kumparan
31 Mar 2019 23:10 WIB

Semarakkan Hari Film Nasional Bersama Klub Nonton Lampung

Suasana pemutaran film pendek dalam rangka menyemarakkan Hari Film Nasional 2019, Minggu (31/3) | foto: Latifah Desti Lustikasari/Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Dalam rangka menyemarakkan Hari Film Nasional yang jatuh pada Sabtu lalu (30/3), Klub Nonton Lampung adakan screening film Indonesia dan diskusi bersama beberapa sineas serta aktris asal Lampung Ruth Marini.
ADVERTISEMENT
Acara yang berlangsung Minggu (31/3) ini berlokasi di Ruang Pemutaran Dewan Kesenian Lampung Kompleks PKOR Way Halim, dengan memutar 6 film pendek berprestasi dan 3 diantaranya merupakan karya sineas Lampung.
Iin Mudmainah, selaku General Advisor Klub Nonton sembari membuka acara tersebut, mengungkapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada Dewan Kesenian Lampung selaku penyedia tempat.
"Kalau biasanya kita (Klub Nonton) adakan acara nobar biasa, sampai-sampai punya slogan 'nongkrong-nonton-ngobrol', karena gak punya tempat, hari ini kita disediakan tempat yang sangat memadai oleh DKL, sekaligus pertama kali menjajal proyektor baru," ungkapnya sembari berkelakar.
Tidak kurang dari seratus penikmat film yang turut mengapresiasi karya anak negeri yang hari itu hadir, baik dari kalangan penikmat, aktor, movie maker, organisasi film dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
Fery salah seorang anggota Klub Nonton yang memandu acara screening siang itu memberi intro bahwa, sejarah tanggal 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional, karena merupakan hari pertama syuting film Darah dan Doa di mana merupakan film pertama asli garapan orang Indonesia.
"Kendati sebelumnya telah ada produksi film-film lain, namun itu merupakan bentuk propaganda pemerintah Hindia-Belanda dan Jepang semata. Di indonesia bioskop bahkan sudah ada sejak tahun 1900-an." ujarnya.
Film yang diputar pada peringatan Hari Film Nasional yang ke-69 itu, di antaranya, sesi pertama Kita Satu karya sutradara Aga Arsari, Fana karya sutradara Arhan Arunika, dan Anak Koin karya sutradara Chrisila Wentiasri.
Sedangkan sesi ke dua, berupa film Jurig karya sutradara Aria Gardhadipura, Run Boy Run karya sutradara Aji Aditya dan spesial screening film Ballad of Blood and Two White Buckets karya sutradara Yoseph Anggi Noen.
Daftar karya film Indonesia yang diputar dalam acara Semarak Hari Film Indonesia | foto: Latifah Desti Lustikasari/Lampung Geh
Lia, salah seorang mahasiswa yang juga penikmat film indie mengaku amat senang dan tertarik dengan diadakannya acara screening film oleh Klub Nonton.
ADVERTISEMENT
"Kalau bisa sih lebih sering lagi, karena kan selain kita mengapresiasi karya teman-teman short movie maker, film-film seperti ini lebih padat dan sarat makna, keren-keren kok film yang diputar," pungkasnya. (*)
---
Laporan reporter Lampung Geh Latifah Desti Lustikasari
Editor : M Adita Putra
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan