Tren Wisata Milenial Selama Pandemi: Staycation dan Hobby Tourism

8 Juli 2022 9:01
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi wisatawan berlibur di Indonesia. Foto: Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wisatawan berlibur di Indonesia. Foto: Kemenparekraf
ADVERTISEMENT
Bicara tentang pariwisata memang tidak ada habisnya. Apalagi saat pandemi COVID-19 melanda dunia ini. Semua tren-tren baru mulai bermunculan.
ADVERTISEMENT
Mungkin generasi milenial merupakan salah satu dari beberapa generasi yang turut menikmati dan membuat tren-tren wisata baru di Indonesia.
Generasi milenial sendiri kira-kira berusia 25 hingga 40 tahun. Nah, kira-kira selama pandemi COVID-19 kemarin, tren wisata apa sih yang berkembang di kalangan milenial menurut tiket.com?
"Kalau dari observasi, sebenarnya saat pandemi itu kenapa kita membicarakan milenial, karena audience dari tiket.com sendiri kebanyakan generasi milenial," kata Public Relations Sr. Manager tiket.com, Sandra Darmosumarto, saat ditemui kumparan, Kamis (7/7).
Melihat potensi dari generasi milenial tersebut, jika dilihat dari transaksi yang dilakukan di tiket.com, mereka ingin berwisata yang ada hubungannya dengan hobi atau disebut hobby tourism.
Bahkan, setelah melihat tren tersebut, salah satu maskapai penerbangan Indonesia, Citilink, sempat membuka service extra bagasi untuk mewadahi para penumpangnya menaruh sepeda mereka.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Jadi kelihatan tuh bahwa memang sekarang anak muda itu kalau pergi ke suatu tempat sudah bawa barang penunjang hobi mereka," ujar Sandra.
Tidak hanya sepeda, bahkan banyak destinasi wisata yang dicari supaya bisa melakukan yoga dan meditasi dengan experience yang tentunya tidak terlupakan.
Ilustrasi Jalanan Malioboro, Yogyakarta. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jalanan Malioboro, Yogyakarta. Foto: Shutter Stock
Destinasi-destinasi yang biasanya dipilih untuk melakukan hobby tourism pun beragam, mulai dari Yogyakarta hingga Bali. Memang kota tersebut dinilai ramah untuk para pesepeda yang ingin mencicipi experience sambil berlibur.
Bukan hanya hobby tourism, staycation juga dipilih generasi milenial untuk melepaskan penat mereka saat pandemi COVID-19 berlangsung.
"Mungkin banyak yang bosan di Jakarta, jadi pemesanan hotel saat itu bisa dibilang meningkat. Makanya pas pandemi tingkat transaksi akomodasi cukup bertahan, bahkan meningkat untuk domestik," papar Sandra.
Ilustrasi working from home (WFH). Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi working from home (WFH). Foto: Getty Images
Meningkatnya transaksi akomodasi bukan hanya untuk staycation semata. Karena banyak orang yang bosan WFH dan memilih untuk melakukan work from hotel saat pandemi. Biasanya, hotel-hotel yang dipilih oleh para tamu adalah hotel yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka.
ADVERTISEMENT
"Tren ini justru menarik. Karena kemarin tuh trennya ada perubahan karena kita enggak bisa vakansi keluar atau apa, jadi teman-teman di industri pariwisata pun mencari cara untuk memenuhi kebutuhan tamunya," ujar Sandra.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020