Langkah Uni Eropa dalam Mendukung Ukraina Pulih atas Serangan Rusia

Mahasiswi S1 Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Andalas
Konten dari Pengguna
6 Juni 2022 18:46
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kuntum Khaira Ummah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Bendera Uni Eropa (Kiri) dan Ukraina (Kanan) (Foto: Shutterstock - 106366856)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bendera Uni Eropa (Kiri) dan Ukraina (Kanan) (Foto: Shutterstock - 106366856)
ADVERTISEMENT
Kini konflik Rusia-Ukraina sudah memasuki hari ke-103, di mana Rusia masih belum memberikan tanda-tanda untuk mengakhiri serangannya terhadap Ukraina. Hal tersebut menyebabkan banyak dari warga negara Ukraina yang melarikan diri dari negaranya. Dalam invasi Rusia yang sudah berlanjut sejak tanggal 24 Februari 2022, Ukraina sudah mendapatkan banyak dukungan hingga bantuan dari berbagai negara di dunia. Mulai dari Inggris, Amerika Serikat, hingga negara-negara anggota Uni Eropa juga mengerahkan kemampuan untuk membantu Ukraina dalam keberlangsungan konflik ini.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui bahwa Uni Eropa merupakan organisasi internasional yang memiliki tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian dunia. Uni Eropa sudah menjadi mitra kerjasama Ukraina semenjak adanya kebijakan luar negeri European Neighbourhood Policy (ENP). Kebijakan luar negeri ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan serta kestabilan kawasan sekitar Uni Eropa. Hal ini dikarenakan kestabilan kawasan Uni Eropa akan berdampak pada keamanan negara-negara anggotanya.
Meskipun Ukraina bukan negara anggota Uni Eropa, namun secara tidak langsung Uni Eropa memiliki tanggung jawab dalam menanggapi konflik yang menimpa Ukraina. Hal ini dikarenakan letak Ukraina secara geografis berbatasan langsung dengan negara-negara anggota Uni Eropa. Dengan demikian, Uni Eropa telah mengambil berbagai langkah dan upaya. Pertama, Uni Eropa mengadakan kampanye 'Stand Up for Ukraine' yang digagaskan oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula Von der Leyen dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
ADVERTISEMENT
"Kampanye 'Stand Up for Ukraine' telah mengumpulkan 9,1 miliar euro untuk orang-orang yang melarikan diri dari serangan Rusia, di dalam dan di luar Ukraina, dengan satu miliar tambahan yang dijanjikan oleh EBRD. Kami akan terus memberikan dukungan, dan begitu bom berhenti jatuh, kami akan membantu rakyat Ukraina membangun kembali negara mereka. Kami akan terus berdiri untuk Ukraina.” Tegas Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa.
Kedua, Uni Eropa memberikan bantuan kemanusiaan yang dilakukan dengan memenuhi kebutuhan warga negara Ukraina yang melarikan diri dari negaranya. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan tawaran bantuan di area perbatasan, penerimaan, dan perlindungan terhadap warga sipil. Uni Eropa juga akan memastikan akses pendidikan serta kesehatan bagi warga negara Ukraina. Ketiga, Uni Eropa juga menanggapi konflik tersebut dengan mengadopsi paket sanksi yang bersifat restriktif. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar Rusia secara penuh bertanggung jawab atas invasi yang mereka lakukan terhadap Ukraina.
ADVERTISEMENT
Ada banyak hal yang dilakukan oleh Uni Eropa dalam rangka membantu Ukraina keluar dari invasi Rusia. Bahkan setelah berakhirnya invasi Rusia ke Ukraina nanti, Uni Eropa telah menjanjikan bantuan pembangunan ke negara tersebut. Hal ini menunjukkan keseriusan Uni Eropa yang senantiasa berusaha untuk membantu Ukraina dalam membangun kembali wilayah yang hancur akibat adanya konflik. Upaya ini disampaikan langsung oleh Komisi Eropa, yang kemudian dinamai dengan aksi Rebuild Ukraine.
Sumber:
Comission, European. 2022. European Commission Directorate-General for Communication Ukraine Relief and Reconstruction. Brussels.
Fiarry Isty Mawaty, Indah Puspasari, dan Resa Rasyidah. 2020. “Peran Uni Eropa dalam Menangani Konflik di Ukraina Melalui European Neighbourhood Policy (ENP) Tahun 2014-2019.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 7(2): 408–20.
ADVERTISEMENT
“Statement by the Ministry of Foreign Affairs of Ukraine Regarding the Severance of Diplomatic Relations with the Russian Federation.” 2022. Ministry of Foreign Affairs of Ukraine.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020