kumparan
18 Feb 2019 2:39 WIB

Standar Kecantikan yang Berbeda di Seluruh Dunia

Wanita cantik tidak melulu harus putih mulus, tinggi semampai, dan langsing. Beberapa tempat di dunia ini memiliki standar kecantikan yang berbeda dengan persepsi kebanyakan orang. Saking berbedanya, standar kecantikan tersebut pun dapat dikatakan unik. Seperti apakah standar kecantikan tersebut? Berikut Lampu Edison rangkumkan enam standar kecantikan yang berbeda di berbagai negara di dunia.
ADVERTISEMENT
1. Leher jerapah di Myanmar dan Thailand
Perempuan Kayan. Sumber gambar: Wikimedia Common.
Suku Kayan di Myanmar dan Thailand memandang perempuan yang memiliki leher panjang adalah perempuan yang cantik. Hal tersebut membuat para perempuan benar-benar berusaha membuat leher mereka panjang. Caranya adalah dengan memakai lingkaran kuningan di leher. Perempuan Kayan mulai memakai lingkaran kuningan tersebut sejak mereka umur 5 tahun. Dan seiring bertambahnya umur, lingkaran kuningan tersebut ditambahkan ke leher mereka satu per satu bahkan sampai 25 lingkaran.
Sebenarnya lingkaran tersebut tidak membuat leher mereka semakin panjang, namun membuat tulang pundak mereka semakin turun karena beban yang ditahan oleh pundak. Hal tersebut membuat leher seolah-olah menjadi semakin panjang.
2. Gigi tidak rata di Jepang
Yaeba. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
ADVERTISEMENT
Di sebagian besar negara di dunia ini, gigi yang rapi dengan senyum yang manis adalah salah satu standar kecantikan. Hal tersebut menyebabkan banyak orang pergi ke dokter gigi dan menghabiskan uang banyak untuk merapikan giginya dengan behel atau kawat gigi. Namun di Jepang, gigi yang tidak rapi adalah standar kecantikan wanita muda yang sedang trendy. Bahkan mereka juga pergi ke dokter gigi untuk membuat gigi mereka sedikit berantakan. Praktik ini dikenal dengan nama yaeba, yang berarti gigi ganda. Yaeba mulai menyebar ke seluruh dunia bahkan ke Amerika.
3. Kaki kecil dan terlipat di Cina
Kaki yang diikat. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Sebelum dilarang pada tahun 1940an, praktik mengikat kaki bagian bawah adalah budaya yang sangat penting di Cina selama berabad-abad. Praktik tersebut dilakukan agar kaki perempuan Cina terlihat kecil. Kaki yang kecil merupakan simbol kecantikan dan status sosial yang tinggi. Kecilnya kaki membuat perempuan menjadi cepat lelah dan tidak bisa bekerja sehingga hanya harus duduk-duduk saja dan menjadi istri yang baik. Praktik tersebut dilarang karena sangat menyakitkan. Bagian depan kaki diikat dan dilipat ke belakang yang menyebabkan tulang-tulang jari kaki mereka menjadi patah.
ADVERTISEMENT
4. Tato wajah dan bibir di Selandia Baru
Ta-Moko. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Bagi masyarakat Indonesia, tato seringkali diidentikkan dengan premanisme atau pembangkangan. Tapi di Selandia Baru, suku Maori telah melakukan praktik tato selama lebih dari 1000 tahun yang merupakan simbiol kecantikan. Warna yang mereka gunakan adalah hitam dan biru gelap dan membentuk pola yang disebut Ta-Moko. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga mentato wajah dan bibir mereka dengan menggunakan palu dan pahat. Selain kecantikan, tato-tato tersebut juga melambangkan kekuatan wanita dewasa yang siap mengemban tanggung jawab.
5. Telinga yang panjang di Kenya
Perempuan suku Maasai. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Suku Maasai di Kenya mengukur kecantikan dengan panjangnya telinga. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada perempuan namun juga pada laki-laki. Untuk memanjangkan telinga, mereka menggunakan apa saja sebagai pemberat di lubang anting mereka. Mulai dari batu, gading gajah, sampai ranting pohon. Tujuannya adalah supaya telinga mereka menyentuh pundak. Anggota suku tertua biasanya adalah mereka yang memiliki telinga terpanjang. Meskipun praktik ini mulai ditinggalkan oleh anak muda, masih ada beberapa anggota suku Maasai yang masik memanjangkan telinganya.
ADVERTISEMENT
6. Penyumbat hidung di India
Yaping Hullo. Sumber gambar: Answers Africa.
Perempuan anggota suku Apatani di India terkenal dengan dekorasi hidung mereka yang tidak biasa. Dua penyumbat dipasang di sisi kanan kiri hidung mereka agar perempuan-perempuan tersebut jadi terlihat tidak menarik. Menurut sejarah, perempuan dari Apatani adalah perempuan yang paling cantik di seluruh India. Karena kecantikannya tersebut, banyak suku tetangga yang datang dan menculik para perempuan Apatani yang akan menikah. Itulah mengapa mereka menggunakan penyumbat hidung agar tidak ada lagi yang menculik mereka. Praktik menyumbat hidung tersebut dikenal dengan nama Yaping Hullo.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan