Tekno & Sains
·
16 Oktober 2020 17:16

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut

Konten ini diproduksi oleh Lampu Edison
Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16818)
Ilustrasi marah | Gambar oleh Robin Higgins dari Pixabay
Bagi sebagian orang, menahan amarah mungkin adalah hal yang sulit. Marah merupakan hal yang normal, namun ketika seseorang tidak mampu mengendalikannya, maka menjadi tidak sehat.
ADVERTISEMENT
Menurut Brad Bushman, PhD, profesor komunikasi di The Ohio State University, kemarahan adalah emosi negatif, tetapi tidak selalu buruk. Kemarahan membuat orang merasa kuat dan berkuasa, yang dapat memotivasi mereka untuk membela apa yang diyakininya benar atau memperbaiki kesalahan yang mereka lihat.
Dilansir dari situs the healthy, saat marah, lobus prefrontal otak yang lebih rasional menutup, dan area punggung refleksif akan mengambil alih. Selanjutnya, respons hormonal dan kardiovaskular mulai bekerja. Tubuh akan memompa kolesterol dan sekelompok bahan kimia yang disebut katekolamin yang mendorong penumpukan lemak di jantung dan arteri karotis. Tidak heran para pemarah lebih berisiko mengalami serangan jantung.
Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengendalikan amarah? Ini Jawabannya!
ADVERTISEMENT

Kenali diri sendiri

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16819)
Kenali diri merupakan langkah awal mengotrol amarah dan stres | Gambar dari pikist (https://www.pikist.com/free-photo-sjdkn/id)
Saat marah, sulit untuk membuat pilihan cerdas. Untuk mengendalikannya, kenali tanda-tanda munculnya kekesalan dalam diri, dan minimalisir situasi tersebut, misalnya dengan melakukan relaksasi.

Turunkan ekspektasi yang terlalu tinggi

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16820)
Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat memicu kemarahan | Gambar oleh Alexas_Fotos dari Pixabay
psikolog Bernard Golden, PhD, pendiri Anger Management Education dan penulis Overcoming Destructive Anger: Strategies That Work mengatakan bahwa sebagian besar kemarahan berasal dari ekspektasi yang tidak realistis terhadap orang lain, dunia pada umumnya, dan diri kita sendiri.
Oleh karena itu, hindari ekspektasi yang terlalu tinggi dan terkesan menuntut, misalnya 'Orang lain harus berperilaku seperti saya,' 'Hidup harus adil,' atau ‘'Jika pasangan saya benar-benar mencintai saya, maka dia harus ini dan itu”.

Jaga jarak

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16821)
Jauhkan diri dari provokasi untuk mengontrol amarah | Gambar oleh Melk Hagelslag dari Pixabay
Ibarat bensin, provokasi adalah salah satu faktor yang dapat menyulut kemarahan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology menyarankan agar melakukan strategi “fly on the wall” untuk mengatasi provokasi dari orang lain.
ADVERTISEMENT
Anggaplah kalian hanya lewat atau sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam situasi tersebut. Bushman menjelaskan bahwa orang yang marah cenderung tenggelam dalam situasi dan merenungkan apa yang membuat mereka marah. Strategi jaga jarak ini akan mampu mengatasi situasi provokatif yang berdampak negatif.

Meditasi

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16822)
Meditasi | Gambar oleh Shahariar Lenin dari Pixabay
Dalam sebuah penelitian, yang diterbitkan pada tahun 2017 di Mindfulness, para peneliti menemukan bahwa meditasi yang rutin selama tiga minggu dapat mengurangi perilaku agresif.
Menurut Golden, meditasi menekankan kemampuan untuk mengamati pikiran, perasaan, dan sensasi, tanpa merasa kewalahan. Meditasi membantu seseorang merenungkan arti kemarahan mereka dan bagaimana menanggapinya.
Menditasi dapat dilakukan setiap hari, bahkan ketika sedang tidak marah. Kegiatan ini tidak harus berlangsung dalam durasi yang lama, cukup beberapa menit sehari dapat berdampak positif.
ADVERTISEMENT

Bernapas dalam-dalam

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16823)
Bernapas dalam-dalam memberikan efek psikologis yang positif | Gambar oleh 원규 이 dari Pixabay
Kebahagiaan dapat dirasakan melalui latihan pernapasan. Menurut Bushman, menarik napas dalam-dalam dapat mengurangi gairah psikologis, yang membantu memperlambat detak jantung dan menjaga pikiran agar tetap fokus pada hal lain selain sumber stres.

Berolahraga

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16824)
Olahraga, solusi sehat untuk mengatasi marah | Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Olahraga merupakan solusi sehat untuk mengatasi perilaku agresif, dan merangsang pelepasan zat kimia otak yang membuat seseorang merasa nyaman.
Dalam tinjauan studi yang diterbitkan pada 2019 di Acta Scientific Medical Sciences, peneliti menemukan bahwa olahraga adalah cara yang efektif untuk mengelola amarah.

Flashback momen-momen bahagia

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16825)
Momen bahagia di masa lalu dapat mengontrol amarah | Gambar oleh zaenuddinahmad67 dari Pixabay
Peneliti menyarankan bahwa ketika marah terhadap seseorang, bangkitkan gambaran tentang pengalaman bahagia bersama orang-orang tersebut. Trik ini diyakini ampuh menurunkan kemarahan dalam diri.

Tidur yang cukup

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16826)
Tidur mampu mencegah stres dan amarah yang tidak terkontrol | Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2020 di jurnal Sleep, para peneliti menganalisis buku harian dari 202 mahasiswa, yang melacak tidur, stres harian, dan kemarahan mereka selama sebulan. Para partisipan diketahui merasa lebih marah pada hari-hari mereka kurang tidur. Jadi, pastikan kalian cukup istirahat sehingga tidak mudah marah.
ADVERTISEMENT

Mengunjungi dokter

Sulit Mengendalikan Amarah? Lakukan Hal Berikut (16827)
Periksakan diri ke dokter untuk mengatasi amarah yang berlebihan | Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Bila kalian belum mampu mengendalikan amarah, coba periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan metode medis yang sesuai dengan kondisi kalian, dan salah satunya melalui terapi perilaku kognitif.
Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengenali pemicu kemarahan dan mengendalikan reaksi. Golden mengatakan bahwa restrukturisasi kognitif berperan mengidentifikasi dan melawan kesalahan logika dalam berpikir, serta kecenderungan berpikir yang berlebihan dan tidak rasional.
Namun, jika amarah yang muncul merupakan gejala dari masalah yang lebih besar seperti depresi, obat resep bisa menjadi solusinya.
Sumber:
https://www.thehealthy.com/mental-health/the-5-best-ways-to-deal-with-anger/
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white