Woman
·
11 Mei 2021 10:00

Laki-laki Buka Suara, Wujudkan Kesetaraan Gender Bukan Cuma Urusan Perempuan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Laki-laki Buka Suara, Wujudkan Kesetaraan Gender Bukan Cuma Urusan Perempuan (276234)
searchPerbesar
kumparan dan UN Women mengundang 4 orang laki-laki dari latar belakang yang berbeda-beda untuk berbagi pandangan soal dukungan bagi perempuan berdasarkan pengalaman mereka masing-masing. Dok. kumparan.

“Perempuan kan sensitif dan sering menggunakan perasaan. Kamu yakin bisa bekerja dengan baik dan jadi pemimpin?”

“Kamu enggak usah terlalu ambisius, nanti susah jodoh.”

“Jangan ambil promosi jadi manajer, nanti yang mengurus rumah tangga dan anak-anak siapa?”

Pernyataan dan pertanyaan di atas masih sering dilontarkan kepada perempuan. Pernahkah kamu mendengarnya? Atau malah kamu yang mengucapkannya?
Walaupun isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sudah lebih banyak diperbincangkan, ternyata norma dan stereotip gender masih mengakar di masyarakat. Hal ini membuat perempuan kehilangan akses dan kesempatan untuk mengaktualisasi diri, terutama untuk mengejar karier dan menduduki posisi kepemimpinan dalam sebuah lingkup pekerjaan atau perusahaan.
Menurut studi UN Women, IGCN, dan IBCWE (2018), rata-rata persentase perempuan dalam jajaran direksi perusahaan dibanding total jumlah direksi hanya sebesar 28 persen. Dalam studi yang sama, terungkap juga bahwa hanya 30 persen perusahaan yang memiliki kebijakan terkait pemberian kesempatan setara untuk promosi dan kemajuan karier. Ditemukan pula bahwa hanya terdapat 6 persen perusahaan yang secara rutin mengevaluasi kebijakan upah yang setara antara laki-laki dan perempuan.
Laki-laki Buka Suara, Wujudkan Kesetaraan Gender Bukan Cuma Urusan Perempuan (276235)
searchPerbesar
Perempuan masih kesulitan untuk mengaktualisasi diri, terutama dalam berkarier atau menduduki posisi kepemimpinan dalam sebuah lingkup pekerjaan atau perusahaan. Foto: Shutterstock.
Mengingat masih banyaknya pekerjaan rumah (PR) untuk mewujudkan kesetaraan gender, UN Women percaya bahwa setiap orang berperan dan ambil bagian dalam upaya-upaya pemberdayaan perempuan.
Laki-laki merupakan salah satu aktor yang sangat penting untuk dilibatkan. Ya, laki-laki memiliki berbagai peran dalam masyarakat, misalnya sebagai ayah, suami, rekan kerja, pimpinan di tempat kerja, dan lainnya.
Ketika laki-laki dalam beragam perannya tersebut turut mendukung perempuan dan memberikan kesempatan yang setara, maka perempuan akan dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Untuk membahas isu kesetaraan gender secara lebih mendalam, kumparan dan UN Women mengundang 4 orang laki-laki dari latar belakang yang berbeda-beda untuk berbagi pandangan soal dukungan bagi perempuan berdasarkan pengalaman mereka masing-masing.
Kira-kira, apa kata mereka tentang dukungan untuk perempuan, terutama mengenai pembagian peran dalam rumah tangga dan dukungan bagi perempuan untuk bekerja? Saksikan video di bawah ini.
Perlu diketahui bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan tidak bertujuan untuk menjadikan perempuan lebih tinggi kedudukannya dari pada laki-laki. Akan tetapi, memastikan bahwa keduanya setara untuk mendapatkan hak bekerja, bercita-cita, dan berjuang.
Maka dari itu, dukungan dan kemitraan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama dari laki-laki.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan UN Women