Sejarah Trooping the Colour, Parade Militer Perayaan Ultah Ratu Elizabeth II
·waktu baca 4 menit

Salah satu tradisi yang paling meriah dan dinanti-nanti setiap tahunnya oleh masyarakat Inggris adalah parade militer yang disebut dengan Trooping the Colour. Tak cuma untuk merayakan ulang tahun Ratu Elizabeth II, parade yang setiap tahun diselenggarakan pada bulan Juni ini juga merupakan parade untuk merayakan hari ulang tahun resmi raja atau ratu Inggris lainnya.
Sebagai informasi, raja atau ratu Inggris, termasuk Ratu Elizabeth II, memiliki dua hari ulang tahun. Satu hari merupakan ulang tahun sesuai dengan tanggal kelahiran mereka, satu hari lainnya adalah hari ulang tahun resmi yang jatuh pada hari Sabtu kedua di bulan Juni.
Menariknya, 2022 menjadi tahun yang sangat spesial bagi sang ratu maupun Kerajaan Inggris. Sebab, kekuasaan Ratu Elizabeth II genap berusia 70 tahun, menjadikan sang ratu sebagai penguasa Inggris terlama sepanjang sejarah. Pencapaian ini kemudian ditandai dengan perayaan Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II.
Nah, karena bertepatan dengan Platinum Jubilee ini, parade militer Trooping the Colour pun kian meriah. Dua tahun sebelumnya, Trooping the Colour dilaksanakan dengan sederhana di Kastil Windsor akibat COVID-19, sehingga parade tahun ini disambut dengan penuh antusias.
Sebagian dari Ladies mungkin penasaran, apa itu Trooping the Colour dan bagaimana sejarahnya. Untuk itu, kumparanWOMAN telah merangkum sejumlah informasi seputar parade militer tahunan nan megah ini. Simak selengkapnya, Ladies.
Sejarah singkat Trooping the Colour
Dikutip dari ABC News, parade bendera ini awalnya dilakukan untuk memperkenalkan bendera masing-masing resimen militer kepada para tentara di medan perang. Sebagai bagian dari latihan militer, penjaga akan membawa bendera tersebut menyusuri jajaran resimen tersebut, supaya seluruh tentara dapat melihat dan mengenali bendera mereka.
Dikutip dari Household Division, upacara pembawaan bendera ini diyakini pertama kali digelar pada masa kekuasaan Raja Charles II (1660–1685).
Dilansir ABC News, parade Trooping the Colour ini baru dilaksanakan sebagai perayaan hari ulang tahun resmi penguasa Inggris pada 1748, di masa kekuasaan Raja George II. Kemudian, setelah Raja George III naik takhta sebagai raja Inggris pada 1760, barulah parade Trooping the Colour menjadi tradisi tahunan.
Sejak Raja George IV naik takhta pada 1820 hingga saat ini, parade ini hampir selalu sukses digelar setiap tahunnya. Satu-satunya tahun Trooping the Colour tidak dilaksanakan adalah pada 1955, akibat adanya demo besar-besaran oleh pekerja kereta api.
Sebelum tahun 1987, Ratu Elizabeth II selalu menghadiri Trooping the Colour dengan menunggang kuda sendiri. Namun, selepas tahun itu, sang ratu selalu hadir dengan menaiki kereta kuda.
Trooping the Colour selalu dihadiri oleh keluarga Kerajaan Inggris
Secara umum, Trooping the Colour dapat diterjemahkan menjadi “Pembawaan Bendera”. Kata ‘Colour’ dalam istilah ini bukan bermakna ‘warna’, Ladies, melainkan ‘bendera.’ Ya, dalam istilah militer Inggris, colour artinya bendera. Jadi, Trooping the Colour merupakan parade militer besar-besaran dengan membawa bendera resimen militer Inggris.
Dikutip dari situs resmi Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II, sebanyak 1.400 tentara, 200 ekor kuda, dan 400 musisi terlibat dalam Trooping the Colour. Parade ini dimulai di Istana Buckingham, lalu bergerak melewati The Mall, lalu menuju Horse Guard’s Parade.
Sebagai informasi, The Mall adalah jalan yang bermula dari Plaza Trafalgar menuju Istana Buckingham. Salah satu ciri khas dari jalan ini adalah jalanan yang dihiasi pepohonan di dua sisi, dengan aspal berwarna merah. Sementara Horse Guards Parade merupakan lapangan khusus parade seremonial yang bertempat di St James’s Park, lokasi berlangsungnya Trooping the Colour tiap tahun.
Pada perayaan ini , anggota Keluarga Kerajaan Inggris akan ikut berparade, baik dengan menunggang kuda maupun dengan menaiki kereta kuda. Ketika sang ratu—yang dikawal oleh resimen Household Cavalry Mounted Regiment—tiba di parade, ia akan disambut dengan Royal Salute. Sang ratu, sebagai pimpinan dari Angkatan Bersenjata Inggris, akan menginspeksi para tentaranya.
Tahun ini, batalyon yang akan membawa benderanya pada Trooping the Colour adalah 1st Battalion Irish Guards.
Pada akhir parade, Ratu Elizabeth II dan para anggota Keluarga Kerajaan akan berkumpul di balkon Istana Buckingham untuk menonton parade pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan (Royal Air Force, RAF). Berkumpulnya Keluarga Kerajaan di balkon istana merupakan momen ikonis yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya.
Tahun ini, anggota Keluarga Kerajaan Inggris yang mengikuti parade dengan menunggangi kuda adalah Pangeran William, Pangeran Charles, dan Putri Anne. Kate Middleton, Camilla, dan ketiga anak pasangan Cambridge yaitu Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis, menaiki kereta kuda.
Ratu Elizabeth II sempat dikabarkan tidak akan mengikuti prosesi Trooping the Colour. Namun, ratu berusia 96 tahun itu ternyata tetap hadir di balkon Istana Buckingham bersama sepupunya, Pangeran Edward, Duke of Kent. Tak lama kemudian, para anggota Keluarga Kerajaan Inggris pun tiba di balkon, menemani sang ratu dan Duke of Kent sembari menyaksikan fly-past dari RAF.
