kumparan
9 November 2019 18:52

Aksi 3000 Wanita Minum Kopi di Lampung 2019 Pecahkan Rekor Muri

Pemecahan Rekor Muri, aksi minum kopi bersama oleh 3000 wanita, Sabtu (9/11) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Hari terakhir Festival Kopi 2019, ditutup dengan pemecahan Rekor Muri.
ADVERTISEMENT
Sabtu, (9/11) bertempat di Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung, Festival Kopi Lampung 2019 memasuki hari terakhir yang dimulai dari Rabu (6/11) malam. Penutupan Festival Kopi Lampung 2019 dilakukan dengan aksi minum kopi bersama oleh 3.000 wanita. Tidak hanya itu, aksi minum kopi ini juga diikuti oleh ribuan siswa-siswi SMA.
Peserta minum kopi dalam Festival Kopi Lampung 2019, Sabtu (9/11) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh
Aksi minum kopi diawali oleh Ketua Tim Penggerak PKK Riana Sari Arinal beserta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Forkopimda bersulang mengangkat gelas kopi yang diikuti oleh seluruh peserta yang berjumlah ribuan.
Dalam sambutannya Riana Sari Arinal mengatakan bahwa semangat wanita dalam membantu mempromosikan kopi robusta Lampung tidak hanya dalam Festival Kopi Lampung 2019 saja.
"Semoga semangat kita ini dapat membangun masyarakat Lampung untuk lebih mencintai kopi robusta Lampung," kata Riana Sari.
ADVERTISEMENT
Video
Aksi 3.000 wanita meminum kopi ini dianugerahi Rekor Minum Kopi Oleh Perempuan Terbanyak oleh Museum Rekor Indonesia. Hal ini termuat dalam Berita Acara Peliputan Rekor Nomor : 9284/R.MURI/XI/2019.
Pemecahan Rekor Muri Minum Kopi oleh Peserta Perempuan Terbanyak dalam Festival Kopi Lampung 2019, Sabtu (9/11) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh
Dalam hal ini, Deputi Manager Muri, Awan Rahargo yang hadir sekaligus menyerahkan penghargaan mengatakan bahwa pemecahan rekor minum kopi oleh peserta perempuan terbanyak di Lampung juga merupakan yang pertama di Indonesia.
"Kalau minum kopi oleh peserta terbanyak memang beberapa sudah pernah, namun di Lampung ini lebih spesifik oleh peserta wanita, maka kami dari Muri memberikan penghargaan atas kegiatan ini," kata Awan saat ditemui Lampung Geh usai memberikan penghargaan.
Awan Rahargo dari Museum Rekor Indonesia, Sabtu (9/11) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh
Awan juga menambahkan bahwa dengan adanya pemecahan Rekor Muri minum kopi oleh peserta wanita terbanyak ini dapat mengubah mindset bahwa kebiasaan ngopi bukan hanya oleh kaum laki-laki saja, tapi saat ini tren ngopi juga digemari oleh kaum wanita.
ADVERTISEMENT
Sementara Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat dalam laporannya mengatakan bahwa jumlah pengunjung Festival Kopi Lampung 2019 dari tanggal 6-9 November memcapai 30.000 orang.
Pemecahan Rekor Muri Minum Kopi oleh Peserta Wanita Terbanyak, Sabtu (9/11) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh
"Sedangkan proyeksi permintaan terhadap kopi robusta Lampung diperkirakan mencapai 357 ton per bulan," ujar Taufik
Di sisi lain Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menyampaikan sambutan dan menutup acara Festival Kopi Lampung 2019 menegaskan bahwa masyarakat Lampung harus mandiri dalam mengelola industri kopi robusta Lampung.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menunjukan penghargaan atas pemecahan rekor Minum Kopi oleh Peserta Perempuan Terbanyak, Sabtu (9/11) | Foto : Syahwa Roza Hariqo/ Lampung Geh
"Ke depannya masyarakat Lampung, khususnya para petani kopi harus mampu mengelola industri kopi Lampung, mulai dari menanam, merawat, memanen, menyuguhkan dan menikmati. Jadi kopi Lampung kita yang menikmati, bukan untuk bangsa lain saja.
Selanjutnya Arinal menambahkan bahwa perkebunan kopi nantinya bukan hanya sekedar menjadi lahan bertani, tetapi juga sarana edukasi yang dikemas dalam wisata edukasi, agrowisata. (*)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan