Pencarian populer

Penyebab dan penanganan untuk depresi

Sumber gambar : Pixabay
Depresi adalah salah satu penyebab utama kecacatan di dunia. Di Amerika Serikat, hampir 10% orang dewasa berjuang melawan depresi. Depresi merupakan penyakit mental, sehingga mungkin lebih sulit dipahami dibanding penyakit lain, misalnya, kolesterol tinggi. Salah satu yang membingungkan adalah perbedaan antara mengalami depresi atau hanya merasa depresi. Hampir semua orang merasa sedih dari waktu ke waktu. Mendapatkan nilai buruk, kehilangan pekerjaan, beradu mulut, bahkan hujan pun dapat membawa perasaan sedih. Kadang tanpa pemicu apapun, rasa sedih dapat muncul tiba-tiba dan ketika keadaan berubah, rasa sedih pun menghilang. Depresi klinis berbeda. Ini merupakan gangguan medis, dan ia tidak akan pergi hanya karena kehendak Anda. Depresi klinis bertahan setidaknya selama 2 minggu, dan secara signifikan mengganggu kemampuan seseorang dalam bekerja, bermain, atau mencintai.
ADVERTISEMENT
Depresi mempunyai banyak gejala yang berbeda: suasana hati muram, tidak tertarik pada sesuatu yang biasanya Anda nikmati, perubahan nafsu makan, merasa tidak berguna atau merasa sangat bersalah tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, sulit berkonsentrasi, kegelisahan atau kelambatan, kurang energi, atau muncul pikiran untuk bunuh diri berulang kali. Jika Anda mengalami setidaknya lima gejala di atas, menurut panduan psikiatris Anda bisa didiagnosa terkena depresi. Dan depresi tidak hanya berdampak pada gejala perilaku. Depresi memiliki dampak fisik di dalam otak. Pertama, ada perubahan yang dapat dilihat dengan mata telanjang dan penglihatan X-ray. Ini termasuk pengecilan volume lobus frontal dan hipokampus. Dalam skala lebih mikro, depresi berkaitan dengan beberapa hal: transmisi abnormal atau penipisan neurotransmiter tertentu, terutama serotonin, norepinefrin, dan dopamin, ritme sirkadian yang kacau, atau perubahan spesifik pada REM dan gelombang lambat pada siklus tidur Anda, dan keganjilan hormon seperti tingkat kortisol tinggi dan deregulasi hormon tiroid. Tapi para ahli syaraf masih belum mendapatkan gambaran lengkap dari penyebab depresi. Sepertinya berkaitan dengan interaksi kompleks antara gen dan lingkungan, tapi kita tidak punya alat diagnosa yang bisa memprediksi secara akurat dimana atau kapan depresi akan muncul. Karena gejala depresi tidak kasat mata, sulit mengetahui siapa yang kelihatan baik-baik saja tapi sebenarnya menderita depresi.
ADVERTISEMENT
Menurut Institusi Kesehatan Mental Nasional, rata-rata penderita penyakit kejiwaan membutuhkan lebih dari sepuluh tahun untuk meminta pertolongan. Tapi ada perawatan yang sangat efektif. Pengobatan dan terapi saling melengkapi untuk meningkatkan zat kimia di otak. Dalam kasus serius, terapi elektrokonvulsif, yang seperti melakukan kejang terkontrol pada otak pasien, juga sangat membantu. Perawatan menjanjikan lainnya, seperti transcranial magnetic stimulation (TMS), sedang diteliti juga. Jika Anda tahu seseorang sedang melawan depresi, doronglah mereka dengan lembut untuk mencari beberapa pilihan tersebut. Anda mungkin bisa menawarkan diri untuk membantu, misalnya dengan mencari terapi di daerah Anda, atau membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan pada dokter. Bagi penderita depresi, langkah -langkah awal ini bisa terasa tidak mungkin dilakukan. Jika mereka merasa bersalah atau malu, tekankan bahwa depresi adalah kondisi medis, sama seperti asma atau diabetes. Ia bukan kelemahan atau kepribadian, dan mereka tidak bisa mengabaikannya begitu saja sama seperti mereka tidak bisa mengabaikan lengan yang patah.
ADVERTISEMENT
Jika Anda belum pernah mengalami depresi, hindari membandingkannya dengan masa ketika Anda merasa bersedih. Membandingkan pengalaman mereka dengan kondisi normal, perasaan sedih yang bersifat sementara dapat membuat mereka merasa bersalah karena mereka (begitu) kesusahan. Bahkan hanya dengan bicara tentang depresi secara terbuka dapat membantu. Contohnya, riset menunjukkan bahwa menanyakan tentang pikiran bunuh diri dapat mengurangi resiko bunuh diri mereka. Pembicaraan terbuka tentang penyakit kejiwaan membantu mengikis stigma dan membuat seseorang lebih mudah meminta pertolongan dan makin banyak pasien mencari perawatan, semakin banyak yang bisa dipelajari tentang depresi, dan semakin baik pula perawatan yang bisa diberikan.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81