b264a3e2-50b5-48f8-8531-c8add60a1d2a.jpg
17 Mei 2020 14:21

Komunitas JJE: Tak Hanya Mengedukasi, Tapi Jadi Sosok Kakak yang Sejati

Komunitas JJE: Tak Hanya Mengedukasi, Tapi Jadi Sosok Kakak yang Sejati (142816)
Kelas Mengajar SD dengan mata pelajaran matematika yang diajarkan oleh anggota Komunitas JJE | Foto: Dok. JJE
Lampung Geh, Bandar Lampung - Pandemi COVID-19 tak menyurutkan semangat Jefri (29) bersama teman-temannya melalui komunitas Jalan-Jalan Edukasi (JJE) untuk selalu mengajari anak-anak panti asuhan.
ADVERTISEMENT
Ya, JJE merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang edukasi berfokus kepada anak-anak panti asuhan yang ada di Kota Bandar Lampung.
"Terbentuknya Februari 2014, sebenarnya gak ada gambaran mau terbentuk jadi suatu komunitas, dulu sama teman-temannya saat weekend main," ungkap Jefri, Ketua Umum JJE, saat diwawancarai Lampung Geh, Minggu (17/5).
Komunitas JJE: Tak Hanya Mengedukasi, Tapi Jadi Sosok Kakak yang Sejati (142817)
Anak panti asuhan saat menanam sebuah bibit pohon | Foto: Dok. JJE
Awal mula Jefri bergerak dalam komunitas tersebut berawal saat dirinya sering berkumpul sekadar nongkrong di salah satu kafe langganannya.
"Sangking seringnya ngumpul akhirnya bosen, ada beberapa teman yang memikirkan sesuatu hal yang beda. Kebetulan ada teman yang punya kafe di Pahoman, punya ide karena di deket kafe itu ada beberapa panti asuhan," kata Jefri.
Tercetuslah ide untuk mengajak anak panti asuhan berkunjung ke kafe milik temannya untuk mengajarkan hal-hal dan ilmu baru yang belum tentu ada di panti.
ADVERTISEMENT
"Terus kita ajak anak-anak panti main ke kafe, makan dan kegiatan edukasi ajak adik-adiknya ke dapur dan ke kasir. Itu hampir berjalan satu tahun," terangnya.
Ketika awal merintis, Jefri baru bergerak bersama kelima temannya. Namun kemudian anggota komunitas semakin bertambah sehingga dapat berbagi ilmu yang dimiliki dari masing-masing anggota.
"Awal mulai baru berenam karena memang semuanya kerja ada yang di bank ada yang punya kafe. Memang kesehariannya itu kerja, makanya pas weekend ngumpul aja nonton atau nongkrong di kafe," jelas dia.
Pada Februari 2020, Komunitas JJE genap berusia 6 tahun. Jefri bercerita, saat berulang tahun tersebut komunitasnya mengadakan kegiatan kecil-kecilan dengan mengundang 600 anak panti asuhan.
ADVERTISEMENT
"Februari kemarin kita baru ngadain milad ke 6 tahun di Tabek Indah. Kami undang 600 anak panti dari panti asuhan di Bandar Lampung berkunjung ke sana," urainya.
Selain edukasi, komunitas ini juga berperan sebagai sosok kakak yang mengajak adik-adiknya bermain dan belajar di luar rumah untuk menemukan hal dan pengalaman baru.
"Jadi konsen kita ajak adik-adiknya keluar dan belajar, organisasi kampus kan biasanya bikin kegiatan di panti asuhan. Kalau konsen kita ajak adik-adik pantinya jalan-jalan keluar supaya punya pengalaman datang ke tempat-tempat yang mungkin selama ini gak pernah terbayang," kata dia.
Komunitas JJE: Tak Hanya Mengedukasi, Tapi Jadi Sosok Kakak yang Sejati (142818)
Anak panti asuhan saat belajar menjiplak tangan bersama Komunitas JJE | Foto: Dok. JJE
Namun di tengah pandemi ini, kegiatan tersebut terpaksa dihentikan sementara, hal itu tak lain demi memutus mata rantai penularan lebih luas. Maka kegiatan JJE saat ini hanya menggelar kegiatan safari Ramadhan untuk membagikan takjil di setiap panti asuhan binaannya.
ADVERTISEMENT
"Bulan Ramadhan ini kita ada agenda JJE Safari Ramadhan, itu selama 29 hari berkeliling ke 29 panti asuhan di Bandar Lampung. Kegiatannya pembagian takjil dan makan malam untuk adik-adik panti asuhan. Apabila tahun sebelumnya kita ada agenda buka puasa bareng dan terkadang sampai tarawih bareng, namun karena kondisi yang saat ini agenda buka puasa bareng kita liburkan," bebernya.
Biasanya rangkaian kegiatan JJE dengan mengajarkan ilmu sederhana seperti, seperti cara cuci tangan, gosok gigi, hingga field trip ke daerah yang dikunjungi. Tapi seiring berjalannya waktu, JJE terus berkembang dan membentuk ide-ide baru dengan konsep Panti Berdaya dan Mandiri.
"Kalau untuk kegiatan ngajar itu dimulai per 2018, jadi seiring berjalannya waktu semakin ingin mempunyai kontribusi yang nyata. Kita sekarang mewujudkan Panti Berdaya dan Mandiri. Kalau berdaya kita ingin kasih dalam bentuk skill ke adik-adiknya, jadi kita buat 5 program itu mengajar SMA, kelas desain grafis, kelas memasak, kelas mengajar, kelas bisnis, kelas edukasi kesehatan," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi kita gandeng teman-teman kesehatan ada dokter sama perawat kita keliling ke panti asuhan edukasi tentang prilaku hidup bersih dan sehat," imbuh Jefri.
Edukasi kesehatan itu diberikan JJE lantaran sebelumnya telah menemukan sebuah kasus dimana salah satu anak panti mengalami penyakit menular.
Komunitas JJE: Tak Hanya Mengedukasi, Tapi Jadi Sosok Kakak yang Sejati (142819)
Anak panti asuhan saat menulis harapan di kain putih | Foto: Dok. JJE
"Karena waktu itu pemicunya kami menemui beberapa panti yang sakit rabies kan menular, jadi itu yang membuat kita memberi edukasi ke adik-adiknya yang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," terang dia.
Sebelum pandemi COVID-19 menerpa, program edukasi anak panti masih terlaksana dengan baik. Bahkan JJE membentuk 3 kategori kelas agar materi yang diajarkan bisa tepat sasaran.
"Program ngajar itu yang paling rutin, kalau SD itu setiap hari Sabtu itu belajar membaca menulis dan berhitung, SMP itu ada dua pelajaran Bahasa Inggris dan komputer. Jadi kita pengennya adik-adik ini setelah lulus dari SMA, kalau mau kerja kita sudah kasih skill, kalau mau lanjut kuliah kita dampingi dengan beberapa rekomendasi kampus yang punya program beasiswa. Khususnya program beasiswa yatim atau hafal Al-Quran," urainya.
ADVERTISEMENT
Jefri berharap, melalui komunitas yang dipimpinnya ini dapat memberikan dampak baik buat anak-anak panti asuhan ke depannya sehingga mampu bersaing dengan anak-anak lainnya.
"Harapannya adik-adik panti memiliki pribadi yang mandiri, kita ingin mengembangkan mindset bahwa keberlangsungan hidup anak-anak bukan hanya donasi dari para donatur. Donasi yang datang itu sebagai bonus, tapi gimana caranya adik-adik panti bisa bertarung dengan anak-anak yang bukan dari panti," harapnya.(*)