kumparan
20 November 2019 10:43

5 Risiko Akibat Kebiasaan Malas Ganti Celana Dalam

Ilustrasi Celana Dalam
Tips memakai celana dalam agar vagina tetap sehat. Foto: Shuutterstock
Meski terlihat sepele, namun menjaga kebersihan celana dalam adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap orang. Bagaimana tidak, celana dalam sangat rentan kotor karena dipakai di area kulit yang mengandung bakteri Escherichia coli (E.Coli).
ADVERTISEMENT
Sayangnya, mungkin ada saja di antara kita yang jarang mengganti celana dalam karena beberapa alasan; seperti malas hingga terbatasnya stok celana dalam. Namun, jika kebiasaan ini rutin dilakukan bisa menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan.
Lalu, risiko kesehatan apa saja yang akan terjadi jika Anda jarang mengganti celana dalam? Melansir Bustle, berikut kumparanWOMAN rangkum informasinya untuk Anda.
1. Timbul rasa gatal di area genital
Hal pertama yang akan terjadi jika Anda malas mengganti celana dalam adalah timbulnya rasa gatal di area genital. Hal itu terjadi karena adanya penumpukan bakteri pada celana dalam yang berpindah ke bagian kulit vagina, sehingga menyebabkan rasa gatal.
Meskipun efek ini bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan, namun jika kondisi ini terus dibiarkan bisa menyebabkan iritasi yang lebih serius.
ADVERTISEMENT
2. Muncul ruam pada kulit
Selain menyebabkan rasa gatal, ternyata jarang mengganti celana dalam juga bisa menyebabkan munculnya ruam, benjolan, hingga kemerahan di area genital.
Caleb Backe, ahli kesehatan dan kebugaran dari Maple Holistics saat diwawancarai Bustle, menyebut kondisi tersebut sama halnya dengan kulit wajah yang harus tetap bersih dan terhindar dari kotoran.
“Karena itu, pastikan untuk mengganti pakaian dalam secara rutin karena berisiko terjadinya penumpukkan kotoran, bakteri, hingga minyak yang menyebabkan ruam, benjolan, kemerahan, hingga iritasi,” tambahnya.
Ilustrasi Celana Dalam
Pilih celana dalam berbahan katun. Foto: Shutterstock
3. Timbul bau tak sedap
Menurut Dr. Michael Reitano, ahli kesehatan seksual asal Roman saat diwawancarai Bustle, risiko lain yang akan terjadi jika Anda jarang mengganti celana dalam adalah timbulnya bau tak sedap di area vagina.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Dr. Michael Reitano menyebut kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan kotoran dan bakteri di celana dalam yang menciptakan bau tak sedap. Aroma ini menurutnya akan lebih tajam jika Anda mengalami keputihan.
4. Munculnya infeksi jamur
Risiko selanjutnya yang akan terjadi jika Anda tidak rutin mengganti pakaian dalam adalah munculnya infeksi jamur. Menurut Dr. Michael Reitano, kondisi ini terjadi karena organ intim yang lembap disertai banyaknya kuman dan bakteri di celana bisa mendukung tumbuhnya jamur dengan baik.
5. Berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang perempuan. Biasanya ditandai dengan sering buang air kecil (anyang-anyangan), nyeri saat kencing, urin keruh atau berbau, hingga nanah atau darah dalam urin.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini biasanya disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah malas mengganti celana dalam. Disebut demikian, karena menurut Dr. Michael Reitano, bakteri atau partikel kotoran yang menumpuk bisa masuk ke saluran kemih dan menyebabkan ISK.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan