Woman
·
14 Januari 2021 19:09

9 Fakta Mantan Istri Pewaris Gucci yang Jadi Pembunuh karena Cemburu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
9 Fakta Mantan Istri Pewaris Gucci yang Jadi Pembunuh karena Cemburu (68457)
Patrizia Reggiani, Mantan Istri Pewaris Gucci yang Jadi Pembunuh karena Cemburu. Foto: dok. Instagram
Ladies, sebagian dari kamu mungkin sudah sangat akrab dengan brand rumah mode Gucci. Brand fashion asal Italia ini memang memiliki daya tarik tersendiri yang membuat setiap koleksinya dinanti dan diinginkan oleh para pencinta fashion.
ADVERTISEMENT
Namun di balik koleksi-koleksinya yang dikagumi, ada banyak skandal yang menyelimuti keluarga pendiri Gucci. Salah satunya adalah soal pembunuhan Maurizio Gucci, mantan pimpinan sekaligus salah satu pewaris kekayaan rumah mode Gucci. Selain merupakan cucu dari sang pendiri rumah mode Gucci, Guccio Gucci, Maurizio juga merupakan keturunan keluarga Gucci terakhir yang memimpin brand asal Italia ini sebelum akhirnya dijual ke pihak lain.
Pada 1995 Maurizio Gucci dibunuh oleh mantan istrinya, Patrizia Reggiani. Sang sosialita Italia yang saat itu berusia 47 tahun menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa mantan suaminya. Ia marah dan merasa dendam karena Maurizio meninggalkannya untuk bersama perempuan lain. Ia juga frustasi karena tidak mendapatkan uang perceraian sesuai dengan keinginannya.
ADVERTISEMENT
Skandal ini sempat menghebohkan Italia dan dunia fashion. Pasalnya pembunuhan Maurizio menjadi kasus yang cukup misterius karena selama dua tahun pihak kepolisian tidak bisa mengidentifikasi secara langsung siapa tersangka dan motifnya. Awalnya pihak kepolisian setempat menduga bahwa kematian Maurizio disebabkan oleh perseteruan keluarga Gucci dengan pihak lain karena mereka terkenal memiliki banyak musuh.
Namun setelah mendapatkan keterangan dari saksi, pada 1997, polisi menangkap Patrizia dan tiga orang lainnya yang terlibat. Akibat perbuatannya itu, Patrizia dihukum penjara selama 26 tahun, namun dibebaskan setelah menjalani 16 tahun masa tahanan. Ia dibebaskan lebih awal karena berkelakuan baik.
9 Fakta Mantan Istri Pewaris Gucci yang Jadi Pembunuh karena Cemburu (68458)
Patrizia Reggiani, mantan istri Maurizio Gucci Foto: Reuters
Pada 2019 lalu, sutradara Ridley Scott mengumumkan bahwa ia akan menggarap film yang bercerita tentang pernikahan Patrizia dan tentang pembunuhan mantan suaminya. Pada April 2020 lalu, pihak Ridley juga mengumumkan bahwa musisi sekaligus aktor Lady Gaga akan memerankan Patrizia Reggiani.
ADVERTISEMENT
Untuk kamu yang penasaran dengan sosok Patrizia Reggiani, kumparanWOMAN telah merangkum beberapa fakta menarik mengenai dirinya. Dilansir dari berbagai sumber, simak selengkapnya berikut ini.

1. Menjadi bagian dari keluarga Gucci sejak 1973

Dalam wawancara dengan The Guardian, Patrizia mengaku ia bertemu Maurizio di sebuah pesta dan Maurizio jatuh cinta padanya.
"Dia sangat jatuh cinta padaku karena aku sangat menarik dan berbeda," ungkap Patrizia seperti dikutip dari The Guardian.
Patrizia dan Maurizio kemudian menikah pada 1972 saat keduanya berusia 24 tahun. Sejak saat itu pun Patrizia resmi menjadi bagian keluarga Gucci yang bisa dikatakan sebagai salah satu keluarga paling elit di Italia. Selama pernikahan mereka, Patrizia dan Maurizio dikarunia dua putri, Allegra and Alessandra.

2. Berasal dari keluarga kaya raya meskipun bukan kalangan elit

Lahir di kota kecil bernama Vignola di Italia, ibu Patrizia adalah seorang pelayan dan ayahnya bekerja di bidang transportasi dan cukup kaya raya.
ADVERTISEMENT
Keluarganya termasuk salah satu orang kaya raya namun tidak masuk dalam komunitas sosialita elit di Milan. Saat masih muda, Patrizia sudah tertarik dengan barang-barang mewah. Ia sering dibelikan mantel bulu dan mobil mewah oleh ayahnya. Dari koleksi-koleksinya itu Patrizia kemudian mulai memiliki koneksi dengan para sosialita elit. Pernikahannya dengan Maurizio Gucci kemudian mengubah posisinya. Ia pun menjadi salah satu sosialita paling terkenal dan dihormati di kalangan elit Italia.

3. Terlibat dalam bisnis Gucci

Sebagai menantu dari pemilik brand Gucci, Patrizia menyebut bahwa dirinya cukup terlibat dalam bisnis keluarga tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ia menjadi penasihat bagi suaminya dalam segala hal yang menyangkut bisnis Gucci.

4. Membunuh mantan suaminya karena cemburu

Alasan utama Patrizia ingin membunuh Maurizio adalah karena ia marah besar sebab mantan suaminya itu meninggalkan dirinya untuk bersama perempuan lain.
9 Fakta Mantan Istri Pewaris Gucci yang Jadi Pembunuh karena Cemburu (68459)
Patrizia Reggiani (tengah), mantan istri Maurizio Gucci. Foto: Reuters
Tak hanya itu, ia juga meminta uang perceraian lebih banyak. The Guardian menyebutkan, sebelumnya ia telah ditawari uang sejumlah 2.5 juta pound sterling atau sekitar Rp 47 miliaran (menurut kurs hari ini) dan uang tahunan sebesar 650 ribu pound sterling atau sekitar Rp 12 miliaran (menurut kurs hari ini).
ADVERTISEMENT
Tetapi ia tidak terima dan meminta uang setidaknya 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 14 miliaran (menurut kurs hari ini) per tahun. Patrizia juga mengaku khawatir anak-anaknya terancam tidak mendapat warisan kalau Maurizio menikah lagi. Hal inilah yang kemudian mendorong Patrizia untuk membunuh suaminya.

5. Memiliki dua orang putri yang tak mau lagi berhubungan dengannya

Dari hasil pernikahannya dengan Maurizio, Patrizia dikaruniai dua orang anak, yaitu Alessandra dan Allegra Gucci. Dilansir Medium, kedua anaknya tersebut sudah memutus hubungan dengan Patrizia. Mereka bahkan tidak mengizinkan ibunya untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Lebih dari itu, Alessandra dan Allegra yang mewarisi sejumlah kekayaan ayahnya juga tidak mau lagi mendukung sang ibu secara finansial.
ADVERTISEMENT

6. Dijuluki Black Widow dan sebagai Liz Taylor versi Italia

Sebagai sosialita terkenal di Italia, Patrizia mendapat dijuluki sebagai Liz Taylor versi Italia oleh orang-orang di sekitarnya. New York Times melaporkan sebutan tersebut diberikan pada Patrizia lantaran ia memiliki mata berwarna keunguan mirip seperti Liz Taylor, aktris senior pemeran Cleopatra di Hollywood.
Selain itu, postur tubuh dan kecintaannya terhadap perhiasan juga disebut-sebut mirip dengan Liz Taylor.
Namun julukan tersebut berubah selama ia menjalani masa persidangan pembunuhan mantan suaminya. Media lokal Italia menyebutnya sebagai Black Widow.

7. Terkenal dengan gaya hidup mewah dan glamor

Selama menikah dengan Maurizio Gucci, Patrizia dikenal sebagai sosok sosialita elit dan pencinta fashion kelas atas di Italia. Ia merupakan perempuan yang menikmati kehidupan mewah bergelimang harta.
ADVERTISEMENT
Bahkan selama menjalani persidangan untuk kasus pembunuhan suaminya Patrizia tetap tampil mewah dan glamor. Ia mengenakan busana dari Gucci mulai dari baju, aksesori, hingga sepatu.

8. Pernah menolak pembebasan bersyarat karena takut disuruh bekerja

Setelah didakwa 26 tahun penjara dalam proses banding, Patrizia diharuskan untuk mencari pekerjaan sebagai syarat pembebasan bersyaratnya. Pada 2011, ia pernah ditawari untuk bebas lebih cepat, namun Patrizia menolak. Menurut laporan media Italia, ia tak mau bebas bersyarat karena takut disuruh bekerja.
Sebagai sosialita elit dan orang kaya sejak kecil, tentu saja Patrizia tidak pernah bekerja. Meski di Gucci ia pernah berstatus sebagai penasihat pribadi Maurizio, namun bukan berarti ia harus bekerja di kantor seperti karyawan Gucci lainnya.
ADVERTISEMENT
"Seumur hidup aku tidak pernah bekerja dan aku tidak mau melakukan itu sekarang," ungkapnya kepada pengacaranya kala itu seperti dikutip dari The Guardian.
Namun pada akhirnya setelah bebas ia bekerja sebagai konsultan desain di perusahaan perhiasan Milan, Bozart, sejak 2014.

9. Pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan tali sepatu

Setelah melewati masa persidangan yang cukup panjang, pada 2000 pengadilan banding di Milan, Italia, mengurangi jumlah masa tahanan Patrizia dari 29 tahun menjadi 26 tahun penjara. Di tahun yang sama, tampaknya Patrizia mengalami masa-masa terberat dalam hidupnya. Kabarnya ia sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan gantung diri menggunakan tali sepatu. Namun nyawanya berhasil diselamatkan.