Woman
·
16 September 2021 17:25
·
waktu baca 3 menit

Ilmuwan Perempuan RI Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh 2021

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ilmuwan Perempuan RI Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh 2021 (146027)
searchPerbesar
Adi Utarini. Foto: Instagram/@adiutarinimusik
Majalah Time baru-baru ini merilis daftar The 100 Most Influential People of 2021 atau 100 Orang Paling Berpengaruh 2021. Nama-nama besar seperti Pangeran Harry dan Meghan Markle, Presiden AS Joe Biden, hingga CEO Tesla Elon Musk pun masuk ke dalam daftar.
ADVERTISEMENT
Menariknya, ada satu sosok perempuan asal Indonesia yang masuk ke dalam daftar tersebut. Ia adalah Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D atau Adi Utarini.
Dalam daftar tersebut, perempuan yang juga merupakan akademisi di Universitas Gadjah Mada itu masuk dalam kategori pioneer, bersama dengan penyanyi, Billie Eilish, dan pesenam artistik asal AS, Sunisa Lee. Selain itu, Adi juga diketahui menjadi satu-satunya orang Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar bergengsi tersebut.
Ilmuwan Perempuan RI Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh 2021 (146028)
searchPerbesar
Adi Utarini. Foto: Instagram/@adiutarinimusik
Ulasan tentang Adi di Majalah Time sendiri ditulis langsung oleh Melinda Gates, salah satu perempuan terkaya di dunia yang juga aktif dalam kegiatan filantropi. Dalam esainya, Melinda menulis tentang prestasi Adi dalam mengatasi penyakit demam berdarah (DBD).
Sampai saat ini, demam berdarah masih menjadi masalah global bagi dunia kesehatan. Tingkat penularannya pun masih tergolong tinggi, dibandingkan penyakit lainnya. Demam berdarah juga memengaruhi hampir 400 juta orang setiap tahunnya, sehingga disebut WHO sebagai salah satu dari 10 ancaman terbesar bagi kesehatan dunia.
Ilmuwan Perempuan RI Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh 2021 (146029)
searchPerbesar
Adi Utarini. Foto: Instagram/@adiutarinimusik
Namun, Adi berhasil memberikan terobosan hebat dalam dunia sains dan kesehatan lewat penelitiannya bersama tim peneliti internasional dari World Mosquito Program. Adi diketahui menginokulasi nyamuk dengan Wolbachia, bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia namun bisa mencegah nyamuk menularkan demam berdarah melalui gigitannya.
ADVERTISEMENT
“Sebuah studi terobosan yang dia bantu pimpin adalah yang pertama membuktikan teknik ini berhasil menurunkan tingkat penyakit di lingkungan masyarakat,” tulis Melinda dalam esai singkatnya, seperti dikutip dari Time.
Selain itu, Melinda juga memuji pendekatan Adi dalam meyakinkan masyarakat sekitar untuk melepaskan sekawanan nyamuk di lingkungan tersebut sebagai bahan penelitian. Menurut Melinda, hal ini pun jadi bukti bahwa Adi memiliki pengaruh dan kepercayaan yang cukup besar dari komunitas sekitarnya.

Adi Utarini pernah dibanggakan Presiden Jokowi

Nama Adi Utarini sendiri tidaklah asing. Sosoknya pernah dibanggakan Presiden Jokowi dalam salah satu unggahan di akun Instagramnya pada akhir Desember 2020. Saat itu, Presiden Jokowi membanggakan prestasi serta keberhasilan Adi yang masuk ke dalam daftar Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020 dari jurnal Nature.
ADVERTISEMENT
“Saya ikut bangga dan sangat mengapresiasi prestasi serta sumbangsih Ibu Prof. Adi Utarini. Semoga menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk semakin giat menekuni ilmu pengetahuan dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan kehidupan umat manusia,” tulis Presiden Jokowi dalam keterangan di unggahan fotonya.
Dalam unggahan tersebut, Presiden Jokowi juga menuliskan bahwa Adi Utarini atau yang akrab disapa Prof Uut berhasil mengurangi kasus demam berdarah hingga 77 persen di beberapa kota besar di Indonesia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020