomodasi, tersedia banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kocek kamu.
"Hotel bujet atau hotel butik sekarang juga banyak banget. Untuk first time user, buat yang pertama kali kerja atau masih kuliah, mereka (sekarang) enggak merasa bahwa traveling itu terlalu mahal," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white