kumparan
18 Februari 2020 9:01

Studi: Orang Cenderung Menganggap Pasangannya Tak Mungkin Selingkuh

KONTEN SPESIAL LIPSUS, DETEKTIF SWASTA, Ilustrasi selingkuh
Ilustrasi selingkuh. Foto: Getty Images
Tidak ada orang yang benar-benar suka membicarakan mengenai hal buruk, apalagi jika temanya adalah perselingkuhan. Walau sering dianggap sebagai gosip yang hangat, selingkuh adalah hal yang tak nyaman diungkapkan, apalagi jika menyangkut diri sendiri.
ADVERTISEMENT
Maka, tidak mengherankan bila ada banyak orang yang memilih untuk tak membicarakan mengenai topik tersebut--apalagi kepada pasangannya sendiri. Selain itu, tak mengherankan juga bila banyak orang yang percaya perselingkuhan itu bisa terjadi, tapi menganggap pasangan mereka tidak mungkin melakukannya.
Faktanya, hal ini pernah dibuktikan oleh sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Social and Personal Relationships. Penelitian bertajuk 'Expectations regarding Partner Fidelity in Dating Relationships' (ekspektasi terhadap kesetiaan pasangan dalam hubungan berpacaran) ini dipublikasikan oleh peneliti dari University of Calgary dan McMaster Children's Hospital, Kanada, pada 2015.
Dalam studi itu, para peneliti merekrut 200 orang mahasiswa yang sudah pernah berpacaran heteroseksual, setidaknya sepanjang tiga bulan. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner online mengenai pandangan dan harapan mengenai perselingkuhan. Para peneliti tidak mendefinisikan selingkuh secara tegas dalam kuesioner itu, sehingga partisipan diberikan kebebasan untuk memberikan penilaian sendiri.
ADVERTISEMENT
Secara garis besar, ada beberapa penemuan menarik dari penelitian ini. Business Insider Singapura melaporkan, partisipan percaya bahwa sekitar 42 persen lawan jenis pernah atau memiliki kemungkinan berselingkuh. Sementara, mereka juga percaya bahwa hanya ada sedikit kemungkinan bahwa pasangan pernah menyelingkuhi mereka (5 persen). Kemudian, mereka juga menganggap hanya ada 8 persen kemungkinan bagi pasangan masing-masing untuk berselingkuh di masa depan. Jumlah ini lebih sedikit dari pengakuan responden yang mengatakan bahwa mereka pernah menyelingkuhi pasangannya (9 persen).
KONTEN SPESIAL LIPSUS, DETEKTIF SWASTA, Ilustrasi selingkuh
Ilustrasi selingkuh. Foto: Getty Images
Selain itu, hanya ada sedikit dari partisipan studi yang mengaku pernah membicarakan soal selingkuh bersama pasangannya. Kurang dari sepertiga partisipan mengaku pernah melakukan hal tersebut dan lebih sedikit lagi dari mereka yang pernah mencapai kesepakatan bersama pasangannya mengenai topik itu.
ADVERTISEMENT
Memang, ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya hal ini. Bisa jadi, mereka mungkin benar-benar percaya kepada pasangannya, merasa tidak perlu membicarakan ini, atau sebenarnya merasa takut perselingkuhan itu akan benar-benar terjadi.
Namun, dalam laporan BBC, disebutkan bahwa menurut Susan Boon (salah satu peneliti utama dalam studi), orang-orang yang sedang tidak tertekan memang umumnya akan memiliki 'pandangan yang berlebihan' soal hal baik dan kurang waspada dengan hal buruk. Ia menduga, ini adalah salah satu penyebab mengapa ada banyak orang yang menganggap pasangannya tak mungkin berselingkuh.
Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa penelitian itu menganjurkan kita untuk terus mencurigai pasangan. Apalagi, jika menimbang bahwa kita semua mungkin memiliki pandangan yang berbeda mengenai apa yang termasuk ke dalam perselingkuhan.
ADVERTISEMENT
"Saat berada dalam sebuah hubungan, mungkin lebih baik untuk percaya kepada pasangan Anda. Sebab, tidak sehat bila Anda berusaha memonitor kegiatan pasangan sepanjang waktu," tuturnya.
Bagaimana menurut Anda, Ladies?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan