Woman
·
14 September 2020 20:29

Fakta Seputar Menstruasi di Masa Pandemi Menurut UNICEF dan UNFPA

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Fakta Seputar Menstruasi di Masa Pandemi Menurut UNICEF dan UNFPA (5732)
Ilustrasi menstruasi. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Pandemi memang membuat masyarakat di seluruh dunia mengalami kesulitan di berbagai aspek kehidupan. Ada yang sulit mendapat akses layanan kesehatan dan ada juga yang sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebersihan. Hal ini ternyata juga dirasakan oleh para perempuan, terutama yang sudah mengalami masa menstruasi. Mulai dari stres yang meningkat, bahkan terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan mendapat layanan kesehatan dan kebersihan menstruasi.
ADVERTISEMENT
Masalah tersebut rupanya menjadi perhatian sejumlah lembaga, seperti United Nations Children's Fund (UNICEF) dan United Nations Fund for Population Activities (UNFPA). Kedua lembaga ini bekerja sama merilis sebuah artikel yang menyatakan sejumlah fakta seputar menarik dan memprihatinkan terkait menstruasi selama pandemi, salah satunya terkait kesulitan akses layanan kesehatan dan kebersihan tersebut.
Apa saja fakta-fakta yang patut diketahui tersebut? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Mitos terkait menstruasi yang dikaitkan dengan pandemi Corona

Ladies, ternyata stigma tentang menstruasi masih sering ditemui di dunia, salah satunya adalah China. Di negara tersebut beredar informasi yang mengatakan kalau menstruasi bisa membuat seseorang rentan terhadap virus corona. Tentu saja, hal ini hanyalah mitos karena belum ada bukti yang membenarkan rumor ini. Sama halnya dengan informasi yang tersebar di Tanzania, disebutkan kalau menstruasi merupakan salah satu gejala COVID-19.
Fakta Seputar Menstruasi di Masa Pandemi Menurut UNICEF dan UNFPA (5733)
Ilustrasi menstruasi. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Selain mitos, ada juga beberapa daerah yang menerapkan tradisi khusus bagi perempuan yang menstruasi. Ada yang mengharuskan perempuan untuk tinggal di gubuk selama siklus menstruasi, bahkan menstruasi disebut bisa mencemari sumber air dan toilet. Hal ini membuat para perempuan mengalami perlakuan yang berbeda dan justru membahayakan kesehatan dan kebersihan mereka. Namun menurut UNICEF dan UNFPA, pandemi ini membuat sejumlah tempat, seperti Nepal, lebih memprioritaskan pencegahan COVID-19 dibanding tradisi tersebut.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui, menstruasi merupakan kondisi yang sehat dan normal untuk dialami oleh perempuan. Justru fakta yang tidak bisa dimungkiri adalah pandemi ini justru membuat stres semakin meningkat sehingga memengaruhi siklus menstruasi dan gejala pre menstrual syndrome (PMS).

Menjaga kesehatan menstruasi sama dengan mencegah virus corona

Krisis yang dialami selama pandemi membuat sejumlah persediaan kesehatan habis. Hal ini juga menyebabkan perempuan kesulitan mendapatkan akses memperoleh pembalut, tampon, dan keperluan menstruasi lainnya. Bahkan China juga sempat tidak menjadikan pembalut sebagai salah satu persediaan yang penting saat terjadi pandemi. Menurut UNICEF dan UNFPA, barang tersebut seharusnya menjadi perhatian oleh pemerintah di setiap negara untuk menjamin kesehatan dan kebersihan menstruasi pada perempuan.
Fakta Seputar Menstruasi di Masa Pandemi Menurut UNICEF dan UNFPA (5734)
Ilustrasi pembalut berpewangi Foto: Shutterstock
Selain ketersediaan pembalut, layanan air juga merupakan hal penting untuk menjaga kebersihan menstruasi. Bila perempuan menjaga kesehatan dan kebersihan, hal ini juga bisa membantu mereka melakukan pencegahan dan penyebaran COVID-19.
ADVERTISEMENT

Kesehatan saat menstruasi bagi tenaga kesehatan di seluruh dunia

Sebanyak 70% tenaga kesehatan di dunia adalah perempuan. Akibat pandemi, mereka menjadi harus bekerja di bawah tekanan dalam waktu berjam-jam sehingga perlu juga mendapatkan layanan untuk kebutuhan kesehatan menstruasi. Perempuan yang bertugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) disebut juga mengalami kendala saat bertugas, terutama dalam hal kebersihan sehingga membutuhkan produk sanitasi yang memadai.
Selain tenaga kesehatan, orang-orang di rumah sakit dan pusat karantina juga biasanya sulit memperoleh produk kebersihan menstruasi untuk diri sendiri. Oleh karena itu, UNICEF dan UNFPA mengatakan kalau penyedia fasilitas harus memastikan setiap orang memeroleh layanan yang memadai.

Ancaman hak perempuan di masa pandemi

Fakta Seputar Menstruasi di Masa Pandemi Menurut UNICEF dan UNFPA (5735)
com-Ilustrasi wanita sedang menstruasi Foto: shutterstock
Ternyata pandemi juga dapat mengancam hak perempuan, terutama terkait menstruasi. Hal ini dikarenakan akses ke layanan dan informasi kesehatan reproduksi dan seksual menurun selama pandemi. Laporan UNICEF dan UNFPA ini mengatakan bahwa tahun lalu diadakan 726 acara di 74 negara saat memeringati Hari Kebersihan Menstruasi. Kegiatan tersebut mendukung hak perempuan, serta berusaha memberantas stigma yang beredar terkait menstruasi. Namun, peristiwa pandemi ini membuat kegiatan tersebut tidak mungkin dilakukan.
ADVERTISEMENT
Kesulitan tersebut juga dipengaruhi oleh kesulitan akses internet dan kemampuan membaca yang rendah. Masalah ini membuat setiap lembaga dan organisasi perlu mencari cara kreatif untuk bisa terus mengedukasi masyarakat. Adapun salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menghilangkan rumor dan stigma tentang menstruasi.
Penulis: Adinda Cindy