kumparan
15 Jul 2019 7:54 WIB

5 Hal Tentang Negara India yang Tak Banyak Diketahui

  1. Festival Diwali
Orang-orang menyebut festival ini sebagai Diwali. Pada dasarnya, festival ini didorong akan keyakinan terhadap aktivitas mencelupkan diri di pertemuan Sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati. Beberapa mitos mengatakan, pada hari-hari baik hal ini akan membersihkan dosa dan membantu membawa keselamatan bagi tiap individu. Hal ini juga yang membuat jutaan umat Hindu datang ke festival di Kota Allahabad setiap 12 tahun sekali.
Diwali festival Hindu | pixabay.com
Menurut penyelenggara festival, kurang lebih 8 juta orang turun ke sungai tersebut jelang beberapa hari dibukanya festival ini. Tercatat, jumlah peserta pada hari pertama pembukaan festival di Allahabad pada tahun 2001, mencapai rekor yang cukup tinggi, yaitu 2,5 juta orang. Jika total diadakannya festival ini adalah 55 hari, mungkin terhitung sekitar 80-100 juta orang mengikuti festival ini dengan jumlah fasilitas toilet yang mencapai 35.000 toilet, serta dijaga oleh 30.000 polisi dan 243 dokter yang bersiap jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
ADVERTISEMENT
  1. Negara ini percaya akan enam musim
Jika pada umumnya musim yang ada dan berkembang di dunia hanya empat, di dalam kepercayaan masyarakat India terdapat enam musim dalam kalendernya. Dalam kalender Hindu atau khususnya di negara India dengan iklim tropis dan subtropis, ada enam musim yang diakui sepanjang tahun. Walaupun pada dasarnya musim tersebut kurang lebih sama penyebutan dan maknanya, namun ada perbedaan yang dilakukan karena merujuk bulan pada kalender Hindu.
Weather Signs Symbols | pixabay.com
Musim-musim tersebut adalah Vasanta (musim semi), Greeshma (musim panas), Varsha (musim hujan), Sharad (musim gugur), Hemanta (awal musim dingin), dan Shishira (musim dingin akhir). Enam musim dianggap berasal dari dua bulan pada masing-masing dari 12 bulan dalam kalender Hindu. Biasanya, musim semi akan terhitung pada bulan Februari di awal tahun dan terhitung habis. Kemudian dilanjutkan dengan musim selanjutnya setiap dua bulan lamanya.
ADVERTISEMENT
  1. India merupakan 'neraka' bagi mereka yang tidak merokok
'Neraka' tersebut ternyata bukanlah ruangan khusus untuk orang merokok, namun kota dengan polusi udara yang sangat mengkhawatirkan. Kota tersebut adalah Mumbai, India. Semua orang tahu bahwa merokok menyebabkan polusi udara. Polusi yang disebabkan oleh rokok dapat diukur sesuai dengan kadar Suspended Particulate Matter atau SPM. SPM dapat diklasifikasikan sesuai dengan ukurannya, ukuran terkecil dikenal sebagai Respirable Particulate Matter atau RSPM.
Industry, Sunrise, Air, Pollution | pixabay.com
Menurut penelitian, rata-rata satu batang rokok mampu mengeluarkan 2 satuan unit RSPM. Kota Mumbai sendiri menurut data penelitian The Maharshtra Pollution Control Board, menerima kurang lebih 201-245 satuan unit RSPM pada bulan November tahun 2012. Nilai ini jika dikonversikan rata-ratanya, berarti ketika kita menghirup udara di kota tersebut selama satu hari penuh akan setara dengan kita menghirup asap dari 100-113 batang rokok setiap harinya.
ADVERTISEMENT
  1. Keluarga terbesar di dunia pun hidup di India
Ziona Chana, dia adalah pria dengan jumlah istri yang cukup untuk melakukan pertandingan sepak bola. Pria yang tinggal di India ini juga memiliki 100 ruangan di rumahnya untuk menampung semua anak dan istrinya. Keluarga Chana ini memiliki kurang lebih 94 anak dari 34 istri yang dimilikinya. Bukan hanya itu, dalam keluarga Chana juga hidup 14 menantu perempuan dan 33 cucu yang beberapa di antara mereka juga sudah tumbuh dewasa.
Ilustrasi keluarga di India | pixabay.com
Pria ini juga pernah menikahi 10 orang wanita dalam setahun dan tidur seranjang dengan beberapa istrinya sekaligus. Rumahnya juga sangat besar untuk menampung keluarganya dengan ruangan berbentuk seperti layaknya asrama dengan beberapa tempat tidur. Sampai tahun 2011, ketika liputan tentang dirinya ini diberitakan, pria ini pun mengatakan mungkin tidak akan berhenti di sini untuk menambah istrinya.
ADVERTISEMENT
  1. Di India, tidak hanya manusia yang memiliki tanda pengenal
Langkah yang sangat berbeda ini ternyata dimaksudkan untuk menghentikan penyelundupan sapi dari India ke negara tetangga, Bangladesh. Border Security Force (BSF) sering menemukan bahwa ada kejadian di mana banyak sapi dari India secara ilegal diselundupkan ke negara tetangganya melalui Bengal. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan ekor sapi per harinya, angka yang cukup banyak untuk penyelundupan.
Animal identification | wikimedia.org
India sendiri memang dari dulu melarang ekspor ternak, karena konsumsi daging sapi dikecam oleh penduduk mayoritas Hindu di negara itu. Proyek percontohan ini jika memang bekerja dengan baik di Murshidabad, di mana penyelundupan ternak mencapai puncaknya, maka kemungkinan skema itu dapat diperluas ke distrik perbatasan lainnya yang memungkinkan terjadinya penyelundupan serupa. Identitas diri sapi ini berlaku selama dua tahun, setiap kartu identitas ternak akan menampilkan gambar hewan dan pemiliknya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, informasi penting tentang hewan seperti warna, tinggi, jenis kelamin dan panjang tanduknya akan masuk juga ke kartu tersebut. Sehingga ketika hilang, akan mudah untuk ditelusuri ke mana perginya sapi tersebut dan siapa yang menjualnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·