kumparan
13 Jul 2019 11:28 WIB

Arab Saudi Akan Hapus Sistem Perwalian yang Larang Perempuan Traveling

Ilustrasi perempuan berhijab Foto: Thinkstock
Angin segar kembali datang untuk para perempuan Arab Saudi. Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Arab Saudi berhasil meniadakan larangan perempuan untuk mengemudi dan memperbolehkan perempuan menonton pertandingan sepak bola di stadium publik, tahun ini pemerintah Arab Saudi berencana untuk menghapus sistem guardianship atau perwalian yang melarang perempuan untuk bepergian jika tidak memiliki izin dari walinya.
ADVERTISEMENT
Selama ini, Arab Saudi memang dikenal sebagai negara yang memiliki banyak peraturan untuk perempuan. Salah satunya adalah 'guardianship system' yang harus dipatuhi oleh semua perempuan. Guardianship system atau sistem perwalian sendiri merupakan sebuah sistem perwalian yang memberikan kekuasaan yang cukup besar kepada laki-laki atas seorang perempuan.
Wanita menyetir di Arab Saudi. Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed
Perempuan Arab Saudi diwajibkan memiliki wali laki-laki yang biasanya meliputi ayah, suami, paman, saudara laki-laki, atau anak laki-laki. Sistem perwalian ini membuat laki-laki mendapatkan kendali penuh atas apapun yang dilakukan perempuan, termasuk kapan dan dimana perempuan dapat bepergian dan siapa yang bisa mereka nikahi.
Penghapusan sistem perwalian ini dilakukan pemerintah Arab Saudi dalam upaya mengurangi dominasi laki-laki yang sudah begitu mengakar di negara mereka. Menurut laporan dari Wall Street Journal, rencana baru pemerintah tersebut nantinya akan memperbolehkan perempuan dan laki-laki di atas usia 18 tahun untuk bisa bepergian meninggalkan negara tanpa persetujuan dari anggota keluarga laki-laki yang ditunjuk sebagai wali.
ADVERTISEMENT
Sistem perwalian ini dianggap sangat merugikan perempuan karena menyebabkan kebanyakan perempuan di Arab Saudi yang telah menikah tidak mengetahui kapan mereka dicerai karena sang suami hanya berbicara kepada walinya saja dan sang wali tidak memberitahukan hal ini kepada sang istri.
Lebih parahnya lagi, peraturan perwalian ini telah membuat Bethany Vierra (31), seorang perempuan asal Amerika Serikat terjebak di Arab Saudi.
Di tahun 2011, ia menikah dengan pebisnis Arab Saudi dan memiliki seorang anak. Pernikahan mereka tersebut secara otomatis membuat sang suami menjadi wali resmi dari Bethany. Setelah beberapa tahun berselang, Bethany pun memutuskan untuk bercerai lantaran sang suami tak bisa lagi memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami.
Wanita menyetir di Arab Saudi. Foto: REUTERS/Faisal Al Nasser
Karena adanya sistem perwalian di Arab Saudi, setelah resmi bercerai Bethany tidak mendapat izin untuk bepergian ke luar negeri, menikah, dan mengakses tabungannya di bank karena sang suami telah membiarkan masa tinggal Bethany di Arab Saudi expire atau berakhir pada Februari 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
Kejadian tersebut disebut-sebut telah menjadi salah satu faktor yang membuat pemerintah Arab Saudi kemudian mengusulkan rencana penghapusan guardianship system atau sistem perwalian di negara mereka.
Sayangnya, sejauh ini rencana penghapusan peraturan tersebut baru memberikan kebebasan perempuan untuk traveling saja. Sedangkan hukum lama yang mengatur soal kewajiban perempuan untuk izin kepada walinya saat akan menikah masih akan tetap berjalan seperti biasa.
Perempuan diizinkan masuk stadion di Arab Saudi Foto: Reuters/Faisal Al Nasser
“Tidak perlu dipertanyakan lagi jika kepemimpinan, pemerintah, dan masyarakat ingin melihat sistem (perwalian) ini berubah. Diskusi yang kami lakukan saat ini adalah bagaimana caranya mewujudkan rencana ini secepat mungkin tanpa menimbulkan pertentangan,” ungkap salah seorang anggota keluarga kerajaan Arab Saudi kepada media seperti dikutip dari ELLE.
Bagimana pendapat Anda tentang hal ini?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan