Pencarian populer

Apa yang Otak Manusia Lakukan?

Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, banyak hal menarik yang bisa dilakukan otak manusia.

Otak merupakan organ inti manusia seperti layaknya prosesor atau inti dari sebuah komputer. Seperti komputer yang memerlukan aliran listrik, otak memerlukan oksigen dalam menopang agar ia hidup. Menurut penelitian, kekurangan oksigen selama 5-10 menit bisa dan cukup mungkin berdampak permanen ke kerusakan otak. Dalam dunia medis biasanya hal ini disebut sebagai Cerebral hypoxia. Ya, oksigen merupakan hal utama untuk memfungsikan otak bisa bekerja sehingga bisa melakukan banyak hal yang tidak kita duga sebelumnya.

Menyalakan bohlam lampu, berlari dengan kecepatan transmisi yang mengalahkan kecepatan mobil dan perubahan struktur yang berganti secara otomatis dari waktu ke waktu merupakan hal utama yang otak bisa lakukan dengan asupan oksigen yang juga cukup. Lalu, sejauh apa otak bisa melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan dalam struktur tengkorak yang tidak besar pada manusia? Berikut merupakan penjelasannya!

Perputaran oksigen dalam otak

Ukurannya yang cukup kecil tidak menghalangi kebutuhan oksigen otak terbilang cukup besar. Pada dasarnya tubuh kita merupakan suatu kesatuan sistem yang memerlukan oksigen, termasuk juga otak kita. Oksigen yang masuk bersamaan dengan udara yang kita hirup dan diteruskan ke paru-paru untuk proses terjadinya difusi di dalam paru-paru.

Low pressure hyperbaric oxygen | wikimedia.org

Pada umumnya oksigen yang dihirup ke dalam tubuh akan ditukar dengan karbon dioksida ketika kita menghembuskan udara keluar. Oksigen ini nantinya akan didistribusikan ke seluruh tubuh secara merata. Otak merupakan bagian yang membutuhkan jumlah oksigen yang cukup banyak.

Menurut penelitian kebutuhan oksigen untuk otak adalah sekitar 20% dari total kebutuhan oksigen tubuh. Angka yang cukup besar untuk organ tubuh seberat 1,5 kg.

Menyalakan sebuah bohlam lampu

Kekuatannya ini diyakini mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk membuat bohlam menyala. Kekuatan pesulap yang sering kita lihat mampu menyalakan bohlam dengan menjentikan jarinya atau hanya melihatnya saja, ternyata memang nyata secara sains.

electric light | wikipedia.org

Otak manusia mengandung sekitar 100 miliiar sel mikroskopis yang dikenal sebagai neuron. Jika satu orang melakukan perhitungan jumlah neuron tersebut mungkin perlu 3.000 tahun untuk menyelesaikannya. Ketika manusia melakukan kegiatan seperti bermimpi, tertawa, berpikir, melihat atau bahkan melihat, ada sinyal elektrik yang sangat kecil yang sebenarnya dipancarkan diantara 100 miliar sel neuron ini.

Percaya atau tidak, walaupun kita tertidur namun sebenarnya aktivitas otak tidak pernah berhenti. Jika setiap kali kita beraktivitas diasumsikan akan menghasilkan sinyal listrik kecil, maka jika semua miliaran neuron tersebut bersinergi kemampuannya dipercaya akan mampu menyalakan bohlam lampu dengan daya yang kecil.

Kecepatan transmisi neuron manusia

Kecepatannya hampir setara dengan jarak tempuh pulang pergi Bekasi - Bandung dalam satu jam saja. Sel saraf atau neuron merupakan suatu kesatuan dari sistem saraf yang berfungsi menghantarkan impuls listrik yang terbentuk akibat adanya suatu stimulus (rangsangan).

neuron | wikimedia.org

Neuron biasanya akan mengirimkan informasi berupa rangsangan tersebut ke otak. Secara sederhana jika misalnya ada seekor lebah menyengat kaki seseorang, sebenarnya orang tersebut tidak langsung merasakan sakit tersebut. Melainkan neuron yang bekerja meneruskan rangsangan sakit tersebut ke otak dan otak akan mengirimkan balik rasa sakit itu ke titik sakit di kaki.

Cukup cepat bukan? Ya, karena kecepatan transmisinya bisa lebih dari 241 km per jam, atau bahkan lebih dari 322 km per jam pada beberapa rangsangan lain yang kita terima.

Struktur otak selalu berubah dari waktu ke waktu

Hal ini akan lebih cepat berkembang dan berbentuk ketika kita mempelajari hal yang baru. Ketika kita kecil atau remaja mengendarai mobil atau sepeda roda dua mungkin terlihat sangat tidak mungkin. Namun setelah kita menguasai hal tersebut, semuanya menjadi biasa bahkan kita tidak perlu ingat kapan dan bagaimana kita melakukannya.

Cerebrum | wikimedia.org

Bagaimana mungkin itu terjadi? Ternyata ketika kita mempelajari hal baru, otak kita akan mengingat hal tersebut secara berulang sampai kita menguasainya dan tentu menghasilkan ikatan baru pada otak. Pada kenyataannya, struktur otak juga akan berubah setiap kali kita melakukan atau mempelajari hal baru karena terbentuknya lipatan-lipatan baru yang terkoneksi tersebut.

Hal tersebut akan diingat oleh otak kita sebagai memori panjang layaknya bagaimana menyeimbangkan diri ketika bersepeda atau pedal mana yang harus kita tekan saat melajukan mobil.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.38