Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni

14 Januari 2022 8:06
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni (72265)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Florence, Italia. Dokumentasi foto: Wikimedia Commons.
Ada fenomena aneh yang terjadi kepada para turis setiap tahunnya ketika berkunjung ke Florence, Italia. Para turis akan merasakan gangguan psikologis setelah melihat kelimpahan seni di kota tersebut.
ADVERTISEMENT
Bagi sebagian turis yang berkunjung ke Florence, gejala ini adalah sebuah penyakit yang tidak ada hubungannya dengan makanan atau apa pun. Melainkan karena kekayaan seni yang ada di Kota Florence.
Dilansir BBC, sindrom Stendhal dikatakan sebagai kondisi psikosomatis yang disebabkan oleh paparan terhadap kekayaan seni Florence.
Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni (72266)
zoom-in-whitePerbesar
Stendhal seorang penulis dari Prancis. Dokumentasi foto: Wikimedia Commons.
Namanya diambil dari penulis Prancis yang bernama Marie-Henri Beyle, dan memiliki nama pena Stendhal. Pada 1817, ia menulis tentang perjalannya ke Florence.
"Saya berada dalam semacam ekstasi dari gagasan berada di Florence. Saya diliputi dengan jantung berdebar-debar, merasakan dehidrasi, dan saya terus-menerus berjalan dalam ketakutan akan jatuh ke tanah," tulis Marie-Henri Beyle.
Pada tahun 1989, Graziella Magherini, seorang psikiater di Rumah Sakit Santa Maria Nuova Florence, menggambarkan secara klinis sindrom ini adalah gangguan kejiwaan.
Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni (72267)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsultasi dengan psikolog. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Magherini mengamati 106 pasien yang semuanya turis, mengalami pusing, jantung berdebar, halusinasi, dan depersonalisasi saat melihat karya seni, seperti patung Michelangelo dan lukisan Botticelli.
ADVERTISEMENT
"Mereka mengalami serangan panik yang disebabkan oleh dampak psikologis dari sebuah mahakarya besar, dan dari perjalanan," kata Magherini pada tahun 2019.

Kasus Sindrom Stendhal di Florence, Italia, Terus Dilaporkan hingga Kini

Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni (72268)
zoom-in-whitePerbesar
The Birth of Venus karya Botticelli. Dokumentasi foto: Wikimedia Commons.
Presiden Amal Seni Friend of Florence, Simonetta Brandolini d'Adda, mengatakan sindrom itu terjadi biasanya 10-20 kali selama setahun kepada orang-orang yang sensitif dan excited untuk berkunjung ke Tuscan dan Florence.
"Karya seni ikonik milik Botticellis, bisa membuat mereka benar-benar luar biasa. Beberapa orang kehilangan arah itu membingungkan. Saya sering melihat orang mulai menangis," kata Simonetta Brandolini d'Adda.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
The Birth of Venus karya Botticelli tampaknya menjadi salah satu pemicu khusus, karena usai melihat lukisan tersebut, ada turis yang terkena serangan epilepsi dan serangan jantung.
Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni (72269)
zoom-in-whitePerbesar
Museum Uffizi, Italia. Dokumentasi foto: Wikimedia Commons.
Masalah yang dimiliki banyak profesional dengan menggambarkan sindrom Stendhal sebagai gangguan kejiwaan adalah gejalanya yang sangat sulit diuraikan dari penderita penyakit umum.
ADVERTISEMENT
"Kadang-kadang di Uffizi, pengunjung tertentu mengalami serangan jantung, atau merasa sakit, tapi itu bisa saja karena berada di ruang tertutup dengan ratusan orang lain. Bisa jadi agorafobia, bukan karena karya Botticelli," kata seorang psikoterapis yang tinggal dan bekerja di Florence, Cristina de Loreto.

Pandangan Lain soal Sindrom Stendhal

Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni (72270)
zoom-in-whitePerbesar
Museum Uffizi, Italia. Dokumentasi foto: Wikimedia Commons.
Mungkin itu merupakan reaksi emosional terhadap seni, bukan gangguan jiwa.
De Loreto percaya hal yang lain pasti ikut berperan, seperti harapan turis terhadap Florence begitu tinggi dan didorong oleh keberadaan karya seninya di berbagai media, sehingga semuanya menjadi terlalu berlebihan ketika mereka akhirnya berkunjung.
"Ini mungkin ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya, yang membuat beberapa turis merasakan sesuatu di udara di Florence," ujar Cristina de Loreto, seperti yang dikutip dari BBC.
ADVERTISEMENT
Dalam hal ini, sindrom Stendhal mungkin terkait dengan sindrom Paris, yang menyebabkan turis mengalami gejala kejiwaan akut setelah menemukan bahwa Ibu Kota Prancis tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka.
Stendhal, Sindrom Aneh di Florence, Italia, yang Timbul karena Karya Seni (72271)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Turis. Foto: Shutter stock
Seorang psikoterapis, Paolo Molino, setuju dengan apa yang dikatakan oleh Cristina de Loreto. Sulit untuk menggambarkan sindrom Stendhal sebagai kondisi tersendiri.
Dalam kata lain, sulit untuk memisahkan gejalanya apakah turis tersebut kelelahan, dehidrasi, atau kewalahan. Kekhawatirannya tidak begitu banyak terletak pada pertanyaan tentang Florence yang membunuh turis, tetapi lebih pada turis yang membunuh Florence.
"Berada di Florence seperti berada di Disneyland untuk seni," kata Paolo Molino.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020