24 Perempuan Muda Ambil Bagian dalam Menghadapi Krisis Iklim

22 Februari 2022 9:19
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
24 Perempuan Muda Ambil Bagian dalam Menghadapi Krisis Iklim (78136)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan dalam menjaga lingkungan. Foto: Chokniti Khongchum/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi, tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia; seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian dan ekosistem wilayah pesisir.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, perubahan iklim juga diprediksi akan berdampak secara signifikan terhadap kehidupan anak dan kaum muda, terutama anak perempuan yang termarjinalkan. Data Plan International menunjukkan bahwa peningkatan temperatur sebesar 1,5 derajat Celsius akan berpengaruh terhadap kehidupan 9,8 juta anak dan kaum muda. Jika tren peningkatan ini terus terjadi hingga 2025, maka perubahan iklim akan berdampak pada 12,5 juta anak perempuan kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikan.
Masih dari data yang dirilis Plan International, disebutkan bahwa dampak krisis pangan, bencana alam, dan krisis lingkungan lainnya dapat mengurangi akses anak perempuan terhadap pendidikan dan meningkatkan kerentanan terhadap kekerasan dan perkawinan anak. Di antaranya adalah anak perempuan jadi rentan putus sekolah di tengah krisis iklim, perkawinan anak dianggap sebagai solusi mengurangi beban ekonomi keluarga, hingga risiko kekerasan dan eksploitasi terhadap anak perempuan meningkat.
ADVERTISEMENT
Melihat ancaman itu, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pun meluncurkan sebuah program yang diberi nama Girls Leadership Programme on Climate Change 2022 dengan tema ‘Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim’. Program ini kabarnya diluncurkan dengan tujuan memberikan wadah kepada perempuan muda untuk terlibat dalam aksi nyata pengendalian perubahan iklim, baik adaptasi maupun mitigasi. Girls Leadership Programme on Climate Change 2022 sendiri dijadwalkan akan berakhir pada 26 Mei 2022.
“Kami ingin mempromosikan peran kaum muda perempuan dalam menghadapi krisis iklim. Mereka bukan hanya kelompok yang rentan, tapi memiliki inisiatif dan menyuarakan keresahan yang sama yakni perubahan iklim yang sudah menjadi krisis,” kata Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, pada Sabtu (19/2).
24 Perempuan Muda Ambil Bagian dalam Menghadapi Krisis Iklim (78137)
zoom-in-whitePerbesar
Girls Leadership Programme on Climate Change 2022. Foto: Plan Indonesia
Sebanyak 337 perempuan muda dilaporkan telah mendaftar melalui situs resmi Plan Indonesia. Kemudian, 40 perempuan muda terpilih untuk lanjut ke tahap wawancara dengan juri. Adapun juri yang mewakili kelompok kaum muda adalah; Pendiri Youthopia dan Gerakan Bye Bye Plastic Bags, Melati Riyanto Wijsen; Alumni Girls Takeover 2019, Wafi Aulia; dan Youth Advisory Panel Plan Indonesia, Reflia Fitri.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Nah, setelah melewati proses seleksi yang ketat, terpilihlah 24 girl leaders yang mewakili 23 Kabupaten/Kota dan 12 Provinsi untuk mengikuti program ini. Nantinya, 24 girl leaders itu akan mengikuti serangkaian kegiatan; seperti sesi inspiratif bersama Principal Mentor, Ir. Sarwono Kusumaatmadja; serial kelas kepemimpinan bersama mentor muda, dan kamp kaum muda.
Selain itu, masing-masing girl leaders juga akan mendapatkan seed grant (hibah benih) sebesar Rp 2 juta untuk melakukan aksi nyata hadapi krisis iklim di lingkungannya. Nantinya, 24 girl leaders akan mempresentasikan hasil kegiatan mereka pada dialog interaktif di bulan Mei mendatang.
“Partisipasi kaum muda perempuan adalah investasi yang begitu baik dalam menghadapi krisis iklim. Hal ini tidak berarti kita membebankan seluruh perjuangan menghadapi perubahan iklim kepada mereka. Namun, kita perlu mengapresiasi bahwa kaum muda perempuan Indonesia peduli dan sanggup mengambil peran terdepan,” kata Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim dan Menteri Lingkungan Hidup (1993-1998), selaku principal mentor dalam acara yang sama.
ADVERTISEMENT
Dalam waktu dekat ini, 24 girl leaders akan mengikuti serangkaian kelas kepemimpinan (Girls Leadership Class) dengan mentor muda seperti Melati Riyanto Wijsen (Pendiri YOUTHTOPIA & Bye Bye Plastic Bags), Aeshnina Azzahra Aqilani (Co-Captain River Warrior), Rory Asyari (Jurnalis Senior), dan Swietenia Puspa Lestari (Pendiri dan Direktur Divers Clean Actions).
Melalui program ini, Plan Indonesia berharap adanya peningkatan pengetahuan kaum muda perempuan mengenai isu pengendalian perubahan iklim. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan ilmu seputar kepemimpinan, komunikasi, problem solving, analytical thinking serta isu lainnya yang terkait dalam perubahan iklim seperti kesetaraan gender dan partisipasi.
“Melalui Girls Leadership Programme on Climate Change 2022, kami berharap dapat memperkuat jejaring dan aksi mereka, sehingga bisa terus berkontribusi pada upaya adaptasi iklim yang lebih besar,” tandas Dini Widiastuti.
ADVERTISEMENT