Viral 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Air Terjun, Kemenparekraf Ingatkan Hal Ini
ยทwaktu baca 2 menit

Video yang memperlihatkan dua orang pelajar yang tewas usai tenggelam di air terjun, viral di media sosial. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @ayodolan, sekelompok pelajar tersebut tengah berenang di Air Terjun Jami, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Tak lama setelahnya, dua orang pelajar tiba-tiba tenggelam ke dasar, diduga terbawa arus dalam air terjun tersebut. Kedua korban meninggal diketahui bernama Tazkiyah Wulandari (17), dan Salsabillah Azahra Allisa Anggraeni (17). Kedua jasad pelajar tersebut telah dievakuasi oleh tim SAR dari dasar sungai.
Menanggapi insiden meninggalnya dua wisatawan tersebut, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Nia Niscaya, meminta pengelola tempat wisata untuk selalu mematuhi SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dalam hal ini penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environtment Sustainability)
"Kita selalu mengingatkan, bahkan Pak Menteri (Menparekraf Sandiaga) juga sudah mengeluarkan SOP petunjuknya. Kita komunikasikan, terutama menjelang liburan kembali dari sisi kami sudah mengingatkan, memberikan perangkatnya, tetap pengawasan harus dilakukan, intinya itu," ujar Nia, saat ditemui kumparan dalam acara Weekly Brief with Sandi Uno, yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Senin (15/7).
Nia mengimbau wisatawan untuk selalu berhati-hati saat berlibur di destinasi wisata yang dinilai cukup berbahaya. Selain pengelola, Nia meminta juga berbagai pihak termasuk wisatawan, untuk selalu mematuhi SOP yang berlaku di tempat wisata.
"Enggak bisa dari kita saja, tapi memang harus semua pihak menjalankan SOP. SOP itu penting. Pilot mau berapa kali jam terbang, tetapi balik lagi SOP-nya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Nia.
