Perempuan Korban Pelecehan Seks Pangeran Andrew Kembali Menuntut Keadilan

10 Agustus 2021 18:35
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Perempuan Korban Pelecehan Seks Pangeran Andrew Kembali Menuntut Keadilan (16799)
zoom-in-whitePerbesar
Virginia Robert Giuffre, korban pelecehan seksual Pangeran Andrew. Foto: dok. Instagram @andrewgodfrey2018, JOHN THYS / AFP
Anak kedua Ratu Elizabeth II, Pangeran Andrew, kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini masih seputar skandal pelecehan seksual terkait kasus Jeffrey Epstein pada 2015 lalu.
ADVERTISEMENT
Pada 2019 lalu, Jeffrey Epstein yang merupakan miliarder asal Amerika Serikat ditemukan tewas gantung diri di sel penjara Manhattan saat penyelidikan masih berlangsung. Sehari sebelumnya, sejumlah dokumen hukum yang berkaitan dengan kasusnya itu dibuka ke publik. Salah satu yang begitu menarik perhatian adalah tuduhan tentang keterlibatan Pangeran Andrew dalam kasus pelecehan seksual tersebut.
Atas kasus ini, pihak Istana Buckingham buka suara dan menyatakan bahwa Pangeran Andrew tidak terlibat. "Pangeran Andrew tidak terlibat pada kasus yang terjadi di Amerika Serikat tersebut. Segala hal yang berkaitan dengan perlakuan tidak pantas pada anak di bawah umur adalah hal yang tidak benar," ungkap perwakilan Kerajaan Inggris seperti dikutip dari NBC News.
Dua tahun berlalu, Virginia Roberts Giuffre, perempuan yang menjadi salah satu korban pelecehan seksual Jeffrey Epstein kembali bersuara. Menurut laporan BBC, Virginia mengaku dilecehkan oleh Pangeran Andrew saat berada di London dan New York. Bahkan kabarnya, Virginia dibawa ke Inggris saat berusia 17 tahun untuk berhubungan seksual dengan Duke of York tersebut. Namun tuduhan ini selalu ditepis oleh Pangeran Andrew.
Perempuan Korban Pelecehan Seks Pangeran Andrew Kembali Menuntut Keadilan (16800)
zoom-in-whitePerbesar
Virginia Robert Giuffre memegang fotonya saat masih muda. Foto: dok. Instagram @andrewgodfrey2018
Meski begitu, Virginia tidak menyerah. Perempuan 38 tahun yang juga berprofesi sebagai advokat keadilan untuk korban perdagangan seks ini, terus berusaha menuntut Pangeran Andrew. Dikutip dari New York's Child Victims Act, Virginia mempunyai hak untuk menuntut tersangka. Kasus tersebut juga mengklaim bahwa Pangeran Andrew memang terlibat dalam tindakan seksual tanpa persetujuan Virginia. Disebutkan pula bahwa ayah Putri Eugenie itu tahu betul usia Virginia kala itu dan menyatakan bahwa ia merupakan korban dari pelecehan.
ADVERTISEMENT
"Di negara ini (Amerika Serikat) tidak ada satu orang pun, baik itu presiden atau pangeran, yang bisa lepas dari hukum. Dan tidak ada satu orang pun, tidak peduli seberapa lemah atau rentannya mereka, yang bisa dirampas haknya secara perlindungan hukum," begitu pernyataan Virginia dalam dokumen seperti dikutip dari BBC.
Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa 20 tahun lalu Pangeran Andrew telah memanfaatkan kekayaan, kekuatan, posisi, dan koneksinya untuk melecehkan anak yang ketakutan dan rentan, serta tanpa perlindungan. Jadi sudah saatnya Pangeran Andrew bertanggung jawab atas tindakannya di masa lalu.
Menurut pengakuan Johanna Sjoberg, perempuan yang juga menjadi korban pelecehan pada 2001, ia masih ingat betul yang dilakukan oleh Pangeran Andrew kepada dirinya dan Virginia.
ADVERTISEMENT
"Saya hanya ingat bahwa seseorang mengajak untuk berfoto bersama, dan kami diminta untuk duduk di atas sofa. Pangeran Andrew dan Virginia duduk di atas sofa. Virgina mengambil sebuah boneka puppet yang ia letakkan di atas pangkuannya. Dan saya duduk di atas pangkuan Andrew. Saya ingat mereka menaruh tangan puppet tersebut di payudara Virginia, dan Andrew menaruh tangannya di atas payudara saya," ungkap Johanna seperti yang tertulis di dalam dokumen pengadilan.
Sementara itu, dalam wawancara khusus bersama BBC, Pangeran Andrew mengatakan hal tersebut tak pernah terjadi. "Itu tidak pernah terjadi. Saya bisa memberi tahu Anda kalau itu tidak pernah terjadi. Saya tidak ingat pernah bertemu dengan perempuan ini, tidak sama sekali," tutur Pangeran Andrew dalam program Newsnight BBC.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, Virginia dengan berani menegaskan bahwa apa yang ia alami itu adalah kenyataan. Jadi tidak seharusnya kekayaan atau jabatan bisa mengelabui itu.
Saya meminta pertanggung jawaban Pangeran Andrew atas apa yang ia lakukan pada saya. Orang yang berkuasa dan kaya tidak dibebaskan dari tanggung jawab atas tindakan mereka. Saya berharap para korban lain akan melihat bahwa kita tidak seharusnya hidup dalam keheningan dan ketakutan. Kita bisa merebut kembali hidup kita dengan berani bicara dan menuntut keadilan," ungkap Virginia Robert Giuffre seperti dikutip dari ENews.
Menurutnya, langkah ini bukanlah hal mudah yang dilakukan. Tapi sebagai seorang ibu dan istri, Virginia merasa punya tanggung jawab untuk memperkarakan kasus ini hingga tuntas.
"Ini bukan keputusan yang mudah untuk diambil. Sebagai seorang ibu dan istri, keluarga saya adalah yang utama dan saya tahu bahwa tindakan ini akan membuat saya diserang lebih lanjut oleh Pangeran Andrew dan perwakilannya. Tetapi saya tahu jika saya tidak mengejar ini, saya akan mengecewakan mereka dan seluruh korban," pungkasnya.
Sejak ada tuduhan pelecehan seksual ini, Pangeran Andrew sendiri sudah menyatakan mengundurkan diri dari tugas-tugas kerajaan pada November 2019. Tapi hal tersebut tidak lantas membuat Pangeran Andrew bisa bebas dari tuntutan yang dilakukan oleh Virginia Robert Giuffre.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020