Selalu Menunggu Diajak Bercinta Ternyata Bikin Perempuan Overthinking & Insecure

4 April 2022 16:47
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Selalu Menunggu Diajak Bercinta Ternyata Bikin Perempuan Overthinking & Insecure (408780)
zoom-in-whitePerbesar
Selalu Menunggu Diajak Bercinta Ternyata Bikin Perempuan Overthinking & Insecure. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Dalam dunia percintaan, ada istilah waiting game alias main tunggu-tungguan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang, seringnya perempuan, menunggu laki-laki mengambil langkah awal. Fenomena ini tak cuma terjadi ketika masa pacaran, tapi juga dalam kehidupan rumah tangga.
ADVERTISEMENT
Biasanya, perempuan akan menunggu laki-laki menyatakan perasaan atau mengajak berhubungan seks duluan. Menurut Clinical Psychologist Inez Krisanti, kondisi ini terjadi karena adanya anggapan yang sudah mengakar di masyarakat, terutama di Indonesia. Ada banyak anggapan kalau perempuan itu harus menunggu dan tidak pantas kalau berperilaku agresif terhadap laki-laki.
Padahal, waiting game ini bisa menimbulkan masalah baru, terutama dalam kehidupan rumah tangga. Content Creator Sharena Delon mengaku banyak rekan-rekannya yang bercerita kalau kehidupan seks mereka jadi tidak sehat karena main tunggu-tungguan.
"Mereka suka tunggu-tungguan soal bercinta, alhasil hubungan seks mereka jadi tidak sehat. Sedangkan yang kita bicarakan ini adalah manusia yang bisa merasa tidak mood, tidak selalu bergairah, dan belum tentu mereka mau bercinta di kala kita ingin bercinta. Proses tunggu-tungguan ini akhirnya membuat frustasi dan memunculkan masalah-masalah baru," ungkap Sharena Delon dalam sesi kumparanWOMAN Ladies Talk bersama Durex, #BreakTheBias, Lead in Love.
ADVERTISEMENT
Tak cuma itu, Sharena Delon juga mengatakan kalau ujung-ujungnya perempuan akan merasa insecure dan overthinking sendiri karena waiting game tersebut. Perempuan bisa merasa dirinya tidak layak lagi untuk pasangan hanya karena pasangan mereka tidak mengajak bercinta lebih dulu.
Selalu Menunggu Diajak Bercinta Ternyata Bikin Perempuan Overthinking & Insecure (408781)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
"Contohnya, suami tidak mengajak bercinta, padahal istrinya sudah ingin melakukannya. Karena ini, si istri akan berpikiran kenapa suaminya tidak mengajak bercinta, apakah aku sudah tidak menarik buat dia, apakah aku not sexy enough for him. Akhirnya terjadi overthinking dalam proses perempuan menunggu ini," jelasnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Hal ini diamini oleh Psikolog Klinis Inez Krisanti. Overthinking itu jadi salah satu hal yang akan dialami perempuan kalau main tunggu-tungguan. Tapi menurutnya, kemungkinan itu juga terjadi karena mereka mempertanyakan pantas atau tidak kalau mereka mengajak bercinta lebih dulu. Muncul juga ketakutan mereka akan dipersepsikan negatif.
Selalu Menunggu Diajak Bercinta Ternyata Bikin Perempuan Overthinking & Insecure (408782)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan. Foto: Shutterstock
"Selain overthinking, kadang kita sebagai perempuan takut ditolak. Jadi ketika kita menyampaikan apa yang kita mau, tentu ada kemungkinan orangnya menolak. Ketakutan itu kadang terjadi karena kita belum siap dan belum memiliki kemampuan mempersiapkan diri menghadapi penolakan," ungkap Inez.
ADVERTISEMENT
Padahal menurutnya kemampuan untuk bisa menerima penolakan itu sangat penting dimiliki oleh perempuan. Sebab itu yang nantinya akan membuat perempuan jadi lebih berani speak up.
Tidak apa-apa kalau kita ditolak karena it doesn't define your worth. Bukan berarti kalau ditolak sama gebetan artinya kita tidak berharga. Ditolak saat mengajak bercinta juga belum tentu kita dianggap tidak menarik lagi sama pasangan," pungkasnya.
Ketakutan ditolak ini juga yang membuat perempuan lebih memilih memberikan kode pada pasangan. Padahal seringnya laki-laki tidak peka atau tidak bisa membaca kode yang diberikan. Akhirnya waiting game itu terjadi lagi dan lagi. Selain itu, dengan memberikan kode perempuan jadi merasa tidak malu kalau ditolak karena mereka tidak gamblang dalam mengungkapkan keinginan.
"Bagi perempuan, kalau pakai kode mereka tidak menyampaikan secara langsung, jadi kalau ditolak tidak malu. Padahal belum tentu kode kita itu dimengerti oleh pasangan. Itulah yang membuat munculnya stigma di kalangan laki-laki kalau perempuan itu sulit ditebak apa keinginannya," tutup Inez.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Inez mengatakan kalau penting bagi perempuan untuk bersama-sama mengikis stigma tersebut dengan lebih berani speak up dan secara jelas mengungkapkan apa yang kita mau.