Pencarian populer

Buah, Sayur, dan Kacang yang Merupakan Buatan Manusia (2)

Sebelumnya, kita telah membahas jenis buah, sayur dan kacang-kacangan yang merupakan buatan manusia.

Baca: Buah, Sayur, dan Kacang yang Merupakan Buatan Manusia (1)

Ternyata daftarnya masih terus bertambah. Berikut adalah makanan-makanan lain yang ternyata juga buatan manusia:

Almond

Almond. Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Kacang almond yang kita punya sekarang adalah almond hibrida yang dibuat oleh manusia dari jenis almond liar. Almond liar rasanya sangat pahit dan dapat mematikan ketika dimakan dalam jumlah yang cukup besar. Sejarah terciptanya almond tidaklah terlalu jelas. Para saintis tidak bisa memutuskan varietas almond liar mana yang sebenarnya digunakan untuk pembiakan selektif dan menciptakan almond yang kita punya sekarang.

Saintis menduga bahwa nenek moyang dari almond adalah Amygdalus fenzliana. Alasannya adalah karena pohon, biji, dan buah spesies tersebut mirip dengan almond modern. Spesies tersebut juga ditemukan di Armenia dan Azerbaijan, tempat di mana almond modern dipercaya dikembangbiakkan secara selektif oleh manusia.

Selain asalnya, saintis juga tidak bisa memahami bagaimana manusia dapat menciptakan almond yang manis dan sempurna dari almond liar yang beracun.

Wortel

Wortel. Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Warna wortel tidak selalu oranye. Wortel yang alami sebenarnya berwarna putih atau ungu, dan mungkin saja tidak dapat dimakan. Ada dugaan bahwa wortel berwarna putih sudah dimakan sejak zaman Kekaisaran Roma. Sementara wortel berwarna oranye adalah wortel hibrida yang dibuat dari wortel kuning, yang mana wortel kuning adalah wortel hibrida yang dibuat dari wortel putih.

Wortel pertama yang dapat dimakan dan menjadi nenek moyang wortel yang sekarang diduga muncul pada abad kesepuluh di Persia. Ada yang menduga bahwa wortel tersebut berwarna putih, ada juga yang menduga warnanya ungu. Tidak seperti wortel yang sekarang, wortel zaman itu memiliki akar-akar yang lebih kecil, berjumlah banyak, dan ukurannya bermacam-macam.

Bangsa Persia saat itu mengembangbiakkan wortel secara selektif dengan memilih wortel dengan akar-akar terbesar untuk menciptakan wortel yang memiliki akar-akar yang besar pula, dan akhirnya menjadi wortel yang hanya memiliki satu akar besar saja.

Dan dengan pembiakan selektif yang terus berlanjut, wortel pun bermutasi dari berwarna putih atau ungu menjadi kuning, dan akhirnya menjadi oranye. Belum selesai sampai di situ, wortel masih terus berkembang sampai saat ini dalam hal rasa dan warna.

Stroberi

Stroberi. Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Stroberi modern yang ada sekarang adalah stroberi hibrida yang berasal dari stroberi liar yang ukurannya lebih kecil. Stroberi liar tersebut memiliki lama waktu simpan yang lebih pendek, namun memiliki aroma dan rasa yang lebih baik.

Stroberi yang kita miliki saat ini muncul pertama kali di Prancis pada abad ke-18. Meskipun begitu, proses hibridanya telah dilakukan jauh lebih awal dari itu. Sekitar tahun 1300-an, para ahli botani asal Prancis mulai menanam stroberi liar di kebun mereka, setelah menyadari bahwa stroberi liar dapat berproduksi dengan cara kloning. Anehnya, beberapa stroberi yang tidak pernah menghasilkan buah sama sekali tiba-tiba dapat menghasilkan buah setelah beberapa tahun.

Para ahli botani tersebut mampu menciptakan stroberi yang ukurannya 15-20 kali lipat lebih besar dari pada ukuran normal stroberi liar. Meskipun begitu, ukuran tersebut masih belum cukup besar. Dapat dibayangkan betapa kecilnya ukuran stroberi liar tersebut.

Seorang botanis Antoine Nicolas Duchesne menciptakan stroberi modern pada tanggal 6 Juli 1764 ketika ia mengawinsilangkan Fragaria moschata jantan dengan Fragaria chiloensis betina yang berasal dari Chile. Menariknya, sebelum Duchesne menciptakan stroberi, para ahli botani Prancis tidak ada yang pernah menyadari bahwa stroberi memiliki bagian jantan dan betina. Itulah alasannya mengapa ada stroberi-stroberi yang ditanam sebelumnya tidak dapat menghasilkan buah. Mungkin karena jenis kelamin stroberi tersebut adalah jantan.

Duschesne terus bekerja meneliti dan menciptakan stroberi sampai saat revolusi Prancis dan meninggalkan kita semua dengan stroberi yang ada sekarang.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32