Kisah Foto Kim Kardashian yang Bantu Pecahkan Kasus Pencurian Peti Mati Mesir

19 Oktober 2021 18:10
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kisah Foto Kim Kardashian yang Bantu Pecahkan Kasus Pencurian Peti Mati Mesir (18821)
zoom-in-whitePerbesar
Kim Kardashian tiba di Met Gala 2018 pada 7 Mei 2018. Foto: Angela Weiss/AFP
ADVERTISEMENT
Bintang reality show sekaligus sosialita asal AS, Kim Kardashian, kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan mengenai kabar perceraiannya, melainkan foto dirinya saat hadir di acara Met Gala pada 2018. Foto tersebut kabarnya berhasil memecahkan kasus pencurian peti mati emas Mesir yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Foto itu sendiri menampilkan bintang Keeping Up With the Kardashians tengah berpose sambil mengenakan gaun emas Versace di samping peti mati emas Nedjemankh. Peti Nedjemankh adalah peti mati berusia kurang lebih 2.100 tahun yang dipahat dari kayu dan dilapisi oleh emas. Peti ini konon merupakan tempat penyimpanan mumi seorang pendeta bernama Nedjemankh.
Dalam podcast edisi terbaru berjudul “Art Bust: Scandalous Stories of the Art World”, penulis sekaligus pakar seni asal Inggris, Ben Lewis, membahas bagaimana foto itu berperan dalam menangkap pencuri peti mati Nedjemankh dan kemudian dijual ke Metropolitan Museum of Art seharga 4 juta dolar AS (Rp 56,2 miliar) dengan dokumen palsu, demikian seperti dikutip dari New York Post.
ADVERTISEMENT

Awal mula kasus pencurian peti mati mulai terkuak

Kasus itu dikatakan mulai terkuak setelah Asisten Jaksa di Wilayah Manhattan (AS), Matthew Bogdanos, diberi tahu tentang foto Kim Kardashian yang tengah berdiri di samping peti mati Nedjemankh, oleh seorang anonim di Timur Tengah. Menurut laporan, anonim itu kesal karena jasanya saat menggali peti mati Nedjemankh tidak dibayar oleh para penjarah. Karena itulah, ia pun membocorkan informasi itu kepada Matthew Bogdanos.
Setelah Matthew Bogdanos mengetahui informasi itu, ia pun memulai penyelidikan. Sebuah penyelidikan lalu menemukan fakta bahwa para penjarah berhasil menggali peti mati itu pada 2011 di wilayah al Minya, Mesir.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Lalu, pada 2013, mereka mengirimkan peti mati itu ke Hassan Fazeli yang merupakan seorang pedagang barang antik di Sharjah, Uni Emirat Arab. Singkat cerita, Fazeli pun menjual peti itu kepada Roben Dib, manajer Galeri Dionysos di Hamburg, Jerman. Dib lalu melakukan proses restorasi peti mati dan diduga memalsukan izin ekspor Mesir yang mengatakan bahwa peti mati Nedjemankh diekspor secara legal pada 1971.
ADVERTISEMENT
Setelah di tangan Roben Dib, peti mati itu kemudian dikirim ke cendekiawan dan pedagang barang antik Prancis, Christophe Kunicki, dan rekannya Richard Semper. Meski tidak jelas apakah mereka mengetahui asal-usul peti mati tersebut, namun merekalah yang menjualnya ke Metropolitan Museum of Art dengan harga lebih dari 4 juta dolar AS (Rp 56,2 miliar).
Kisah Foto Kim Kardashian yang Bantu Pecahkan Kasus Pencurian Peti Mati Mesir (18822)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu mumi Mesir kuno yang disimpan dalam peti mati. Foto: REUTERS
Setelah kasus itu terungkap, peti mati bertatahkan emas itu akhirnya dikembalikan ke Kairo, Mesir, pada 2019. CEO Metropolitan Museum of Art, Daniel Wiss, meminta maaf kepada rakyat Mesir, terutama Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Khaled El-Enany.
“Setelah kami mengetahui bahwa museum adalah korban penipuan dan tanpa disadari berpartisipasi dalam perdagangan barang antik ilegal, kami bekerja sama dengan kantor kejaksaan untuk mengembalikannya ke Mesir,” kata Daniel Weiss dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari New York Post.
ADVERTISEMENT
“Kami berjanji akan meninjau dan merevisi proses akuisisi di masa depan,” lanjut Daniel Weiss.
Setahun kemudian, tepatnya pada Agustus 2020, pihak Kepolisian Jerman menangkap Roben Dib. Namun, menurut laporan Art Newspaper, Roben Dib berdalih bahwa dirinya tidak bersalah dan mengatakan semua dokumen ekspor itu sah.