Food & Travel
·
22 Oktober 2020 11:59

Terpukul Pandemi, Cathay Pacific Akan Pangkas 5.900 Karyawan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Terpukul Pandemi, Cathay Pacific Akan Pangkas 5.900 Karyawan (391754)
Awak kabin Cathay Pacific menggunakan masker saat melayani penerbangan Jakarta-Hong Kong dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (23/1). Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Cathay Pacific akan memangkas karyawannya untuk bertahan di tengah gempuran pandemi virus corona. Tak hanya itu, maskapai penerbangan asal Hong Kong tersebut juga akan menutup anak usahanya, Cathay Dragon yang biasa melayani penerbangan jarak pendek di Asia.
ADVERTISEMENT
Dilansir CNN, adapun pemangkasan karyawan tersebut paling banyak terjadi di Hong Kong, yaitu sekitar 5.300 orang. Sedangkan, sisanya berada di Asia, yaitu sekitar 600 orang.
Terpukul Pandemi, Cathay Pacific Akan Pangkas 5.900 Karyawan (391755)
Pesawat Cathay Pacific Foto: Pixabay
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak maskapai, Cathay Pacific juga akan melakukan efisiensi perusahaan, yaitu dengan mengurangi sebanyak 24 persen atau 8.500 lapangan kerja.
"Kami telah mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk melakukan pengurangan karyawan seperti saat ini," kata CEO Cathay Pacific Group, Augustus Tang.
Tang menambahkan, sebelumnya maskapai telah melakukan berbagai langkah untuk menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan. Mulai dari mengurangi kapasitas, menunda pengiriman pesawat baru, menunda perekrutan karyawan dan memotong gaji eksekutif dan lain sebagainya.
Meski demikian, pihaknya mengatakan bahwa pengeluaran perusahaan tiap bulannya mencapai 2 miliar dolar Hong Kong (258 juta dolar AS) atau Rp 3,7 triliun per bulan.
ADVERTISEMENT
Dengan kebijakan yang diambil tersebut perusahan diharapkan bisa menghemat pengeluaran hingga 500 juta dolar Hong Kong (65 juta dolar AS) atau sekitar Rp 951 miliar.
Terpukul Pandemi, Cathay Pacific Akan Pangkas 5.900 Karyawan (391756)
Cathay Dragon Foto: ANTHONY WALLACE / AFP
Sementara itu, restrukturisasi gaji eksekutif juga akan terus dilakukan sepanjang 2021. Sebelumnya Cathay Pacific juga telah mendapat suntikan dana dari pemerintah Hong Kong sebesar 5 miliar dolar AS pada bulan Juni.
Namun, hal tersebut ternyata belum mampu untuk menyelamatkan maskapai asal Hong Kong tersebut. Ditambah lagi, Asosiasi Transportasi Udara Internasional yang mengatakan lalu lintas penumpang penerbangan belum akan pulih sampai setidaknya hingga 2024.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)