My Mom My Inspiration 2020: Wawancara Eksklusif Cinta Laura & Herdiana Kiehl

Siapa yang tak kenal dengan sosok Cinta Laura Kiehl? Aktris multitalenta berusia 27 ini terkenal karena logat dan aksen bicara yang unik, yaitu percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sejak kecil hingga remaja, Cinta memang tinggal di luar negeri mengikuti pekerjaan sang ayah. Tak heran, Cinta memiliki aksen yang unik saat berbicara bahasa Indonesia.
Cinta Laura mengawali kariernya di dunia hiburan dengan menjadi model pada 2006. Setahun kemudian, Cinta melebarkan sayapnya di dunia seni peran. Kala itu, ia mendapatkan peran utama sebagai Cinta dalam sinetron berjudul Cinderella: Apakah Cinta Hanyalah Mimpi? Berkat sinetron tersebut, popularitas Cinta pun semakin menanjak hingga dia ditawari bermain layar lebar. Oh, Baby menjadi film pertama bagi Cinta. Lewat film tersebut, Cinta juga berkesempatan membuktikan talent-nya di bidang tarik suara.
Berkarya di dunia hiburan ternyata tidak membuat Cinta melupakan pendidikan. Pada pertengahan 2014, Cinta berhasil menyandang status sarjana Psikologi dan Sastra Jerman dengan gelar kehormatan cum laude dari Universitas Columbia, New York. Cinta meraih dua gelar sarjana sekaligus hanya dalam waktu tiga tahun. Sementara itu di kehidupan sosial, Cinta juga turut andil sebagai Brand Ambassador Indonesia Against AIDS pada 2015. Kemudian pada Juli 2019, Cinta ditunjuk oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai Duta Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.
Ternyata, di balik kesuksesan karier Cinta Laura, ada kehadiran serta peran sang ibunda tercinta, yakni Herdiana Kiehl. Bagi Cinta sendiri, Herdiana tak hanya dianggap sebagai sosok ibu, namun juga telah menjadi seorang sahabat, penasihat, hingga manajer yang sangat berpengaruh terhadap kesuksesannya.
“Mami telah menjadi manajer saya selama 10 tahun. Jadi yang pasti, secara dealing, secara branding selama 10 tahun pertama itu ya semua hasil kerja kerasnya saya dan Mami. Saya bekerja sebagai artis, dan Mami bekerja sebagai manajer. Jadi bisa dibilang, Mami lah yang membangun awal karier saya,” ungkap Cinta Laura kepada kami pada Sabtu (12/12) lalu.
Dalam rangka merayakan Hari Ibu 22 Desember ini, kumparanWOMAN berbincang bersama pasangan ibu-anak ini untuk program khusus My Mom, My Inspiration 2020. Kami berbincang mengenai berbagai hal; mulai dari kebersamaan Cinta dan Herdiana hingga pelajaran-pelajaran penting mengenai kehidupan yang didapat Cinta dari sang ibunda.
Simak percakapan kami berikut ini.
Sesuai dengan tema obrolan kita mengenai Hari Ibu, boleh digambarkan seperti apa hubungan Cinta dengan Mami?
Cinta Laura (CL): It's very interesting karena you know kayaknya orang bisa lihat ini ya, tapi kita nge-treat satu sama lain seperti teman. And were also friend-enemies, jadi we fight a lot, we get mad each other a lot, tapi baikannya juga cepet ya. Jadi biarpun sekarang teriak-teriak, mungkin 30 detik kemudian normal lagi. That is, the way our relationship is, dan mungkin untuk orang yang enggak mengerti, akan interprete itu seperti misalnya saya enggak sopan atau Mami misalnya kurang mature atau kurang keibuan, but that is, the way we are.
Ada enggak pelajaran-pelajaran hidup dari Mami ke Cinta yang diingat banget sampai sekarang?
CL: Ada satu hal yang membuat saya bahagia sama Mami, karena dia enggak sama seperti ibu-ibu lain di sini. Mami bukan tipe yang authoritarian jadi enggak akan pernah yang memaksa saya untuk begini atau begitu, karena Mami mengerti bahwa at the end of the day kalau kita sudah dewasa, kita punya hidup kita sendiri. Dan kita harus menjalani itu, dan kalau kita membuat kesalahan, hal itu juga jadi pelajaran buat diri kita. So, I really appreciate that about her.
Lalu, satu hal yang saya pelajari dari Mami, ketika kecil Mami suka bilang kalau dia hidupnya sudah lama, sudah punya banyak pengalaman, dan tahu mana orang yang baik atau enggak. Sekarang ketika sudah dewasa, saya semakin realize bahwa omongan Mami benar, dan biasanya kalau ada orang yang Mami bilang kurang baik, 99,9% of the times she's right gitu. Because she is voodoo. Bukan voodoo beneran ya, it's like a prayer.
Herdiana Kiehl (HK): Satu yang mungkin semua orang sudah tau, Cinta selalu bilang ke mana-mana, kalau voodoo-nya Mami tuh enggak ada tandingannya. Maksudnya gini, jadi kalau saya salat atau saya puasa, saya selalu mendoakan Cinta. Dan Cinta selalu yakin 100% bahwa itu (doa) akan terjadi, jadi dia bilang your voodoo is amazing Mami, always happening katanya gitu. Jadi, saya bersyukur dia masih percaya doa Ibu. Dia juga biasanya minta doain saya untuk setiap acara, either lewat telepon atau WhatsApp untuk minta doanya. Jadi dia percaya dari kecil, bahwa dengan blessing saya, semuanya akan berjalan lancar.
Lalu, kalau dari Mami ada enggak pelajaran khusus yang selalu ditanamkan ke Cinta?
HK: Saya dari kecil selalu bilang menanamkan Cinta untuk menghormati orang yang lebih tua, dan nilai-nilai itu wajib buat saya. Terus, saya juga selalu mengingatkan Cinta untuk tidak boleh membedakan-bedakan orang, khususnya terhadap orang yang tidak mampu. Dari umur 10 tahun, saya sudah didik dia untuk selalu menolong orang yang membutuhkan. Dan saya bersyukur, didikan itu berhasil karena sampai sekarang Cinta sudah membangun banyak sekolah dan sebagainya. Selain itu, ketika dia belum punya penghasilan, dia juga mau jadi guru bahasa Inggris di sekolah-sekolah gratis kita.
Apa petuah atau pesan paling penting dari Mami yang selalu diingat Cinta? Lalu, ada enggak sifat baik Mami yang pengin Cinta contoh?
CL: Saya ingat Mami selalu mengajarkan saya soal compassion critical thinking. Contohnya saat masih kecil, kita lagi di dalam mobil terus ada pengemis di jalan. Mami akan langsung ngajarin gimana menaruh posisi saya atau Daddy dalam posisi mereka, lalu Mami akan bilang gimana perasaan saya kalau setiap bangun bukan dalam rumah tapi mungkin di bawah jembatan atau mungkin enggak punya baju bersih, enggak punya sepatu yang nyaman, enggak bisa sekolah, enggak ,punya makanan, like imagine all those things.
Jadi, dari kecil saya sudah benar-benar mengerti soal the values of money dan enggak suka foya-foya, karena setiap saya mau membeli sesuatu atau melakukan sesuatu, saya selalu berusaha menempatkan diri ke dalam hidup orang lain yang enggak seberuntung saya. And, those compassionate values, compassionate way of thinking, itu saya dapatkan dari Mami.
Bisa dibilang, it's very balance kalau dari Mami saya dapat jiwa sosialnya dan dapat kepeduliannya terhadap orang lain. Sedangkan kalau dari Papa, saya belajar mengenai kerja keras, disiplin, hingga organizer-nya. Jadi bisa dibilang, keseimbangan dua budaya dan dua cara hidup, gitu.
Mami masih ingat seperti apa Cinta saat masih kecil? Hal apa yang dirasa paling menantang saat membesarkan Cinta?
HK: Membesarkan anak campur itu susah sekali, karena dua kebudayaan dan harus kita satukan. Itu intinya, mempersatukan dua budaya itu susahnya luar biasa, dan berat sekali. Makanya kita sebagai orang tua juga kita perlu berilmu. Kita enggak bisa hanya sayang dan manjain tanpa ilmu, jadi harus sama-sama berilmu. Karena tanpa ilmu dan tanpa agama, kita enggak bakalan bisa mendidik anak untuk jadi orang yang sukses dan baik.
Sebagai ibu dan anak, Cinta merasa enggak ada kemiripan sifat atau karakter dengan Mami? Jika iya, sifat atau karakter apakah itu?
CL: Sepertinya tidak, tapi mungkin hanya the sense of compassionate. Kita orang yang sangat apa ya peduli sama orang lain. Kalau kita sayang sama seseorang, mau itu keluarga atau teman kita akan melakukan apa pun supaya orang itu happy. Kita sangat mikirin kebahagiaan orang lain. Nah, that's what we have common. We care about other people happiness, dan kita ingin sekali bisa jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Bisa membantu banyak orang, sebab kita punya visi yang sama. Tapi kalau personality sepertinya enggak, sebab hubungan kita seperti api dan air. Saya api dan Mami air.
Seberapa besar pengaruh Mami di keseharian Cinta dari awal meniti karier hingga sekarang?
CL: Mami telah menjadi manajer saya selama 10 tahun. Jadi yang pasti, secara dealing, secara branding selama 10 tahun pertama itu ya semua kerja kerasnya saya dan Mami. Saya bekerja sebagai artis, dan Mami bekerja sebagai manajer. Jadi bisa dibilang, Mami lah yang membangun awal karier saya.
Dalam mengambil berbagai keputusan, apakah Cinta selalu konsultasi dulu ke Mami?
CL: Kalau mengambil keputusan yang lebih personal, bukan pekerjaan itu pasti masih suka tanya Mami. Misalnya ada decision dalam hidup yang saya merasa enggak yakin, itu saya akan tanya Mami. Karena sekarang saya sudah belajar bahwa memang benar, life experience Mami jauh lebih banyak daripada saya. So, I need to trust her, tapi kalau masalah kerjaan tidak. Sebab, saya sudah dewasa dan sudah waktunya bagi saya untuk mengambil keputusan tanpa campur tangan orang lain.
Terakhir, adakah pesan yang ingin disampaikan Cinta untuk Mami di Hari Ibu ini? Dan sebaliknya, adakah pesan yang ingin Mami sampaikan untuk Cinta?
CL: Kalau dari saya pesannya adalah Mami thank you for gratefully learning how to treat me. Saya senang banget Mami itu adalah Mami yang cool, yang pengertian, dan saya juga merasa senang karena Mami sekarang bisa trust saya, membiarkan saya untuk mengikuti jalan hidup saya sendiri. And you're super cool dan saya bersyukur memiliki Ibu sepertimu, karena saya tahu banyak anak-anak muda seperti saya enggak punya kebebasan yang sama.
HK: Sayangnya saya ke Cinta itu unconditional. Jadi mau kondisi apa pun, Mami akan selalu sayang sama Cinta luar biasa pokoknya, seluruh hidup Mami dari dulu sampai sekarang tetep untuk Cinta. And I’m very proud of you, dan Mami akan selalu mendoakan 24 jam di setiap napas Mami, dan napas Mami ada doa buat Cinta. Jadi, you don't have to be worry, because your life we'll be great and God will bless you.
Selamat Hari Ibu untuk Cinta Laura dan Mami Herdiana Kiehl!

