Kumparan Logo
batik 1.jpg

Yuk, Berwisata Sambil Belajar Membuat Batik di 5 Destinasi Ini

kumparanTRAVELverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Batik Giriloyo
zoom-in-whitePerbesar
Batik Giriloyo

Batik selama ini dikenal sebagai salah satu wastra Nusantara yang mendunia. Bahkan, saking ikoniknya, batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Tak hanya masyarakat Indonesia yang bangga mengenakan batik. Para pemimpin dunia juga mengenakan batik ketika berkunjung ke Indonesia. Beberapa di antaranya seperti Presiden Rusia Vlandimir Putin hingga mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.

Semakin banyaknya masyarakat yang menyukai batik membuat beberapa kampung batik akhirnya membuka wisata batik untuk para wisatawan. Di kampung batik ini, kamu bisa melihat bagaimana proses membuat batik, mengenal berbagai motif batik, hingga belajar cara membuat batik sendiri.

Nah, bagi kamu yang berencana untuk liburan #DiIndonesiaAja pasca pandemi nanti, tak ada salahnya mencoba berwisata ke kampung batik, sambil belajar cara membuat wastra Nusantara ini. Dijamin seru dan menyenangkan!

Berikut kumparan rangkum lima kampung batik yang bisa jadi top list kamu saat nanti berencana liburan #DiIndonesiaAja.

1. Kampung Batik Kauman

Batik Kauman.

Berbicara tentang batik, pasti tak jauh-jauh dari Kota Surakarta. Sebab, Surakarta merupakan salah satu kota penghasil batik yang sudah dikenal masyarakat luas.

Nah, di Surakarta ada Kampung Batik Kauman yang bisa kamu singgahi jika ingin berwisata sambil belajar membatik. Kampung Batik Kauman menjadi pusat batik tertua di Kota Surakarta.

Berlokasi tak jauh dari Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Rajiman, kamu bisa mengunjungi kampung batik ini dengan bus Batik Solo Trans (BST) dari Stasiun Balapan. Di Kampung Batik Kauman kamu akan menemukan motif batik klasik yang didasarkan pada pakem atau standar keraton.

Dalam perkembangannya, sampai sekarang Batik Kauman memiliki tiga jenis batik, yaitu batik klasik dengan motif pakem batik tulis), batik cap, dan batik kombinasi cap dan tulis.

Di Kampung Batik kauman terdapat lebih dari 30 industri batik yang bisa kamu kunjungi. Selain itu, di kampung batik ini juga kamu dan penjual batik bisa berinteraksi sambil melihat proses produksi, serta belajar membatik.

Jika tertarik berkeliling ke Kampung Batik Kauman, sebaiknya kamu berjalan kaki atau naik becak, karena akses jalan di kampung ini berupa gang-gang sempit. Dengan berjalan kaki, kamu bisa menikmati bangunan tua dengan gaya arsitektur Jawa-Belanda, rumah joglo, dan limasan.

Tapi ingat, tetap harus memperhatikan protokol kesehatan, ya. Jangan lupa untuk selalu mengenakan masker, mencuci tangan, membawa hand sanitizer, hingga mengecek suhu tubuh sebelum mengunjungi kampung batik ini.

2. Sentra Batik Tulis Giriloyo

Batik Giriloyo.

Bergeser sedikit ke Bantul, Yogyakarta, ada Sentra Batik Tulis Giriloyo yang juga tak boleh dilewatkan saat berlibur #DiIndonesiaAja. Terletak di Jalan Imogiri Timur km. 14, di Sentra Batik Tulis Giriloyo terdapat 12 kelompok pembatik yang berkreasi.

Batik Giriloyo sendiri sudah ada sejak awal abad 17 dan masih terus berjalan hingga saat ini. Batik ini terkenal dengan motif khas Matraman dan menggunakan kualitas terbaik.

Lama pengerjaan sehelai batik Giriloyo sendiri bisa mencapai waktu satu bulan. Lama pengerjaan tergantung dari bahan yang digunakan dan kerumitan motif yang dibatik di atas sehelai kain.

Di sentra batik ini, selain bisa melihat cara membuat batik, kamu juga bisa belajar membuat batik sendiri. Ada paket wisata belajar membatik yang ditawarkan oleh Batik Giriloyo.

Paket wisata ini bisa diikuti minimal lima peserta, sehingga cocok untuk mengisi liburan keluarga. Nantinya peserta akan diberi penjelasan sejarah batik Giriloyo dan diajari cara membatik oleh pengrajin-pengrajin batik penduduk sekitar, dan hasil karya bisa dibawa pulang sebagai cinderamata.

3. Kampung Batik Semarang

Kampung Batik Semarang.

Selain Yogyakarta dan Surakarta, kamu juga bisa belajar membatik di Kampung Batik Semarang. Terletak di Desa Bojong, Semarang Timur, Kampung Batik Semarang berada tidak terlalu jauh dari kawasan Kota Lama dan Pasar Johar.

Di Kampung Batik Semarang kamu akan bisa memilih berbagai macam kain batik langsung dari para perajin yang dibanderol mulai Rp 50 ribu hingga Rp 5 juta. Selain berbelanja, kamu juga bisa berbincang akrab dengan para perajin batik.

Tak hanya itu, wisatawan pun dapat belajar membuat batik di Kampung Batik Semarang yang dibanderol Rp 25 ribu per orang. Proses belajar tersebut dimulai dari membuat pola, menorehkan malam dengan canting di atas kain, hingga mencucinya.

Menariknya, Kampung Batik Semarang juga memiliki banyak spot Instagramable yang menarik untuk dieksplorasi. Kamu bisa menelusuri jalan-jalan kampung yang temboknya dipenuhi lukisan murah bertema batik. Seru!

4. Kampung Batik Trusmi

Batik Trusmi.

Cirebon tak hanya dikenal sebagai Kota Udang saja, karena kota ini juga memiliki banyak sentra batik yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya Kampung Batik Trusmi. Dulunya, Kampung Batik Trusmi digagas oleh Ki Gede sebagai pengikut Sunan Gunung Jati. Sambil menyebarkan agama Islam, beliau juga mengajarkan seni membatik.

Kampung Batik Trusmi memiliki motif terkenal seperti megamendung yang identik dengan corak awan melengkung pada bagian ujungnya. Konsistensi motif ini menjadikan megamendung sebagai motif yang khas dari Kampung Batik Trusmi.

Selain mega mendung, ada pula motif batik premium, yaitu batik tulis bermotif Paksinaga Liman. Motif ini terinspirasi dari kereta kencana Keraton Kasepuhan.

Paksi sendiri memiliki arti sebagai garuda, sedangkan naga berarti ular, dan liman adalah gajah. Jadi, ketika digabungkan, ketiga hewan ini memberi padu padan motif yang melambangkan kekuatan Kerajaan Cirebon.

Jika tertarik untuk melihat berbagai macam motif yang ada di Kampung Batik Trusmi sambil belajar membuat batik, kamu bisa mengunjungi tempat ini di Jalan Syekh Datul Kahfi, Weru Kidul, Cirebon.

5. Kampung Batik Palbatu

Kampung Batik Palbatu

Jika mengira wisata batik hanya ada di Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, hingga Cirebon, kamu salah. Sebab, di Jakarta juga terdapat kampung batik yang tak kalah menariknya.

Ya, di Jakarta terdapat Kampung Batik Palbatu yang menghadirkan ragam koleksi batik yang bisa kamu lihat. Kamu juga bisa mengikuti kegiatan edukasi belajar membatik dan diberi bekal langsung mengenai proses membatik.

Saat berada di kampung batik ini, kamu akan merasakan suasana dan pemandangan yang berbeda dari tempat lain. Corak-corak batik yang menghiasi dinding membuat hati meletup-letup bersemangat untuk menggali lebih dalam tentang keunikan Kampung Batik Palbatu.

Jika tertarik berkunjung, Kampung Batik Palbatu terletak di Jalan Pal Batu 4 No. 17, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Namun ingat, tetap ikuti protokol kesehatan yang ada, ya, seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, membawa hand sanitizer, dan mengecek suhu tubuh saat berlibur #DiIndonesiaAja.

Dalam rangka memeriahkan Hari Batik Nasional 2020, Kemenparekraf menggelar kontes #BatikItuAsyik yang berhadiah 3 signature batik eksklusif dan 10 hadiah hiburan. Dalam lomba ini, masyarakat diajak memakai batik bermotif khas daerah asal.

Pemenang kontes ini akan diumumkan pada 18 Oktober 2020. Berikut syarat dan ketentuan mengikuti lomba #BatikItuAsyik bersama Kemenparekraf.

  1. Buat postingan foto baru di FEEDS Instagram dengan mengenakan batik atau kain tradisional bermotif khas daerah asal.

  2. Postingan dapat berupa foto atau video saat mengenakan pakaian tersebut di momen tertentu.

  3. Buat caption yang menarik dan selipkan pantun yang menunjukan rasa banggamu saat menggunakan batik atau pakaian tradisional yang bermotif khas dari daerah asalmu.

  4. Mention dan tag @pesonaid_travel lalu gunakan hashtag wajib #BatikItuAsyik.

  5. Mention juga ke 3 orang teman lainnya.

  6. Periode kontes #BatikItuAsyik akan berlangsung 2 Oktober - 16 Oktober 2020.