Woman
·
11 Juni 2021 13:04
·
waktu baca 5 menit

Jangan Cuek, Lakukan 5 Hal Ini Kalau Melihat Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jangan Cuek, Lakukan 5 Hal Ini Kalau Melihat Pelecehan Seksual di Ruang Publik (135231)
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Maulana Saputra/kumparan
Baru-baru ini mencuat kabar Gofar Hilman diduga melakukan pelecehan seksual di ruang publik. Hal ini diungkap oleh pemilik akun Twitter @quweenjojo, perempuan yang mengaku menjadi korban. Lewat sebuah thread, ia menceritakan kronologi kejadian pelecehan seksual tersebut.
ADVERTISEMENT
Pemilik akun Twitter @quweenjojo mengatakan bahwa pelecehan tersebut terjadi pada Agustus 2018. Saat itu, ia menghadiri acara di Malang, Jawa Timur, di mana Gofar Hilman menjadi bintang tamu di sana.
Setelah acara selesai, ia menghampiri Gofar dan mengajaknya untuk membuat video Instagram Story. Kemudian, Gofar tiba-tiba memeluknya erat dari belakang. "Setelah selesai rekam video bareng dia, tangan dia tiba-tiba peluk gue dari belakang. Gue mulai bingung harus gimana karena pelukannya kok kenceng banget? Gue pakai dress selutut, tangan Gofar tiba-tiba masuk ke baju gue. Satu tangan dari atas, satu lagi dari bawah. Gue shock," tulis akun @quweenjojo.
Selain tuduhan terhadap aksi Gofar tersebut, hal yang juga meresahkan dari kasus ini adalah kondisi di sekitar kejadian yang digambarkan malah terkesan mendukung Gofar.
ADVERTISEMENT
"Di situ tangan Gofar mulai mengacak-acak bagian-bagian tubuh sensitif gue. Gue minta lepas nggak didenger dan kondisinya depan gue rame banget cowok menyaksikan itu cuma teriak "Dienakin kok nggak mau?" Iya gue langsung merasa rendah banget..." ungkap akun @quweenjojo.
Jangan Cuek, Lakukan 5 Hal Ini Kalau Melihat Pelecehan Seksual di Ruang Publik (135232)
Gofar Hilman. Foto: Instagram/@pergijauh
Berkaca dari kasus Gofar Hilman ini, situasi tersebut menunjukkan banyaknya korban pelecehan seksual sering kali tidak mendapatkan bantuan ketika kejahatan terjadi. Fakta ini didukung oleh riset dari L’Oreal Paris Indonesia dengan IPSOS Indonesia yang menunjukkan 51 persen perempuan tidak dibantu saat mengalami pelecehan seksual di tempat umum.
Tak hanya itu, riset ini juga memaparkan 82 persen perempuan Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik. Angka ini ternyata lebih tinggi dari rata-rata 8 negara lain yang juga melakukan survei serupa.
ADVERTISEMENT
Hal lain yang lebih mengkhawatirkan adalah, 91 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu korban. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya pengetahuan atau pendidikan yang cukup mengenai cara melawan pelecehan seksual yang terjadi di ruang publik. Sehingga kasus seperti yang dialami akun @quweenjojo ini bisa terjadi.
Untuk bisa membantu mencegah hal ini terjadi, sebetulnya ada hal yang bisa dilakukan jika kita berada di situasi menghadapi kasus pelecehan seksual terjadi di depan mata. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan metode 5D yang diinisiasi oleh Hollaback! Jakarta untuk membantu kita dalam mengatasi street harassment.
Metode ini pun didukung oleh brand kecantikan L'oreal Paris Indonesia dalam kampanye mereka Stand Up Against Street Harassment. Melalui pelatihan online yang juga diselenggarakan bersama kumparan, masyarakat diajak untuk lebih peduli dan mau bertindak ketika melihat kasus pelecehan seksual.
ADVERTISEMENT
Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan untuk menghadapi situasi saat mengalami pelecehan atau saat menyaksikan pelecehan terjadi di tempat umum. Bagi kamu yang ingin tahu seperti apa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pelecehan seksual di ruang publik, simak selengkapnya berikut ini.

1. Dialihkan

Ladies, kita bisa menghentikan tindakan pelecehan seksual yang menimpa perempuan lainnya dengan mengalihkan situasi. Kita dapat membantu mengalihkan perhatian agar pelaku tidak terus melakukannya dan korban bisa menghindar.
Misalnya kita bisa menghampiri korban dan pura-pura kenal, lalu mengatakan pernah bertemu di suatu acara. Cara lainnya, kita bisa mengalihkan dengan bertanya jam, atau lokasi. Dengan begitu, pelaku bisa menjauh atau tidak lagi melakukan kontak dengan korban. Tak perlu khawatir kalau situasi menjadi aneh atau jika si korban menjawab dengan ragu, yang penting kita sudah berusaha menghentikan tindak pelecehan yang dilakukan pelaku.
ADVERTISEMENT

2. Dilaporkan

Kamu bisa mencari pihak berwenang, seperti satpam, guru, atau sopir (jika terjadi di transportasi umum), untuk meminta bantuan mereka. Selain itu, kamu juga bisa menghampiri korban dan bertanya tentang kondisi mereka. Lalu saat korban dan situasi sudah tenang, tanyakan pada korban apakah mereka mau menghubungi polisi untuk ditindaklanjuti atau tidak.

3. Dokumentasikan

Bisa dibilang, mendokumentasikan ini adalah cara paling mudah yang bisa kita lakukan untuk membantu korban pelecehan seksual di tempat umum. Saat sedang berada di ruang publik dan kita melihat pelecehan, kita bisa merekam kejadian tersebut diam-diam dari kejauhan. Rekam lingkungan sekitar yang bisa menunjukkan lokasi, sebutkan juga hari dan jam secara perlahan saat merekam.
Namun setelah itu jangan mengunggah video tersebut ke media sosial. Simpan dan serahkan pada korban jika mereka ingin melapor, sebab video insiden ini bisa menjadi bukti. Saat melakukan metode ini, pastikan kamu mengetahui kebijakan soal dokumentasi di ruang publik.
ADVERTISEMENT

4. Ditenangkan

Langkah yang satu ini juga sangat penting dan kadang kita lupa untuk menenangkan korban. Mereka tentu merasa takut dan shock karena mengalami pelecehan.
Jadi setelah pelaku menjauh, Ladies bisa datang menghampiri korban dan mengatakan bahwa kamu menyaksikan tindak pelecehan yang mereka alami. Kemudian tanyakan keadaan mereka, apakah mereka baik-baik saja. Tanyakan juga apakah mereka mau bercerita tentang kejadian tersebut dan langkah apa yang mau diambil. Katakan kamu bisa membantu mereka untuk melapor atau mencari tempat yang lebih aman.

5. Ditegur

Tak bisa dipungkiri, kebanyakan pelaku pelecehan seksual di ruang publik memang memanfaatkan rasa takut kita untuk menjalankan kejahatannya. Jadi apabila korban tak berani menegur, kita yang menyaksikan kejadian tersebut bisa melawan secara langsung dengan teguran kepada pelaku.
ADVERTISEMENT
Tapi sebelum melakukannya, pastikan lingkungan di sekitar cukup aman agar kita justru tidak membahayakan diri sendiri dan perempuan yang kita bantu.