Tekno & Sains
·
17 Oktober 2020 7:10

Benarkah "Sitting is The New Smoking"?

Konten ini diproduksi oleh Lampu Edison
Pernahkah Anda mendengar frasa sitting is the new smoking atau “duduk adalah ‘merokok baru’”? Frasa ini sering digaungkan oleh banyak media dalam beberapa tahun belakangan sebagai peringatan bahwa terlalu sering/lama duduk dapat menimbulkan risiko penyakit seperti penyakit yang ditimbulkan karena merokok. Terlalu sering duduk juga dianggap menimbulkan rasa kecanduan seperti layaknya kecanduan rokok. Namun apakah benar sitting is the new smoking? Apakah terlalu sering duduk sebegitu buruknya bagi kesehatan? Bagaimana penjelasannya dari sudut pandang ilmiah?
Benarkah "Sitting is The New Smoking"? (70468)
Berlama-lama ketika duduk menjadi hal lumrah | Image by free stock photos from www.picjumbo.com from Pixabay
Sedentary behavior atau perilaku menetap
ADVERTISEMENT
Sedentary behavior –istilah lain adalah sitting disease− atau perilaku menetap adalah sebuah istilah yang menggambarkan perilaku atau gaya hidup minim aktivitas dan gerak seperti duduk dan bersantai dalam waktu yang cukup lama.
Sebuah jurnal ilmiah yang diterbitkan di JAMA Network pada tahun 2019 meneliti tentang tren sedentary behavior di Amerika Serikat pada rentan tahun 2001 hingga 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada populasi AS, sedentary behavior bervariasi dari stabil, tinggi, dan meningkat bergantung pada aktivitas spesifik. Peningkatan total waktu duduk meningkat pada remaja dari total 7 jam perhari menjadi 8,2 jam perhari, dan total waktu duduk orang dewasa dari 5,5 jam perhari menjadi 6,4 jam perhari.
Sementara itu sebuah studi kecil selama pandemik COVID-19, mengamati efek awal pandemi COVID-19 pada aktivitas fisik dan sedentary behavior pada anak-anak yang tinggal di AS. Artikel tersebut menyebutkan adanya peningkatan sedentary behavior dan penurunan aktivitas fisik yang cukup signifikan dari periode sebelum hingga awal periode pandemic COVID-19.
ADVERTISEMENT
Duduk lama vs merokok
Meskipun terlalu sering duduk tidak terlihat berbahaya, faktanya ada cukup banyak dampak negatif duduk terlalu lama bagi kesehatan tubuh. Banyak penelitian yang mengaitkan sedentary behavior dan duduk lama dengan penyakit jantung, diabetes, kanker, hingga depresi. Namun begitu, yang perlu digarisbawahi adalah ada banyak klaim dari media yang seolah-olah menyamaratakan bahaya dan risiko bagi kesehatan dari duduk dalam waktu lama dengan merokok. Lalu seperti apa faktanya?
Benarkah "Sitting is The New Smoking"? (70469)
Merokok berbahaya | Image by Sarah Richter from Pixabay
Data berkata
Sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Public Health pada tahun 2018 mengevaluasi dan membandingkan fakta tentang duduk dan merokok dan dampaknya pada kesehatan. Penelitian yang digarap oleh sembilan peneliti ini menunjukkan bahwa duduk terlalu lama (kira-kira lebih dari 8 jam perhari) akan meningkatkan risiko kematian dini dan beberapa penyakit kronis (seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker) sebesar 10–20%. Bagaimana dengan merokok? Dalam jurnal yang sama, disebutkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko kematian dini dari berbagai jenis penyakit apapun sebesar 180 persen!
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Sciencedaily, Dr. Terry Boyle, ahli epidemiologi dari University of South Australia mengatakan bahwa merokok adalah bencana kesehatan masyarakat terbesar pada abad lalu, dan tidak tepat jika membandingkan bahaya duduk dengan merokok. Dr. Boyle juga mengatakan bahwa dampak ekonomi dan kematian yang disebabkan oleh penyakit akibat merokok jauh lebih banyak daripada dampak duduk. Dan sebagai penutup, Dr. Boyle berkata bahwa duduk bukanlah bahaya ataupun kecanduan bagi seseorang seperti layaknya bahaya merokok: “Menyamakan risiko duduk dengan risiko merokok jelas tidak beralasan dan menyesatkan, dan hanya berfungsi untuk meremehkan risiko yang terkait dengan merokok”.
Misleading messages
Pesan menyesatkan yang banyak beredar di banyak media harus diluruskan dan dibenahi. Daripada menjelaskan bahwa sitting is the new smoking atau duduk adalah merokok baru, maka lebih baik melihat aktivitas duduk sebagai bagian penting dari kehidupan manusia. Bahwa ada banyak manfaat duduk jika dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan.
ADVERTISEMENT
Perlu juga untuk mengingat kembali bahwa merokok memiliki dampak negatif yang sangat tinggi bagi kesehatan seseorang. Bahwa dampak negatif merokok nyata dan tidak terbantahkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pernyataan sitting is the new smoking adalah tidak benar dan tidak berlandaskan bukti ilmiah.
Sumber:
https://www.sciencedaily.com/releases/2018/11/181105105419.htm