Museum Fatahilah

Yuk, Belajar Sejarah Jakarta dengan Mengunjungi Museum Ini!

20 Oktober 2021 10:32
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Museum Sumpah Pemuda  Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Museum Sumpah Pemuda Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
ADVERTISEMENT
Jakarta bukan hanya dikenal sebagai Kota Metropolitan dengan deretan gedung pencakar langitnya yang megah. Jauh sebelum itu, nyatanya Jakarta juga menjadi saksi bisu perjuangan Indonesia dari sebelum kemerdekaan. Hal inilah yang membuatmu bisa menemukan banyak museum yang mengisahkan sejarah Ibu Kota.
ADVERTISEMENT
Seperti halnya deretan museum ini yang menjadi bagian dari peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang. Deretan museum ini tak hanya menjadi pengingat sejarah di masa lampau, tetapi juga memiliki potensi yang besar untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Museum Sumpah Pemuda  Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Museum Sumpah Pemuda Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Hal itulah yang membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, ingin menjadikan museum sebagai mitra terbaik untuk membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Nilai utama pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan itu berdasarkan pariwisata yang memiliki SDM terampil, kepuasan pengalaman, diversifikasi produk dan jasa serta adopsi teknologi," jelas Sandiaga Uno dalam rilis pers “Hari Museum Indonesia Jadi Momen Adaptasi, Inovasi dan Kolaborasi, Sandiaga Uno: Hadirkan Museum Berkelas Dunia”.
ADVERTISEMENT
Selain potensinya yang besar, museum-museum ini juga menyimpan berbagai benda koleksi bersejarah yang menarik bagi wisatawan. Mulai dari museum yang melukiskan sejarah Jakarta, hingga museum peringatan Sumpah Pemuda. Simak ulasannya berikut ini, yuk!
Eits, tapi tunggu dulu, sebelum menyimak deretan museum bersejarah di Jakarta. Jangan lupa follow akun Instagram @pesonaid_travel agar kamu selalu mendapatkan informasi ter-update seputar jalan-jalan hingga beragam produk kreatif lokal yang ada #DiIndonesiaAja, ya!

1. Museum Fatahilah

Museum Fatahilah di Jakarta Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Museum Fatahilah di Jakarta Foto: Shutter Stock
Museum satu ini tentu sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Ya, di mana lagi kalau bukan Museum Fatahillah. Museum yang jadi ikon Kota Tua, Jakarta, ini merupakan tempat yang tepat buat kamu yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah Kota Jakarta.
ADVERTISEMENT
Awalnya dikenal sebagai “Museum Batavia”, museum ini kemudian berganti nama menjadi “Museum Sejarah Jakarta” atau yang kini lebih dikenal dengan “Museum Fatahillah”.
Ketika zaman penjajahan VOC, gedung Museum Fatahillah ini digunakan untuk Balai Kota Jakarta, lho. Karena itu pula bangunan ini menjadi salah satu bangunan paling bersejarah di Jakarta.
Di museum ini pengunjung bisa melihat jejak sejarah Jakarta, dari masa prasejarah hingga berdirinya Kota Jayakarta pada tahun 1527. Selain itu juga terdapat berbagai koleksi bersejarah lainnya, seperti Prasasti Ciaruteun, Meriam Jagur, serta mebel-mebel antik dari abad ke-17 hingga 19 yang merupakan hasil perpaduan unsur seni bergaya Eropa, Tiongkok, dan Indonesia. Setelah mengunjungi museum, kamu juga bisa berburu spot foto instagramable di Kawasan Kota Tua ataupun beristirahat sejenak sambil menikmati makanan dan minuman di kafe terdekat, seperti di Cafe Batavia.
ADVERTISEMENT

2. Museum M.H Thamrin

Koleksi Museum M.H Thamrin Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi Museum M.H Thamrin Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Selanjutnya, museum ini didedikasikan untuk salah satu pahlawan Indonesia, yakni Mohammad Husni Thamrin, yang juga dikenal sebagai M.H Thamrin atau Bang Ni. M.H Thamrin merupakan pria kelahiran Betawi, lahir di Sawah Besar pada tanggal 16 Februari 1894.
Kiprahnya dalam pergerakan nasional, membuat M.H Thamrin dikenal sebagai tokoh yang selalu berjuang untuk rakyat, kemajuan masyarakat pribumi, serta puncaknya menuntut Indonesia berparlemen dan merdeka. Bahkan, sampai akhir hayatnya MH.Thamrin juga sudah banyak berjasa untuk bangsa dan juga negara.
Oleh karena itu, atas jasa-jasanya tersebut, M.H.Thamrin ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional yang namanya juga diabadikan menjadi nama jalan yang terkenal di Jakarta. Tak hanya itu, Gedung M.H. Thamrin yang dulunya digunakan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, kini disulap sebagai museum untuk mengenang jasa-jasanya tersebut.
Koleksi Museum M.H Thamrin Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi Museum M.H Thamrin Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Museum ini memiliki banyak koleksi foto dari mulai kiprah perjuangannya hingga beberapa foto suasana dari Kota Jakarta tempo dulu. Terdapat juga koleksi radio yang mana dulunya digunakan oleh M.H.Thamrin, kemudian piring hias, blangkon, meja, dan kursi. Selain itu juga terdapat perpustakaan yang memiliki koleksi buku-buku naskah mengenai M.H.Thamrin serta beberapa pidatonya di Volksraad.
ADVERTISEMENT
Buatmu yang haus akan sejarah, kamu juga bisa berkunjung ke tempat lain yang letaknya tak jauh dari Museum M.H. Thamrin, misalnya seperti Gedung Pancasila atau Monumen Perjuangan.

3. Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda. Foto: .Shika Arimasen Michi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Museum Sumpah Pemuda. Foto: .Shika Arimasen Michi/kumparan
Terakhir, Museum Sumpah Pemuda merupakan salah satu museum di Jakarta yang sarat akan sejarah. Museum ini menyimpan sejarah penting terkait momen perjuangan para pemuda untuk menyatukan perjuangan bangsa Indonesia.
Sebab, tanpa perjuangan pemuda dan pemudi saat itu, mungkin saja Indonesia tak bisa bersatu untuk melawan penjajah. Para pemuda pemudi tersebut terbukti berhasil menyatukan keutuhan Indonesia melalui Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda merupakan ikrar yang dicetuskan pemuda Indonesia dalam Kongres Pemuda II 27-28 Oktober 1928. Sumpah tersebut memuat ikrar tentang Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa.
Mahasiswa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto
Museum Sumpah Pemuda sejatinya adalah rumah milik Sie Kong Liang. Sejak 1908, bangunan yang disebut Commensalen Huis ini kerap dijadikan tempat tinggal untuk para pelajar Stovia (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dan RS (Rechtsschool). Beberapa pelajar yang pernah tinggal disana adalah Muhammad Yamin, Amir Sjarifoedin, Soerjadi, Asaat, Ferdinand Lumban Tobing, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
Bangunan yang disebut Gedung Kramat ini menjadi saksi bisu dari kelahiran sumpah yang dicetuskan pada 93 tahun yang lalu. Di museum ini tersimpan benda-benda yang menjadi bagian dari sejarah peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda.
Hingga tahun 2007, koleksinya secara keseluruhan berjumlah 2.867 buah, dengan koleksi utama adalah Gedung Kramat 106 itu sendiri yang menjadi tempat perencanaan dan pelaksanaan Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928.
Museum Sumpah Pemuda memiliki sebuah ruangan khusus yang didedikasikan untuk Wage Rudolf Supratman (WR Supratman), karena beliau dianggap berjasa dalam membuat lagu kebangsaan. Dalam ruangan itu, kamu bisa melihat foto-foto beliau semasa hidup, diorama, hingga biola pribadinya.
Biola pribadi yang disimpan di Museum Sumpah Pemuda itu adalah biola yang digunakan untuk mengiringi "Indonesia Raya" saat dikumandangkan pertama kali dalam Kongres Pemuda Kedua di Gedung Kramat 106, Jakarta pada 28 Oktober 1928. Tak hanya itu, piringan hitam yang merupakan rekaman lagu Indonesia Raya juga tersimpan dengan baik di museum ini. Piringan hitam tersebut berisi lagu Indonesia Raya dalam dua versi, yaitu asli dan keroncong.
ADVERTISEMENT
Selain itu, kamu juga bisa menemukan berbagai diorama atau miniatur yang menggambarkan pelaksanaan Kongres Sumpah Pemuda yang digelar 93 tahun yang lalu.
Hadirnya putusan berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu merupakan semangat bangsa Indonesia untuk bersatu, tanpa harus menghilangkan identitasnya masing-masing. Sungguh sarat makna dan indah sekali, ya!
Setelah puas menjelajah Museum Sumpah Pemuda, kamu bisa berwisata kuliner dengan mengunjungi sejumlah rumah makan yang letaknya tak jauh dari bangunan bersejarah ini, lho. Buat kamu yang ingin menikmati kuliner khas Makassar, kamu bisa berkunjung ke Coto Makassar Senen yang berada tidak jauh dari museum. Enggak hanya itu, buat kamu yang ingin menikmati sajian kuliner khas Bukittinggi, Nasi Kapau Iyo merupakan pilihan yang tepat untuk dicoba.
ADVERTISEMENT
Jika nanti kamu ingin berkunjung ke museum di atas, jangan lupa untuk tetap mematuhi dan disiplin protokol kesehatan 6M, ya! Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.
Selain itu, jangan lupa juga segera lakukan vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung di seluruh daerah di Indonesia. Vaksinasi akan membuat kamu dan keluarga lebih terlindung dari virus corona yang saat ini sedang menyebar. Tidak hanya itu, vaksinasi juga sudah menjadi syarat wajib jika kamu ingin berkunjung ke berbagai tempat wisata #DiIndonesiaAja, lho!
Selama #DiRumahAja isi waktu luangmu dengan beragam keseruan, ya! Salah satunya dengan ikutan PUKIS atau Pesona Punya Kuis yang diadakan pada hari Selasa di setiap pekannya. Caranya mudah banget, kamu tinggal follow akun Instagram @pesonaid_travel, lalu like postingan PUKIS terbaru pada feed. Jawab pertanyaan di kolom komentar dan jangan lupa mention tiga temanmu untuk ikutan kuis ini. Yuk, raih beragam hadiah menarik untuk para pemenang!
ADVERTISEMENT
editor-avatar-0
editor-avatar-1
editor-avatar-2
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten