HIRES - Neneng Goenadi

Role Model: Neneng Goenadi Country Managing Director of Grab Indonesia

22 April 2022 13:36
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ramah dan mengayomi adalah kesan pertama yang kami dapatkan ketika berjumpa langsung dengan Country Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi.
Beberapa waktu lalu, kumparanWOMAN mendapat kesempatan untuk mengunjungi kantor Grab Indonesia dan bertemu langsung dengan Neneng dan juga jajaran pemimpin perempuan di Grab Indonesia. Kami melakukan sesi pemotretan dan wawancara khusus untuk program Role Model kumparanWOMAN.
Neneng tampak begitu akrab dengan timnya. Ia pun tak segan memuji para pemimpin perempuan lainnya ketika sesi pemotretan bersama. Ini memperlihatkan bahwa Neneng Goenadi memang benar menerapkan kepemimpinan bergaya compassionate leadership atau memimpin dengan welas asih.
Role Model: Neneng Goenadi Country Managing Director of Grab Indonesia. Foto: Panji Indra, Fashion Stylist: Erlangga S. Negoro, Makeup: Linda Kusumadewi, Hairdo: Yuniarti Ningih.
zoom-in-whitePerbesar
Role Model: Neneng Goenadi Country Managing Director of Grab Indonesia. Foto: Panji Indra, Fashion Stylist: Erlangga S. Negoro, Makeup: Linda Kusumadewi, Hairdo: Yuniarti Ningih.
Ya, sejak bergabung dengan Grab Indonesia pada 2019 lalu, Neneng memang terkenal dengan gaya kepemimpinan compassionate leadership. Ia meyakini bahwa memimpin dengan welas asih bisa membantu dalam mengambil keputusan bisnis.
Sebagai pemimpin, saya sangat yakin bahwa compassionate leadership atau memimpin dengan welas asih dapat membantu kita dalam mengatasi keraguan saat ingin mengambil tindakan. Dengan menjadi compassionate leader, kita dapat mempertajam kepercayaan diri, empati, dan kemampuan untuk berkolaborasi sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat," ungkap Neneng Goenadi kepada kumparanWOMAN.
Tak cuma membahas soal gaya kepemimpinan dan perjalanan kariernya, Neneng juga berbagi pandangan mengenai peran perempuan di industri teknologi. Ia juga menjabarkan jumlah partisipasi perempuan di bidang ini yang kian hari kian meningkat, terutama di Grab Indonesia.
Neneng Goenadi bersama jajaran pemimpin perempuan di Grab Indonesia. Foto: Panji Indra, Fashion Stylist: Erlangga S. Negoro, Makeup: Linda Kusumadewi for Neneng Goenadi, Hairdo: Yuniarti Ningih for Neneng Goenadi.
zoom-in-whitePerbesar
Neneng Goenadi bersama jajaran pemimpin perempuan di Grab Indonesia. Foto: Panji Indra, Fashion Stylist: Erlangga S. Negoro, Makeup: Linda Kusumadewi for Neneng Goenadi, Hairdo: Yuniarti Ningih for Neneng Goenadi.
Nah, untuk tahu lebih lanjut mengenai sosok Neneng Goenadi dan bagaimana ia bisa jadi pemimpin yang sukses, simak obrolan singkat kami dalam program Role Model kumparanWOMAN berikut ini.
Sejak bergabung dengan Grab Indonesia, apa perkembangan yang terjadi di perusahaan terkait inklusi dan kesetaraan gender?
Sejak bergabung pada 2019, saya sangat bangga melihat bagaimana Grab Indonesia mengedepankan inklusi dan kesetaraan gender. Salah satu perwujudan komitmennya adalah membuka pintu untuk para perempuan maju ke jajaran kepemimpinan. Ini terlihat dari besarnya jumlah pemimpin perempuan dalam susunan manajemen Grab Indonesia.
Neneng Goenadi bersama jajaran pemimpin perempuan di Grab Indonesia. Foto: Panji Indra; Fashion Stylist: Erlangga S. Negoro; Makeup: Bee Beauty, Linda Kusumadewi for Neneng Goenadi; Hairdo: Yuniarti Ningih for Neneng Goenadi.
zoom-in-whitePerbesar
Neneng Goenadi bersama jajaran pemimpin perempuan di Grab Indonesia. Foto: Panji Indra; Fashion Stylist: Erlangga S. Negoro; Makeup: Bee Beauty, Linda Kusumadewi for Neneng Goenadi; Hairdo: Yuniarti Ningih for Neneng Goenadi.
Seberapa besar perbandingan antara karyawan perempuan dan laki-laki di Grab Indonesia?
Dibandingkan perusahaan startup besar lainnya di Indonesia, Grab mempunyai jumlah karyawan perempuan yang signifikan. Bahkan Forbes menempatkan kami di peringkat ke-96 dari 300 daftar World’s Top Female-Friendly Companies.
Saya bangga karena sekarang ini 50 persen posisi kepemimpinan di Grab Indonesia dipegang oleh perempuan. Pemimpin perempuan hadir di lintas divisi, mulai dari manajemen hingga operasional.
Bersama dengan rekan laki-laki, mereka menciptakan serangkaian fitur dan layanan yang dinikmati oleh para konsumen dan mitra. Hasil buah pemikiran, pandangan, dan wawasan para pemimpin perempuan inilah yang jadi kunci kami di Grab dalam memanusiakan teknologi.
Bagaimana dengan mitra pengemudi, pengiriman dan usaha, apakah hal ini juga terwakilkan dari sisi mereka?
Jumlah perempuan di kalangan mitra usaha dan pengemudi serta pengiriman sama kuatnya, bahkan hingga ke konsumen. Sepanjang 2019-2022, angka mitra pengemudi perempuan meningkat 20 persen. Kebanyakan dari mereka tertarik dengan jam kerja yang fleksibel yang memungkinkan mereka untuk menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Neneng Goenadi saat menghadiri acara di Grab Vaccine Center Yogyakarta. Foto: Dok. Grab Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Neneng Goenadi saat menghadiri acara di Grab Vaccine Center Yogyakarta. Foto: Dok. Grab Indonesia
Sedangkan mitra usaha perempuan, per tahun 2022 ini jumlah mereka sudah mencapai 61 persen dari keseluruhan mitra. Ini menunjukkan bahwa banyak sekali perempuan Indonesia yang menjadi pengusaha.
Tak cuma di kawasan kota besar, tapi di Indonesia Timur, jumlah pengusaha perempuan yang tergabung sebagai mitra usaha Grab Indonesia pun naik 430 persen dari 2019-2021. Di Indonesia Barat, jumlahnya meningkat 382 persen pada rentang waktu yang sama.
Pertumbuhan angka tersebut mencerminkan bahwa kemampuan perempuan untuk mengadopsi platform digital pun sangat tinggi dan bergerak cepat karena mereka sudah sadar bahwa teknologi bisa membuka peluang penghasilan yang lebih luas.
Selanjutnya kalau dilihat dari segi konsumen, pada 2022, 60 persen konsumen Grab Indonesia adalah perempuan. Mereka berkontribusi hingga 70 persen ke semua transaksi. Ada banyak sekali produk-produk yang populer di kalangan perempuan, mulai dari kopi, gula, cokelat, minyak goreng, es krim, ayam bakar, es teh, hingga mi instan.
Bicara soal pemimpin perempuan, menurut Anda seberapa besar peran perempuan dalam industri teknologi?
Grab Indonesia sangat percaya pada kesetaraan gender. Kami memberikan kesempatan setara bagi perempuan dan laki-laki untuk mengembangkan talenta mereka. Para Grabbers (sebutan untuk karyawan Grab- red) perempuan bisa menghadirkan ide dan sudut pandang segar yang menghasilkan fitur dan layanan inovatif.
Saya tadi sudah sempat bilang bahwa ini adalah cara kami memanusiakan teknologi yang kami miliki dengan menciptakan fitur dan layanan yang relevan dengan kebutuhan konsumen dan mitra di Indonesia. Ini sangat sesuai dengan misi kami, yaitu GrabForGood.
Program GrabForGood dari Grab Indonesia. Foto: Dok. Grab Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Program GrabForGood dari Grab Indonesia. Foto: Dok. Grab Indonesia
Bicara soal inovasi, apa saja gebrakan yang Anda dan tim lakukan untuk semakin menciptakan budaya dan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan setara gender?
Seluruh Grabbers memiliki semangat 4H (Heart, Honor, Humility, and Hunger) yang mendorong mereka untuk memberikan yang terbaik bagi mitra dan konsumen. Kami juga menerapkan kebijakan Safe & Respectful Workplace (SRW) atau Tempat Kerja Aman dan Saling Menghormati yang mencakup tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, baik untuk karyawan, mitra, maupun konsumen.
Kami membekali karyawan dan mitra dengan pelatihan anti-kekerasan seksual yang bekerja sama dengan Komnas Perempuan. Kami menyusun SOP terkait upaya-upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.
Grab Indonesia juga punya banyak kebijakan inklusif yang tidak saja mendukung Grabbers perempuan, tapi juga laki-laki. Beberapa kebijakannya adalah memberikan cuti hamil empat bulan untuk perempuan dan cuti ayah sebanyak 15 hari. Ini adalah cara kami menghadirkan inklusivitas ke dalam kebijakan perusahaan.
Neneng Goenadi bersama mitra pengemudi perempuan di Grab Indonesia. Foto: Dok. Grab Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Neneng Goenadi bersama mitra pengemudi perempuan di Grab Indonesia. Foto: Dok. Grab Indonesia
Dari semua kebijakan dan keuntungan yang ada, apakah Anda dan para pemimpin perempuan lain masih kerap mengalami bias gender?
Bias atau mitos yang masih bertahan adalah perempuan harus mengesampingkan empati untuk menjadi pemimpin yang efektif. Padahal menurut saya, compassionate leadership, atau gaya kepemimpinan berdasarkan welas asih, itu penting.
Gaya kepemimpinan ini fokus pada pencapaian tujuan dengan tetap mengedepankan kolaborasi, komunikasi, dan tenggang rasa antara pemimpin dan semua anggota tim.
Bias lainnya yang masih sering muncul adalah pemimpin perempuan harus dapat melakukan segalanya sendiri. Menurut saya itu kurang tepat karena laki-laki adalah ‘ally’ terbesar dari perempuan. Dan saya senang bisa berkolaborasi dengan laki-laki yang turut mendukung kesetaraan gender di Grab Indonesia.
Selama berkarier, pengalaman apa yang paling berpengaruh membentuk diri Anda sehingga bisa jadi pemimpin seperti sekarang?
Dalam sejarah perjalanan karier saya, banyak yang berpikir bagaimana perempuan bisa mempunyai keluarga tapi juga berhasil dalam berkarier. Terkait ini, saya ada pengalaman ketika masih bekerja sebagai konsultan bisnis. Jadi kondisinya adalah dulu, anak saya yang masih bayi jatuh sakit berbarengan dengan suami saya yang dirawat di rumah sakit. Pada saat yang bersamaan, saya harus datang ke tempat klien.
Saya dihadapkan dengan situasi yang berat, karena kalau saya tidak datang ke klien, mereka akan marah. Ketika itu, saya berpikir apakah saya harus keluar dari pekerjaan. Dan kalau dihadapkan dengan situasi tersebut, perempuan cenderung akan berpikir untuk keluar saja. Saya pun berpikiran demikian, bahkan saya mengajukan resign.
Tapi saat itu, atasan saya bertanya kenapa saya keluar dan dia meminta saya untuk mengurangi intensitas kerja atau slow down. Namun kalau saya menurunkan performa, klien yang akan rugi. Momen itu memang cukup berat bagi saya.
Neneng Goenadi. Foto: Dok. Grab Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Neneng Goenadi. Foto: Dok. Grab Indonesia
Atasan saya kemudian menawarkan pekerjaan yang waktu pengerjaanya bisa saya kontrol sendiri. Ketika itu saya mengerjakan project management office, yang kerjanya mengharuskan saya bertemu orang tapi tetap memberikan saya waktu lebih banyak dengan keluarga.
Saya sedikit mundur secara karier dan itu berat sekali buat saya sebab saya melihat teman-teman yang ada di jalur cepat sepertinya keren sekali. Tapi akhirnya saya tahu bahwa saya dengan sadar memilih keluarga karena keluarga itu juga penting buat saya. Kemudian setelah anak saya cukup besar, atasan meminta saya kembali untuk jadi konsultan. Saya pun melakukannya dan berusaha mengejar ketinggalan saya.
Jadi saya ingin memberi tahu kepada semua perempuan, kalau kamu harus slow down, tidak apa-apa, lakukan saja. Nanti kamu juga bisa untuk tancap gas lagi.
Untuk mencapai kesuksesan tentu dibutuhkan support system. Siapa yang jadi support system terbesar Anda?
Sebenarnya dukungan paling besar datang dari keluarga, tepatnya dari suami dan anak bagi yang sudah berkeluarga. Tapi itu saja tidak cukup, dukungan dari teman-teman di kantor, hingga mentor itu juga penting untuk kita bisa meraih kesuksesan dalam hidup.
Tadi Anda menyebutkan perlu dukungan mentor untuk bisa sukses. Menurut Anda, seberapa penting peran mentor dalam karier perempuan?
Tentu sangat penting. Tapi, antara perempuan dan laki-laki ada perbedaan terkait mentoring ini. Seringnya, laki-laki tidak pernah merasa gengsi untuk minta mentoring dan mencari pendukung. Sedangkan perempuan, mereka kerap merasa tidak enak hati untuk minta tolong, termasuk dalam hal mentoring karena mereka takut dianggap ambisius kalau meminta sesi mentoring.
Tentu saja itu hanya mitos yang harus dipatahkan oleh setiap perempuan sebab punya mentor itu sangat penting dan bagus untuk kemajuan karier. Dan kita sebagai perempuan harus berani meminta atau mencari mentor. Jangan hanya diam saja dan berharap orang lain tahu kita membutuhkan mentor.

Saat ini Anda sudah dianggap menjadi salah satu role model di industri teknologi. Bagaimana Anda memaknai hal ini?

Wah, saya sangat tersanjung bisa dianggap jadi role model. Saya juga sangat senang di sepanjang karier bisa melihat banyak perempuan yang maju dan percaya diri.
Banyak perempuan bisa berhasil di perusahaan teknologi dan kita butuh lebih banyak lagi perempuan untuk menjadi pemimpin di perusahaan teknologi.
Terakhir, ada pesan yang ingin disampaikan untuk perempuan muda yang sedang merintis karier dan ingin jadi pemimpin?
Pesan saya, menjadi leader di perusahaan teknologi atau yang lain menurut saya sama saja. Hal yang paling penting adalah lakukan yang terbaik. Kita harus punya ownership mentality, jadi harus proaktif namun tidak melupakan sisi kemanusiaan.
Perempuan itu paling kuat dalam compassionate leadership atau memimpin dengan hati. Jangan lupa akan hal itu, kita mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh rekan-rekan laki-laki kita. Use that!
-----------
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama kumparanWOMAN dengan Grab Indonesia. Simak kisah menarik lainnya seputar pemimpin perempuan di Grab Indonesia melalui topik #PercayaPerempuan.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten