3 Penyebab Gagalnya Afirmasi Positif dan Cara Mengatasinya

24 November 2022 18:05
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
3 Penyebab Gagalnya Afirmasi Positif dan Cara Mengatasinya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
3 Penyebab Gagalnya Afirmasi Positif dan Cara Mengatasinya. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Afirmasi positif kini menjadi tren yang sudah tidak asing lagi. Khususnya topik seputar afirmasi saat ini sering menjadi konten di media sosial yang dibahas oleh banyak influencer. Makanya, banyak orang mencoba cara tersebut dalam melakukan keseharian mereka.
ADVERTISEMENT
Afirmasi sendiri adalah frasa singkat yang selalu diulang untuk mengubah diri kamu jadi lebih baik. Tak sedikit orang yang melaporkan telah berhasil menggunakan metode ini untuk mewujudkan hal-hal yang diinginkan.
Akan tetapi, afirmasi positif juga tidak selalu berjalan mulus, Ladies. Akhirnya beberapa orang jadi menganggap afirmasi hanyalah kebohongan belaka. Lantas, apa sih sebenarnya yang menyebabkan gagalnya afirmasi? Nah, cari tahu jawabannya selengkapnya dalam artikel ini karena kumparanWOMAN telah merangkumnya dari Hush Your Mind.

Kesalahan yang sering dilakukan saat menerapkan afirmasi positif

Ilustrasi ibu sedang berpikir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu sedang berpikir. Foto: Shutter Stock
Ini beberapa kesalahan yang harus kamu hindari untuk membantu mewujudkan berbagai afirmasi positif dalam hidup.

1. Terlalu cepat menyerah

Menurut Louise Hay, seorang penulis motivasi asal Amerika Serikat, sebaiknya afirmasi positif tidak hanya diulang atau dipikirkan, tapi kamu juga harus merasa lebih nyaman dengan afirmasi-afirmasi tadi. Jika tidak, maka kamu akan merasa putus asa karena telah membohongi diri sendiri.
ADVERTISEMENT
Afirmasi menjadi hal yang rumit bagi orang yang punya kritik batin atau self-criticism. Itulah yang menyebabkan afirmasi menjadi gagal, yaitu terlalu mudah menyerah akibat afirmasi tidak sesuai dengan kata hati kamu.

2. Menggunakan afirmasi yang berbeda setiap harinya

Ilustrasi afirmasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi afirmasi. Foto: Shutterstock
Menerapkan afirmasi yang berbeda-beda setiap harinya sama seperti bekerja dengan berbagai macam proyek dalam satu waktu, Ladies. Oleh karena itu, pikiran dan energi kamu akan banyak terkuras tapi tidak bisa fokus pada afirmasi-afirmasi tersebut. Bila afirmasi kamu ingin berjalan mulus, cobalah untuk fokus pada satu afirmasi sampai kamu berhasil mewujudkannya.
Perlu dicatat, agar efektif, kamu juga bisa menggunakan afirmasi yang sama setidaknya dalam jangka waktu 30 hari.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

3. Kurangnya fokus pada afirmasi

Ladies, sudah rajin menerapkan afirmasi tapi belum berhasil juga? Ini bisa berarti kamu tidak memfokuskan atensi sepenuhnya pada afirmasi. Seringkali, orang mudah untuk terganggu dengan lingkungan sekitar atau pikiran diri sendiri yang menyebabkan kegagalan afirmasi. Saat kamu sudah bisa mengendalikan fokus terhadap afirmasi, kamu akan menguasai manifestasi dan impian mulai terwujud.
ADVERTISEMENT

Tips agar afirmasi positif dapat berhasil

Ilustrasi berpikir. Foto: Cast Of Thousands/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berpikir. Foto: Cast Of Thousands/Shutterstock
Ladies, yuk simak tips menerapkan afirmasi positif agar berhasil. Berikut langkah-langkahnya.

1. Pilih tempat yang sepi

Posisikan diri senyaman mungkin ya, Ladies. Bisa di sofa rumah, di kursi kantor, tempat tidur, maupun tempat lain yang kamu suka. Pastikan diri cukup tenang sehingga kamu bisa mendengar pikiran diri sendiri.

2. Pilih afirmasi positif

Sebelum mulai, pilih terlebih dahulu afirmasi positif. Misalnya: “Saya mencintai dan menerima diri saya sendiri, saya cantik, saya layak, saya percaya diri.”

3. Ucapkan afirmasi positif

 Ilustrasi perempuan sedang melakukan meditasi di kantor. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan sedang melakukan meditasi di kantor. Foto: Shutter Stock
Ladies bisa mengatakan afirmasi dalam pikiran saja atau dengan lantang. Menulis juga bisa menjadi pilihan jika kamu menyukainya. Biasanya, ada yang suka sambil melihat diri sendiri di cermin sambil menyebutkan afirmasi.

4. Amati pikiran

Setelah mengucapkan afirmasi, amatilah setiap pikiran, emosi, gambaran atau sensasi fisik yang muncul. Kamu hanya perlu memperhatikan setiap perlawanan yang muncul.
ADVERTISEMENT

5. Biarkan pikiran mengalir dan fokus

Menolak pikiran dan emosi negatif justru akan semakin menghambat afirmasi positif lho, Ladies. Jadi biarkan saja pikiran kamu mengalir dengan natural.

6. Renungkan mengapa afirmasi positif tidak sesuai

Produk yang unik dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Produk yang unik dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. Foto: Shutterstock
Cobalah tanyakan pada diri kamu, mengapa tidak cukup baik untuk menerima afirmasi positif. Pertimbangkan saat diri kamu merasa di titik terendah. Kamu bisa bisa merenungkan mengapa diri kamu meragukan afirmasi tadi, bisa dari hubungan dengan orang sekitar. Misalnya kamu diperlakukan kurang baik oleh orang tua, guru atau teman sekelas yang pernah bully kamu.

7. Terima luka di masa lalu

Sakit pasti rasanya, tapi bertahan dengan trauma luka di masa lalu justru akan semakin parah. Kamu boleh lho menangis dengan kencang dan meluapkan emosi kamu atas luka di masa lalu. Selain itu, kamu juga bisa mencoba berbagai metode lainnya untuk menyembuhkan luka masa lalu.
ADVERTISEMENT