kumparan
14 Februari 2020 19:49

Wishnutama Dukung Benoa Tourism Hub untuk Tarik Wisatawan Kapal Pesiar

Rakor Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub
Menparekraf Wishnutama Kusubandio mememberi sambutan di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali Jumat (14/2). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Keindahan Bali selalu berhasil memikat wisatawan, baik dari sisi alam dan kulinernya. Seakan tidak cukup menyajikan itu semua, Bali masih memiliki potensi yang akan dikembangkan, salah satunya wisata cruise (kapal pesiar).
ADVERTISEMENT
Melihat hal ini, Pelindo III akan mengembangkan Benoa Maritim Tourism Hub untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Hal tersebut juga didukung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio.
“Tentunya pembangunan Maritim Tourism Hub di Benoa ini adalah salah satu upaya untuk membuat sebuah daya tarik inbound buat Indonesia melalui tourism hub. Ini punya potensinya yang luar biasa, makanya saya sangat mengapresiasi sekali,” ujar Wishnutama, saat ditemui kumparan di Hotel Inaya Putri, Nusa Dua, Bali, Jumat (14/2).
Benoa Maritime Tourism Hub
Menteri BUMN Erick Tohir (kiri), Menparekraf Wishnutama Kusubandio (tengah) meninjau Benoa Cruise Terminal Jumat (14/2) Foto: Gitario Vista Inasis/kumpara
Hal yang sama juga diamini oleh Dirut Pelindo III, Doso Agung. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia perlu memiliki Hub Maritim Tourism, karena banyak kapal pesiar yang singgah di Indonesia, tapi tidak menetap di sana.
ADVERTISEMENT
“Saat ini kalau kita lihat turis Prancis misalkan datang dengan cruise ke Benoa, dia hanya di luar kemudian ke Singapura, tidak bisa dialihkan menuju pelabuhan. Sehingga kita memerlukan hub maritim tourism sebagai interchange pergantian cruise menuju Indonesia,” papar Doso.
Ilustrasi liburan naik cruise
Ilustrasi liburan naik cruise Foto: Dok. Shutterstock
Lebih lanjut, Doso menuturkan bahwa pengembangan Maritim Tourism Hub juga akan diiringi dengan peningkatan fasilitas terminal cruise di Pelabuhan Benoa Bali yang dikelola PT Pelindo III (Persero).
“Pembangunan ini akan meningkatkan kapasitas kunjungan kapal dari 60 menjadi 600 call, waktunya nanti, dan juga peningkatan capacity kurang lebih 3,2 juta pax,” imbuh Doso.
Meski demikian, pengembangan fasilitas pariwisata di Pelabuhan Benoa masih perlu dilakukan, karena infrastruktur pendukung industri pariwisata di Indonesia masih tertinggal. Bahkan termasuk di Bali, yang merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Wishnutama mengatakan bahwa ada beberapa tantangan yang mesti dihadapi. Misalnya bagaimana saat mereka ke Bali tidak hanya di kapal, tapi bisa menghabiskan waktu dan uang di Pulau Dewata.
“Karena saya pernah lihat di Pulau Komodo, cruise bagus datang. Wisata di Komodo tidak ada yang diisi, tidak ada apa-apa, mau spending tidak ada uang rupiah. Tidak bisa spending. Jadi Pulau Komodo cuma jadi tontonan saja, kita enggak dapat apa-apa,” pungkas Wishnutama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan