kumparan
3 Feb 2019 15:22 WIB

WNI Diduga Pengebom Gereja di Filipina

Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, menyatakan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di salah satu Gereja Katedral, Filipina adalah pasangan suami istri asal Indonesia. “Saya yakin mereka orang Indonesia, ada dua orang asing yang terlibat dalam pengeboman itu dan mereka dibantu oleh Abu Sayyaf,” kata Ano, dilansir CNN Phillipines, Sabtu (2/2).
ADVERTISEMENT
Menurut Ano, pelaku pria bernama Abu Huda dan telah menetap lama di Provinsi Sulu. Sementara istrinya, yang tidak disebut namanya, baru tiba di Filipina beberapa hari sebelum keduanya mengebom gereja katolik itu pada Minggu (27/1). Pasangan tersebut menerima bantuan dari kelompok teroris lokal bernama ‘Alias Kamah’.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan belum dapat mengkonfirmasi apakah bom bunuh diri di Pulau Jolo itu melibatkan WNI atau tidak. Hal ini juga dibenarkan oleh pihak KBRI Manila yang hingga siang tadi belum juga menemukan bukti keterlibatan WNI dalam insiden tersebut.
Simak selengkapnya di kumparan.com/topic/medsos, atau download aplikasi kumparan di Appstore dan Playstore.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan