BMKG: Waspada Banjir Rob 5 Kabupaten di Lampung pada 12-14 Agustus 2022

Konten Media Partner
11 Agustus 2022 16:17
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Martim Lampung, Raden Eko Sarjono. | Foto: Bella Sardio /Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Martim Lampung, Raden Eko Sarjono. | Foto: Bella Sardio /Lampung Geh
ADVERTISEMENT
Lampung Geh, Bandar Lampung - BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung mengeluarkan peringatan dini banjir rob di 5 wilayah pesisir di Lampung.
ADVERTISEMENT
Masyarakat yang tinggal di pesisir Lampung diharapkan untuk waspada. Namun, tetap tenang, lantaran fenomena ini biasa terjadi tiap bulannya.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Martim Lampung, Raden Eko Sarjono mengatakan peringatan ini berlaku pada 12-14 Agustus 2022.
"Yang terjadi di pesisir Lampung dan yang cukup signifikan pesisir barat Lampung," kata Eko saat ditemui di Stasiun Meteorologi Klas IV Maritim Lampung.
Menurutnya, fenomena ini rutin terjadi di sekitar pesisir Lampung. Di mana, pasang air laut dalam kondisi tinggi dan menyebabkan banjir rob.
"Adanya fase Bulan Purnama yang bersama dengan Perigee atau Jarak terdekat bulan ke bumi) yang menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut
yang lebih signifikan," kata Eko.
Ketinggian maksimum dari dampak banjir rob ini, menurut Eko, bisa mencapai 1,5 meter. Wilayah potensi paling tinggi ada di perairan pesisir barat.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Martim Lampung, Raden Eko Sarjono. | Foto: Bella Sardio /Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Martim Lampung, Raden Eko Sarjono. | Foto: Bella Sardio /Lampung Geh
Kelima wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob, antara lain:
1. Pesisir Bandar Lampung
2. Pesisir Tanggamus
3. Pesisir Lampung Selatan
4. Pesisir Pesawaran
5. Pesisir Timur Lampung
Masyarakat pesisir diimbau untuk waspada terhadap peningkatan
ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir di wilayah tersebut.
"Di bulan-bulan ini kecepatan angin tinggi-tingginya. Ketika fenomena alam itu terjadi. Masyarakat harap waspada untuk kita tidak menakut-nakuti tapi kita memberi imbauan supaya sebisa mungkin kita meminimalisir korban," pungkasnya. (*)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020