kumparan
search-gray
Woman11 April 2020 19:32

Kisah Haru Suami yang Temani Istri Kemoterapi di Tengah Pandemi Corona

Konten Redaksi kumparan
Kisah Haru Suami yang Temani Istri Kemoterapi di Tengah Pandemi Corona (11780)
Ilustrasi menemani istri di rumah sakit. Foto: shutterstock
Pandemi Corona memang mengubah banyak hal, termasuk cara pasien berobat ke rumah sakit. Di Amerika Serikat misalnya, demi mencegah penyebaran virus Corona, sebagian RS di negara itu memperketat peraturan dan melarang pengunjung untuk masuk dan menemani pasien berobat. Hal ini juga berlaku bagi pasien yang mengalami kanker.
ADVERTISEMENT
Kelly Conner, seorang pasien asal AS tengah menjalani kemoterapi di MD Anderson Cancer Center, Houston, Texas setelah didiagnosis dengan kanker payudara pada Januari lalu. Selama itu, suaminya, Albert Conner, selalu menemaninya untuk berobat dan bertemu dengan dokter.
Akan tetapi, mulai 30 Maret, Albert tidak lagi bisa menemani Kelly. Peraturan baru dari RS membuatnya tak dapat masuk ke dalam ruangan dan menemani sang istri, seperti yang biasa dilakukannya selama ini.
"Saya merasa tidak benar kalau tak mengambil bagian dalam pengobatannya, karena saya sudah berjanji bahwa saya akan ada di setiap langkahnya. Saya merasa melanggar janji (jika tidak menemaninya)," tutur Albert kepada Good Morning America.
Namun, hal ini ternyata tak menghambat Albert untuk terus mendukung Kelly. Albert dan ketiga anaknya memutuskan untuk tetap menemani Kelly meski mereka hanya bisa menunggu di parkiran mobil. Sambil menunggu, mereka menyemangati Kelly dengan membuat spanduk bertuliskan dukungan bagi Kelly, juga ucapan terima kasih kepada seluruh staf medis yang bertugas. Kini, spanduk Albert banyak dibicarakan di Twitter, karena dimuat dalam cuitan Vala Afshar, seorang Chief Digital Evangelist dari Salesforce yang kerap membuat postingan viral.
ADVERTISEMENT
“Saya tidak bisa berada bersamamu, tapi saya ada di sini. Kami mencintaimu! Terima kasih untuk semua staf," tulis Albert dalam spanduk tersebut.
Hal ini pun sukses membuat Kelly dan juga para perawat yang bertugas terharu. Sebagian perawat bahkan menjadikan kebaikan Albert sebagai motivasi untuk terus bertugas di tengah pandemi.
"Saya merasakan cinta kepadanya di titik itu. Dia mau melakukan ini untuk saya," ujar Kelly, seperti dikutip Good Morning America.
Hingga Mei mendatang, Kelly masih harus menjalani perawatan kemoterapi. Walau sempat kecewa, Kelly dan Albert mengerti alasan rumah sakit melarang sang suami menemani istrinya di ruang perawatan. Namun, mereka juga berharap agar pandemi Corona akan segera mereda, agar keluarga itu bisa menemani Kelly di hari kemoterapi terakhirnya.
ADVERTISEMENT
Bagaimana menurut Anda, Ladies?
-------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran virus Corona. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white