Tekno & Sains
·
16 Mei 2021 14:41

Apakah Tidur Terlalu Lama Berdampak Buruk Bagi Kesehatan?

Konten ini diproduksi oleh Lampu Edison
Apakah Tidur Terlalu Lama Berdampak Buruk Bagi Kesehatan? (47169)
searchPerbesar
Tidur yang terlalu lama sering dikaitkan dengan masalah kesehatan | Gambar oleh stine moe engelsrud dari Pixabay
Tidur memiliki efek yang besar bagi kesehatan. Kurang tidur diketahui akan memengaruhi suasana hati, kemampuan untuk fokus, dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya. Bahkan, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Sydney University pada tahun 2015, menemukan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kematian dini empat kali lipat, bila dikombinasikan dengan merokok dan asupan alkohol yang tinggi.
ADVERTISEMENT
Lalu, bagaimana jika tidur terlalu banyak? apakah itu juga tidak sehat? Simak jawaban para ahli yang dikutip dari situs Science alert.
Menurut Dr. Jo Caldwell, seorang ahli dari US Naval Medical Research Unit in Neuropsychology, jumlah tidur yang optimal adalah sekitar 7 jam penuh. Kurang atau lebih dari durasi tersebut, memiliki konsekuensi tambahan yang merugikan kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Tidur berlebihan, disertai dengan aktivitas fisik yang rendah, juga berkorelasi dengan peningkatan risiko kematian.
Perlu diingat bahwa semua data ini bersifat observasi, dan hingga saat ini, tidak ada data eksperimen yang menghubungkan tidur berlebihan dengan kematian.
Sedikit berbeda dengan pendapat Caldwell, Dr Monika Haack — pakar penelitian tidur di Harvard University — mengatakan, kebiasaan tidur dalam durasi yang lama tidak selalu berdampak buruk. Tidur yang lama justru memiliki efek menguntungkan pada sejumlah sistem biologis, misalnya, penurunan tekanan darah, penurunan sensitivitas terhadap nyeri, dan peningkatan sensitivitas insulin.
ADVERTISEMENT

Apa kaitan antara tidur berlebihan dan masalah kesehatan?

Data observasi menunjukkan bahwa tidur lebih dari 7 jam memiliki dampak negatif bagi kesehatan.
Dr Jamie Zeitzer, seorang ahli dalam penelitian tidur dari Stanford University, serta beberapa ahli lainnya justru menduga bahwa ada faktor lain yang menghubungkan antara waktu tidur yang lama dengan masalah kesehatan, tetapi tidak jelas apa faktor-faktor ini. Mungkin saja mereka tidur lama karena ada sesuatu yang salah secara medis.
Menurut Dr William Killgore, seorang ahli dari Arizona University, penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa kondisi penyakit yang menyebabkan tidur berlebih, bukan sebaliknya. Tetapi, tanpa bukti eksperimental, hubungan sebab akibat ini sama seperti pertanyaan tentang ayam dan telur.
ADVERTISEMENT

Berapa durasi tidur yang optimal?

Setiap orang membutuhkan jumlah tidur yang berbeda agar dapat berfungsi secara normal. Dr Vivien Abad, seorang ahli dari Stanford University, menyarankan 7-8 jam tidur bagi orang dewasa. Durasi tidur yang cukup ini akan berperan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan.
Kemampuan seseorang untuk tetap terjaga dan bekerja sepanjang hari, terutama setelah makan, merupakan indikator kecukupan jam tidur tersebut. Perubahan pola tidur juga dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membantu mendeteksi perubahan kesehatan.
Dr Killgore menjelaskan, jika kalian membutuhkan lebih dari 7 jam untuk berfungsi secara efektif, atau jika jumlah tidur yang dibutuhkan seseorang meningkat secara signifikan, mungkin ada sesuatu masalah yang perlu dikonsultasikan dengan dokter. Peningkatan durasi tidur itu sendiri mungkin saja tidak berdampak buruk, tapi menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuh kalian.
ADVERTISEMENT
Nah, walaupun masih ada pro dan kontra terkait efek tidur lama terhadap kesehatan, tidak ada salahnya jika kalian mulai mengatur pola tidur kalian sesuai dengan durasi yang disarankan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.