Ilustrasi Bisnis

4 Kesalahan Memulai Bisnis Fashion yang Sering Dilakukan Pemula

29 Oktober 2020 10:38
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
4 Kesalahan Memulai Bisnis Fashion yang Sering Dilakukan Pemula. Foto: Shutetrstock
zoom-in-whitePerbesar
4 Kesalahan Memulai Bisnis Fashion yang Sering Dilakukan Pemula. Foto: Shutetrstock
ADVERTISEMENT
Memulai bisnis, terutama di industri fashion bukanlah hal yang mudah. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Para pemula yang ingin memulai bisnis fashion harus bijak mengambil setiap langkah agar usaha yang dibangun tidak membuat kerugian.
ADVERTISEMENT
Dalam acara Festival UMKM yang digelar pada 26-28 Oktober lalu, kumparan turut mengundang desainer Didiet Maulana sebagai salah satu pembicara dalam webinar bertemakan 'Cara Memulai Bisnis Fashion untuk Milenial'. Sebagai entrepreneur mentor dan founder IKAT Indonesia, Didiet membagikan beberapa ilmu berbisnis fashion. Salah satunya adalah mengenai kesalahan yang sering dilakukan pemula untuk membantu kamu yang ingin memulai usaha.
Desainer Didiet Maulana dalam acara Festival UMKM kumparan Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Desainer Didiet Maulana dalam acara Festival UMKM kumparan Foto: kumparan
Agar tahu apa saja kesalahan tersebut, kumparanWOMAN telah merangkumnya untuk kamu. Simak selengkapnya berikut ini.

1. Tidak melakukan riset

Lakukan riset sebelum memulai bisnis. Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Lakukan riset sebelum memulai bisnis. Foto: Dok. Shutterstock
Dalam memulai bisnis, menentukan target market adalah salah satu unsur paling penting. Menurut Didiet, seringnya para pemula ingin segera merealisasikan keinginannya untuk berbisnis saja tapi luput melakukan riset. Terutama riset mengenai target market. Alhasil di tengah jalan mereka kehilangan arah dan produk fashion yang dibuat tidak konsisten.
ADVERTISEMENT
“Seringnya para pemula skip melakukan riset soal target market, padahal ini sangat penting. Jangan lupa riset tentang demand agar teman-teman tidak salah arah. Misalnya mau bikin baju target milenial, tapi harga tinggi sekali, jadi tidak masuk. Harus ada riset harga, target market,” ungkap Didiet.

2. Tidak melakukan perencanaan

Lakukan perencanaan dengan matang. Foto: Dok. Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Lakukan perencanaan dengan matang. Foto: Dok. Pixabay
Kesalahan kedua yang banyak dilakukan oleh pemula adalah perencanaan yang kurang matang. Menurutnya, banyak orang yang langsung lompat memikirkan marketing, kolaborasi, promosi, tapi tidak memikirkan perencanaan seperti bahan apa yang mau dipakai, beli kancing dan benang jahit dimana dan lain sebagainya.
“Tahap perencanaan ini penting karena di tahap ini kita akan memikirkan agar produknya sesuai dengan karakter yang kita punya,” jelasnya.

3. Tidak percaya diri

Percaya diri dengan produk fashion yang dibuat. Foto: Shutetrstock
zoom-in-whitePerbesar
Percaya diri dengan produk fashion yang dibuat. Foto: Shutetrstock
Hal berikutnya adalah terkait dengan rasa percaya diri yang dimiliki para pemula. Didiet mengamati bahwa banyak yang kurang percaya diri dengan produknya. Alhasil mereka terpaksa memasang harga rendah karena merasa produknya kurang bagus, padahal kenyataannya belum tentu seperti itu.
ADVERTISEMENT
“Jadi pentingnya tahu perencanaan itu salah satunya adalah untuk bisa menentukan value dari produk yang dibuat. Kalau tidak tahu dan terlanjur pasang harga rendah, nanti kalau bisnis sudah jalan kita akan sangat kesulitan untuk menaikkan harga,” tuturnya.

4. Tidak memaksimalkan modal

Maksimalkan modal agar bisnis lancar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Maksimalkan modal agar bisnis lancar. Foto: Shutterstock
Modal juga menjadi unsur penting dalam memulai bisnis. Tanpa adanya modal, kamu akan kesulitan untuk memberi bahan-bahan pembuatan produk fashion. Oleh karena itu, kalau sudah memiliki modal kita juga harus bisa menggunakannya dengan bijak. Jadi jangan tergoda dengan banyaknya modal yang dimiliki lalu menggunakannya tanpa memikirkan jangka panjang.
Didiet menyarankan supaya kamu sebisa mungkin meminimalisir pengeluaran. “Usahakan setiap bulan biaya pengeluaran itu diperkecil. Perbanyak melakukan produksi dengan mengandalkan outsourcing supaya tiap bulannya kita tidak bingung bayar gaji pegawai,” demikian tutup Didiet.
ADVERTISEMENT