Tak Bisa Pulang, Turis Ini Malah Terjebak Selama Hampir 4 Bulan di Bandara

10 Juli 2020 12:45 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Roman Trofimov, turis yang terjebak di bandara selama hampir 4 bulan Foto: Facebook/Roman Trofimov
zoom-in-whitePerbesar
Roman Trofimov, turis yang terjebak di bandara selama hampir 4 bulan Foto: Facebook/Roman Trofimov
ADVERTISEMENT
Traveling memang menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan di tengah pandemi virus corona. Apalagi jika kurang melakukan perhitungan dengan cermat, bukannya merasakan indahnya liburan kamu justru harus merasakan dinginnya lantai bandara.
ADVERTISEMENT
Seperti halnya nasib sial yang dialami oleh seorang turis asal Estonia ini. Maksud hati ingin menikmati liburan, ia malah harus 'terdampar' di bandara selama hampir empat bulan lamanya.
Roman Trofimov, turis yang terjebak di bandara selama hampir 4 bulan Foto: Facebook/Roman Trofimov
Seorang turis yang bernama Roman Trofimov terjebak di Bandara Manila, Filipina, selama sekitar 110 hari akibat pandemi COVID-19.
Dilansir Metro, Trofimov bermaksud ingin menghabiskan liburan di Asia Tenggara. Namun. mimpinya tersebut harus pupus setelah Filipina memberlakukan kebijakan lockdown akibat merebaknya pandemi virus corona.
Trofimov yang tiba di Bandara Manila dari Bangkok pada 20 Maret 2020 silam ditolak masuk ke negara tersebut setelah Filipina tidak lagi mengeluarkan visa masuk.
Kisahnya pun menjadi viral setelah ia mendokumentasikan perjalanannya saat terjebak di bandara. Trofimov mengungkapkan paspor miliknya diambil sebelum mencapai petugas imigrasi. Sedangkan, maskapai yang ia tumpangi tidak bisa menerbangkannya kembali ke Thailand.
ADVERTISEMENT
Ia pun hanya diberitahu harus menunggu karantina selesai, sehingga dia dapat diizinkan kembali terbang.
Roman Trofimov, turis yang terjebak di bandara selama hampir 4 bulan Foto: Facebook/Roman Trofimov
Sebelumnya, Pemerintah Filipina memang menerapkan lockdown sejak 16 Maret 2020 untuk memutus penyebaranvirus corona. Lockdown tersebut membatasi semua perjalanan bagi siapa pun , kecuali diplomat, tenaga medis, dan kemanusiaan.
"Maskapai yang saya tumpangi mengatakan saya harus menunggu karantina sampai selesai sebelum saya diizinkan untuk terbang. Saya sudah menunggu di sini sejak itu," kata Trofimov.
Mimpi buruknya tersebut pun dimulai, dia harus merasakan dinginnya lantai bandara. Ia pun terpaksa tidur di kursi-kursi besi tempat menunggu para penumpang.
Roman Trofimov, turis yang terjebak di bandara selama hampir 4 bulan Foto: Facebook/Roman Trofimov
Selain itu, ia juga harus bertahan hidup hanya dengan mengandalkan makanan dan minuman yang diberikan staf bandara. Ia pun menuturkan bahwa kesehatan tubuhnya semakin buruk karena kekurangan gizi, sinar matahari, dan udara segar.
ADVERTISEMENT
Trofimov juga telah berulang kali meminta bantuan kedutaannya, tapi kedutaan tidak bisa mengatur penerbangan repatriasi.
Bahkan, sebelumnya ia juga telah memesan penerbangan lanjutan ke Cebu, Filipina, pada hari yang sama dia mendarat di Manila serta tiket penerbangan kembali ke Bangkok pada 2 April. Sayangnya kedua penerbangan tersebut dibatalkan karena adanya pandemi COVID-19.
"Mereka mengambil paspor saya dan akan mengambilnya hanya ketika saya terbang ke Estonia. Tetapi mereka tidak terbang ke Estonia, mereka tidak terbang ke mana pun saat ini. Saya disuruh menunggu sepanjang waktu sampai penerbangan dimulai kembali," katanya.
Sebagaimana diberitakan media Estonia, ERR, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa mereka mengetahui situasi Trofimov dan sedang mencari cara untuk mengembalikannya pulang.
ADVERTISEMENT
"Kedutaan Besar Estonia di Tokyo telah melakukan kontak dengan otoritas Filipina untuk menemukan solusi dan telah menghubungi Konsul Kehormatan di Filipina," kata salah satu pejabat Estonia.
Pejabat Estonia juga mengungkapkan bahwa melakukan perjalanan di tengah pandemi sangat tidak disarankan, apalagi saat beberapa negara telah melakukan kebijakan pembatasan perjalanan.
"Penting untuk dicatat bahwa Kementerian Luar Negeri telah memberikan peringatan perjalanan, yang memberi tahu orang-orang bahwa perjalanan selama situasi darurat mungkin membuat mereka terjebak di tujuan karena pembatasan perjalanan," tutupnya.
Dalam postingan Facebook miliknya, Trofimov diketahui telah kembali ke negara asalnya pada Kamis (9/7). Ia terbang dengan maskapai airBaltic dan diperkirakan tiba di Estonia pada pukul 13.30 waktu setempat.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
ADVERTISEMENT