Pencarian populer

Sains di Balik Aktivitas Tidur Manusia

Hal paling mendasar dari tidak tidur pasti akan berpengaruh ke kemampuan otak yang menurun. Hal ini akan sangat berpengaruh terutama ke konsentrasi seseorang dan kemampuan untuk mengingat dan memberikan keputusan.

Beberapa bagian otak kita juga berfungsi mengendalikan kemampuan untuk berbahasa, ingatan, perencanaan, dan perasaan yang kemungkinan besar tidak akan berfungsi secara maksimal.

Faktanya, 17 jam terjaga tanpa henti dapat menyebabkan penurunan kinerja otak yang setara dengan tingkat alkohol yang masuk dalam darah sebesar 0,05 persen (dua gelas anggur).

sleeping with a book | wikimedia.org

Respons cepat dan kemampuan untuk memutuskan suatu hal secara rasional juga akan menjadi sulit jika kita kekurangan waktu tidur. Beberapa bencana dunia seperti kejadian Exxon Valdez dan Chernobyl bahkan disebutkan juga karena salah satu faktornya adalah waktu tidur.

Gangguan seperti sleep apnea yang mengakibatkan kantuk di siang hari yang berlebihan telah dikaitkan dengan stres dan tekanan darah tinggi. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan dampak kurang tidur atau tidur sama sekali terhadap pengaruh ke obesitas.

Kenapa manusia membutuhkan tidur?

Sesungguhnya tidak ada yang benar-benar yakin akan kebutuhan manusia untuk tidur setiap harinya. Faktanya kepercayaan bahwa tidur akan memberikan tubuh waktu untuk memulihkan diri dari aktivitas sehari-hari ini memang benar adanya. Akan tetapi kenyataannya, jika dilihat lebih jauh lagi jumlah energi yang dihemat dengan tidur normal selama delapan jam sangatlah kecil, yaitu sekitar 50 kCal. Jumlah energi ini bahkan sama dengan sepotong roti panggang.

Sleeping Tired Bed | pixabay.com

Salah satu hal yang pasti kenapa manusia membutuhkan tidur dalam 24 jam waktunya dalam sehari adalah untuk mempertahankan tingkat keterampilan kognitif seperti kemampuan bicara, ingatan, pemikiran inovatif dan fleksibilitas. Secara sederhana, tidur sesungguhnya memainkan peran penting dalam perkembangan otak.

Waktu Tidur Manusia Selama Hidupnya

Ternyata jika kita kalkulasi, jumlah waktu ini hampir setara dengan 30-40 persen masa hidup seseorang. Tidur menjadi salah satu aktivitas terbanyak yang dihabiskan oleh manusia. Menurut penelitian sendiri, pada umumnya orang akan tidur dalam rentang 5-11 jam dalam sehari. Dengan rata-rata tidur akan berkisar di angka 7-8 jam setiap harinya.

Alarm Clock, Stand Up, Time Of, Sleep | pixabay.com

Jika kita asumsikan waktu hidup seseorang adalah 70 tahun lamanya, maka akan dibutuhkan sekitar 23,3 tahun untuk kebutuhan tidur seseorang atau setara dengan 33,33 persen masa hidupnya. Hal ini belum terhitung waktu yang dihabiskan ketika balita untuk tidur, di mana pada masa tersebut dibutuhkan waktu yang lebih banyak daripada saat seseorang dewasa.

Mungkinkah Manusia Bersin Ketika Tidur?

Bersin umumnya sangat mungkin terjadi ketika kita beraktivitas, namun ada saat di mana bersin itu tidak bisa terjadi. Pada waktu apakah bersin tidak mungkin terjadi? Ya, bersin tidak dapat terjadi pada saat seseorang sedang tidur. Hal ini disebabkan kondisi tubuh di mana neuron motor yang sedang tidak dirangsang dan sinyal refleks yang tidak diteruskan ke otak. Hal ini biasa disebut dengan REM atonia.

Sleeping, Child, Napping, Girl, Teddy | pixabay.com

REM atonia adalah fase kelumpuhan tidur terjadi, di mana otak manusia akan menutup stimulasi ke kelompok otot besar dan bagian lainnya sehingga dapat menjaga orang untuk tetap pada kondisi tidak sadarnya.

Namun, jika ada stimulan eksternal yang cukup kuat, hal ini dapat menyebabkan seseorang terbangun dari tidurnya untuk bersin. Tetapi sesungguhnya setiap bersin yang terjadi selanjutnya akan terjadi dengan kondisi terjaga sebagian dalam tidurnya.

Setiap malam manusia kehilangan sekitar 0,5 kilogram berat tubuhnya. Kehilangan berat tersebut secara sederhana ternyata diakibatkan karena setiap malamnya kita melepaskan atom (Karbon) ketika kita bernapas. Pada suhu normal dengan pendingin ruangan (suhu 21 derajat celsius) diperkirakan ada 0,0079 gram uap air di setiap gram udara kering yang berada di sekitar kita.

Udara kering di atmosfer sendiri mengandung 0,00046 gram karbon dioksida di setiap gram udara kering. Walaupun tidak bisa kita pungkiri bahwa CO2 tidak semuanya karbon sehingga hanya ada sekitar 0,00013 gram karbon di setiap gram udara kering.

Bed, Sleep, Girl, White, Tired, Pillow | pixabay.com

Ketika bernapas, setiap gram udara kering yang kita hembuskan (yaitu, udara yang kita embuskan dikurangi berat uap air di dalamnya) juga membawa 0,0272 gram uap air. Udara kering yang kita hembuskan mengandung kira-kira 0,046 gram karbon dioksida di setiap gram udara kering yang diembuskan.

Jadi untuk setiap gram udara yang kita hirup, kita kehilangan kurang dari 0,013 gram karbon dan lebih dari 0,019 gram uap air. Sehingga dengan asumsi kita bernapas mengeluarkan udara 30-35 kali setiap menitnya maka dalam tidur kurang lebih 8 jam, kita akan kehilangan berat 0,5 kilogram.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22