kumparan
28 Des 2018 22:06 WIB

Shelter Tsunami Banten Jadi Tempat Mesum

Shelter tsunami yang berada di Labuan, Pandeglang, Banten, terbengkalai dan tidak layak digunakan. Bahkan, bangunan 3 lantai itu dikeluhkan warga karena menjadi tempat mesum.
ADVERTISEMENT
“Saya pernah ronda, nemuin maksiat. Jadi jenuh juga warga. Di sini juga enggak ada pengamanan dan pengurus,” kata Edwin, salah satu warga Labuan.
Shelter tsunami ini dibangun dengan anggaran APBN 2014 senilai Rp 18 miliar. Di tengah jalan, pembangunan itu dikorupsi. Akibatnya, gedung itu tidak selesai dibangun. Masyarakat enggan naik ke situ saat tsunami terjadi. “Mereka tahu itu gedung (shelter) tsunami. Tapi milihnya lari ke bukit. Jadi itu gedung tidak berguna,” kata Endru, warga Kampung Masjid, Kecamatan Labuan.
Terbengkalainya shelter ini salah satu contoh buruknya mitigasi bencana tsunami di Anyer. Nantikan liputan khusus yang akan membahas hal ini lebih dalam, Senin, 31 Desember 2018, hanya di kumparan.com.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan