kumparan
10 Januari 2019 16:07

Tanggapan Sriwijaya Air Terkait Protes Pengguna Sriwijaya Travel Pass

Srijwijaya Air
Pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Wikimedia Commons)
Fitur membership Sriwijaya Travel Pass menuai protes dari para penggunanya. Pasalnya, para pengguna (member) mengalami kesulitan saat hendak melakukan reservasi dengan menggunakan membership yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
Pemesanan bangku pesawat sering kali gagal dilakukan karena muncul notifikasi tidak ada seat yang tersedia (sold out). Padahal menurut member, apabila tiket dipesan oleh pembeli biasa di rute, jam, dan nomor penerbangan yang sama, bangku akan selalu tersedia dengan harga normal.
Ditambah lagi para pengguna Sriwijaya Travel Pass pernah mendapati bahwa penerbangan yang dinyatakan sold out atau telah terjual habis ternyata hanya berisi belasan orang penumpang saja saat hendak terbang.
Kejadian ini tentunya menuai tanda tanya dan beragam asumsi dari para pengguna fasilitas Sriwijaya Travel Pass. Protes pun mulai berdatangan, mulai dari sekadar cuitan di media sosial, artikel surat permbaca di mendia nasional, hingga petisi mulai dilayangkan pengguna untuk mencari keadilan.
ADVERTISEMENT
Para pengguna merasa tidak puas dengan jawaban pihak maskapai yang dinilai 'template' atau standar saat menjawab keluhan. Dan juga ketentuan-ketentuan baru yang dianggap tak cocok dijadikan sebagai jawaban bagi 'investasi' traveling sepuasnya dengan harga Rp 12 juta untuk 365 hari.
Kompilasi foto maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang dikeluhkan member SJTP
Kompilasi foto maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang dikeluhkan member SJTP (Foto: Dok: Istimewa)
Menanggapi hal tersebut, pihak maskapai penerbangan berekor biru yang baru saja masuk ke dalam manajeman Garuda Indonesia itu pun angkat bicara.
Menurut rilis resmi dari Sriwijaya Air yang diterima oleh kumparanTRAVEL, Kamis (10/1), Retri Maya VP Corporate Secretary & Legal PT Sriwijaya Air menampik tudingan dan protes pembatasan kursi bagi pengguna Sriwijaya Travel Pass.
Ia menyampaikan bahwa hal tersebut tidak benar adanya. Adapun beberapa kendala yang dialami member Sriwijaya Travel Pass akhir-akhir ini terjadi akibat adanya perbaikan sistem yang dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan ke pada pelanggan.
ADVERTISEMENT
Dalam rilis tersebut, Sriwijaya Air juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan, terutama pemegang Sriwijaya Travel Pass (SJTP). Sriwijaya Air menyatakan bahwa SJTP juga masih dapat berlaku saat peak season.
Pesawat Sriwijaya Air, Logo Garuda Indonesia
Pesawat Sriwijaya Air dengan logo Garuda Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)
Kamu yang masih memiliki keanggotaan aktif juga dapat menggunakan fitur SJTP sampai 30 April 2019. Meski begitu, fasilitas Sriwijaya Travel Pass hanya bisa dinikmati apabila kursi penerbangan yang dituju masih tersedia. Dan hanya bisa diperoleh 60 menit sebelum keberangkatan.
Perlu diketahui Sriwijaya Travel Pass adalah fitur membership terbaru keluaran Sriwijaya Air yang dirilis pada 9 April 2018 lalu.
Dalam ketentuan awal, Sriwijaya Travel Pass adalah bentuk keanggotaan yang memberikan konsumennya kesempatan terbang tanpa batas ke mana saja, kapan saja, tanpa black out date, termasuk pada peak season selama 365 hari dengan biaya hanya Rp 12 juta, tidak termasuk biaya tambahan lainnya, seperti administrasi, ppn, dan sebagainya.
Senior Manager Corporate Sriwijaya Air, Retri Maya
Senior Manager Corporate Sriwijaya Air, Retri Maya. (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Namun mulai Senin, 22 Oktober 2018 lalu, pihak maskapai melakukan penyesuaian regulasi tentang alokasi seat penerbangan. Perubahan regulasi itu dilakukan berdasarkan kondisi makro bisnis penerbangan yang dianggap kurang berpihak pada perusahaan penerbangan.
ADVERTISEMENT
Disampaikan melalui email ke pada seluruh pengguna Sriwijaya Travel Pass, maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengubah alokasi sesuai dengan jenis pesawat yang digunakan.
Misalnya pesawat Boeing 737-800 dan Boeing 737-900 hanya menyediakan 75 seat untuk pengguna SJTP, pesawat Boeing 737-500 dan 737-300 dengan alokasi 35 seat.
Sedangkan untuk pesawat ATR 72-600 hanya diberikan batasan maksimal 15 seat. Menurut salah satu pengguna berinisial H, ketentuan ini mulanya tidak terlalu berefek pada penggunaan, namun sejak 5 Desember 2018, member Sriwijaya Travel Pass akui mengalami perubahan drastis akibat perubahan ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan